• Home
  • Kehamilan
    • Info Kesuburan
    • Ensiklopedia Kehamilan
    • Tes Kehamilan
    • 0 – 3 Bulan
    • Persiapan Kelahiran
    • Metode Melahirkan
    • Tips Menyusui
    • Peran Ayah Dan Papa
  • Pola Asuh
    • 0 – 12 Bulan
    • 1 – 3 Tahun
    • 3 – 5 Tahun
    • 6 -12 Tahun
    • Adopsi
  • Cantik & Gaya
    • Mode Anak
    • Gaya Saat Hamil
    • Tips Kecantikan
  • Kesehatan
    • Diet
    • Kesehatan Wanita
    • Bugar
    • Kesehatan Keluarga
  • Cinta & Keluarga
    • Tips Pernikahan
  • Rahasia Dapur
    • Sajian Lezat
    • Tips
    • Resep MPASI
  • Me Time
    • Life Guru
    • Hang Out
    • Hiburan
    • Karier
    • Keuangan
  • Topik Hangat
    • Aktivitas
    • Event
    • Berbagi Cerita
    • Topik Umum


Breaking

Menghabiskan Waktu Bersama Para Sahabat di Rumah

6 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Saat Mam Berhenti KB

Segala Hal yang Perlu Mam Ketahui tentang Sunat Perempuan

Mam, Waspadai Kelainan Gula Darah pada Bayi!

Menjadi Orang Tua Bukan Alasan untuk Tidak Mengejar Mimpi


5 Tanda Mam Harus Segera Ambil Cuti Pekerjaan


 18 Jan 2017   Penulis Redaksi IbuDanMama  0 Komentar


Tak sedikit wanita di zaman sekarang yang meskipun sudah berumah tangga juga masih bekerja di luar rumah. Pemenuhan kebutuhan ekonomi atau ingin melanjutkan karier adalah alasan yang sering melatarbelakangi para ibu muda untuk tetap bekerja. Bagi Mam yang bekerja di kantor dan senantiasa berkutat dengan deadline yang ketat pasti tahu bagaimana rasanya bekerja di bawah tekanan. Selain itu, deadline yang ada terkadang membuat kita tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai, bahkan sampai membuat kita lupa makan siang di jam istirahat. Bekerja di bawah tekanan memang baik untuk menempa kita menajd invidu yang cekatan dan profesional, tapi jika berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan mental. Berikut lima tanda Mam perlu mengambil cuti.

Pekerjaan Mendominasi Pikiran

Karena terlalu sibuk, Mam bahkan harus memikirkan pekerjaan walaupun sudah berada di rumah. Negosiasi dengan klien, deadline, jadwal meeting dan sebagainya tidak bisa Mam hilangkan dari pikiran. Yang ada di pikiran Mam hanyalah pekerjaan, bahkan membuat Mam tidak begitu memperhatikan kondisi sekitar misalnya keluarga. Mam pun tidak ingat kapan terakhir kali bersenang-senang, berekreasi, dan melakukan hobi Mam.

Mudah Sakit

Karena pekerjaan mendominasi pikiran, Mam jadi kurang memikirkan kesehatan Mam sendiri. Tidur larut malam karena menyelesaikan pekerjaan bisa memicu stres yang akhirnya akan melemahkan daya tahan tubuh. Ditambah dengan rasa lelah dan sakit kepala akibat pekerjaan yang menumpuk bisa membuat Mam jatuh sakit. Melupakan makan siang demi mengejar deadline juga berbahaya bagi kesehatan lambung Mam.

Mudah Merasa Lelah

Semua orang yang bekerja pasti merasakan lelah. Namun, jika rasa lelah ini dirasakan setiap hari dan bahkan makin parah, itu artinya tubuh dan pikiran Mam sudah terlalu lelah untuk memikul beban pekerjaan selama ini. Rasa jenuh terhadap pekerjaan juga membuat Mam lebih mudah merasa lelah. Itu artinya Mam perlu menyegarkan kembali pikiran yang kalut.

Merasa Pekerjaan Semakin Banyak

Selesai mengerjakan pekerjaan A lanjut ke pekerjaan B lalu lanjut ke pekerjaan C dan seterusnya. Pekerjaan seakan tidak ada habisnya walaupun semua waktu yang ada sudah digunakan untuk menyelesaikannya. Bisa jadi hal tersebut disebabkan karena efisiensi Mam dalam mengatur waktu mulai menurun akibat rasa jenuh dan lelah. Akibatnya, ketika melihat pekerjaan yang menggunung semangat Mam bukannya malah berapi-api justru malah menurun sehingga merasa pekerjaan lebih banyak dari biasanya.

Emosi Tak Terkendali

Depresi di lingkungan kerja terbawa hingga ke rumah. Ketika ada anggota keluarga yang berbicara dengan Mam untuk membahas topik yang kurang nyaman di telinga maka Mam akan mudah tersinggung dan akhirnya marah. Pernahkah mengalami yang demikian? Ini menandakan emosi yang tidak lagi stabil. Rasa lelah setelah seharian di kantor membuat perasaan tidak nyaman sehingga keluargalah yang akan menjadi pelampiasan Mam.   

Bekerja dengan deadline memang membuat Mam berisiko mengalami depresi. Untuk itu, sebelum depresi berkembang menjadi stres, sebaiknya segarkan pikiran dengan berlibur. Bekerja dengan pikiran yang tidak tenang ditambah rasa jenuh justru akan menyebabkan produktivitas Mam menurun. Oleh sebab itu, ketika mengalami lima tanda di atas, segeralah ambil cuti.

Related



About The Author

Redaksi IbuDanMama
Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Yuk Komentar Mam!


  • Cari di Situs

  • Top Posts & Pages

    • Tips Mempercepat Janin Masuk ke Rongga Panggul
      Tips Mempercepat Janin Masuk ke Rongga Panggul
    • 5 Tips Mengurangi Nyeri Pada Vagina Saat Hamil Tua
      5 Tips Mengurangi Nyeri Pada Vagina Saat Hamil Tua
    • Atasi BAB Keras Pada Bayi
      Atasi BAB Keras Pada Bayi
    • 5 Cara Mengatasi Hemoglobin Rendah Pada Ibu Hamil
      5 Cara Mengatasi Hemoglobin Rendah Pada Ibu Hamil
    • 8 Penyebab Bayi Susah Tidur
      8 Penyebab Bayi Susah Tidur
    • Dilarang Tidur Siang Pasca Melahirkan, Mengapa?
      Dilarang Tidur Siang Pasca Melahirkan, Mengapa?
    • Merangsang Gerakan Janin
      Merangsang Gerakan Janin
    • 6 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Saat Mam Berhenti KB
      6 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Saat Mam Berhenti KB
    • Merangsang Persalinan Secara Alami
      Merangsang Persalinan Secara Alami
    • Tips Mengatasi Kaki Pegal
      Tips Mengatasi Kaki Pegal


  • Meta

    • Register
    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org
  • Recent Posts

    • Menghabiskan Waktu Bersama Para Sahabat di Rumah
    • 6 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Saat Mam Berhenti KB
    • Segala Hal yang Perlu Mam Ketahui tentang Sunat Perempuan
    • Mam, Waspadai Kelainan Gula Darah pada Bayi!
    • Menjadi Orang Tua Bukan Alasan untuk Tidak Mengejar Mimpi
  • Categories


Privacy Policy|Terms & Condition|Sitemap|©2014 Copyright IbuDanMama.co.id