Apakah Perlu Mam Mewarnai Rambut?

Perubahan warna rambut memang menjadi salah satu cara cepat untuk membuat tampilan seseorang menjadi berbeda. Gonta-ganti warna rambut sering dialami oleh para selebriti (baik itu level Indonesia maupun level dunia). Demi menunjang penampilan mereka, mungkin saja para selebriti harus mengganti warna rambut setiap hari.

Alasan mewarnai rambut lainnya adalah untuk menyamarkan uban yang muncul akibat faktor usia.  Biasanya mereka yang mulai mewarnai rambut berada di usia sekitar 40-an. Nah, kalau Mam juga berminat mewarnai rambut karena beberapa alasan tertentu, yuk simak beberapa fakta berikut ini dulu!

  1. Rambut menjadi kering dan rusak

Walaupun teknologi yang sudah maju menciptakan produk-produk pewarnaan rambut yang aman digunakan, resiko rambut menjadi kering dan rusak akibat pewarnaan tetap tidak bisa dihindari. Sekalipun Mam sudah menggunakan cat yang paling bagus namun tidak merawatnya dengan benar, potensi rambut menjadi kering dan rusak tetap ada. Lagipula, seiring berjalannya waktu, warna rambut Mam akan memudar dan menjadi versi kusam bila tidak diwarnai ulang (yang mana akan keluar biaya lagi). Sudahkah Mam memikirkannya sampai titik itu? Selain itu, rambut yang diwarnai memang membutuhkan perawatan khusus (yang harganya agak merogoh kocek yang dalam), beberapa produk yang wajib dimiliki, antara lain: masker rambut, conditioner, dan vitamin rambut. Belum lagi, yang sering banyak orang lupakan, rambut adalah salah satu organ yang hidup. Ia membutuhkan perhatian dari majikannya.

  1. Menghemat dana dan waktu

Jargon time is money, money is time sangat berlaku pada kasus ini. Proses mewarnai rambut tidak sebentar, apalagi jika Mam harus melakukannya secara berkala demi menjaga kualitas warna rambut. Sempat disinggung di atas, dana untuk menunjang perawatan rambut bewarna cenderung lebih besar dibanding rambut alami. Jika Mam masih berpikiran bahwa merubah warna rambut adalah suatu hal yang menyenangkan, Bustle menulis bahwa the fun will only last a little while (kesenangan tersebut hanya berlangsung sementara).

  1. Berefek pada organ tubuh lainnya

Dikutip dari Merdeka.com, pewarnaan rambut ternyata tidak hanya berdampak pada kerusakan bagian rambut saja, namun juga berefek pada mata, kulit kepala, dan kelainan pada janin (penting bila Mam sedang mengandung). Zat kimia dalam cat rambut yang tidak cocok dengan tubuh Mam bisa menyebabkan iritasi dan kemerahan di mata, gatal-gatal, luka, dan sensai terbakar pada kulit kepala. Selain itu, zat kimia yang dioles di area kulit kepala akan terserap masuk ke aliran darah dan dapat membahayakan serta menyebabkan kelainan pada janin.

  1. Menyebabkan beberapa penyakit serius

Walaupun mewarnai adalah tindakan yang sederhana, tetapi siapa sangka hal tersebut dapat menyebabkan beberapa penyakit serius. Beberapa studi menjelaskan bahwa mewarnai rutin rambut berpotensi mengidap kanker payudara, kanker kandung kemih, atau penyakit limfoma Non-Hodgkin, penyakit Hodgkins, atau gangguan hormonal.

Lagipula, jika alasan Mam mewarnai rambut hanya sekedar untuk mengubah penampilan, ada beberapa pilihan yang bisa menjadi alternatif Mam, dengan mengenakan rambut palsu misalnya. Jika mewarnai rambut secara permanen memiliki resiko kerusakan yang cukup tinggi, pengunaan rambut palsu tidak akan melukai siapapun. Rambut palsu memiliki banyak bentuk, panjang, dan bahkan warna!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :