Mam, Ternyata Membeli Pakaian Bayi Ada Tekniknya Loh!

Membeli pakaian bayi tidak asal melihat modelnya yang lucu atau warnanya yang imut. Ada teknik tersendiri dalam memilih pakaian bayi agar tidak melukai kulitnya yang masih tipis dan sensitif. Selain itu, Mam juga harus pintar dalam mencari bahan yang cocok dikenakan bayi agar tidak timbul alergi dan gatal-gatal. Lalu, bagaimana teknik yang tepat saat membeli pakaian bayi?

  1. Pemilihan bahan

Karena kulit bayi yang masih sangat sensitif dan lembut, Mam harus memilih bahan yang lembut agar tidak melukai kulit bayi yang masih sangat tipis dan tidak memiliki lapisan lemak yang tebal seperti orang dewasa. Katun merupakan salah satu bahan pakaian bayi dengan tekstur lembut dan nyaman. Selain itu katun juga bisa menyerap keringat. Cocok untuk bayi karena tidak akan membuatnya gerah. Untuk mengeceknya Mam bisa menggesekkan pakaian ke tangan apakah benar-benar lembut atau tidak.

 

  1. Pewarnaan pakaian

Hal penting selanjutnya adalah pewarnaan pakaian. Pilihlah pakaian yang tidak mudah luntur saat terkena air. Karena beberapa pakaian dibuat dengan teknik pewarnaan ataupun warna yang mudah luntur. Pastikan bahwa warna pakaian tidak luntur saat terkena keringat karena jika luntur maka zat kimia untuk pewarnaan pakaian bisa masuk melalui kulit dan mulut bayi serta bisa membahayakan.

 

  1. Model pakaian

Karena bayi masih sangat sensitif dengan benda apapun yang menyentuh kulitnya, maka Mam tidak perlu memilih pakaian dengan model yang ribet serta banyak aksesoris atau ornamen seperti glitter atau manik-manik karena malah akan tertelan oleh bayi.  Pilihlah pakaian dengan model yang sederhana dan mudah dikenakan oleh bayi.

 

  1. Warna dan motif pakaian

Saat Si Kecil masih bayi, Mam tidak perlu membelikan pakaian dengan banyak gambar atau motif. Mam bisa pilihkan saja warna-warna cerah dan ceria untuk Si Kecil. Jika Mam ingin agar pakaian Si Kecil lebih berwarna dan lucu, bisa pilihkan pakaian dengan motif dan gambar-gambar yang sesuai untuk dikenakan bayi. Jangan memilih pakaian dengan motif yang terlalu besar dan memenuhi seluruh bagian pakaian. Hal ini agar kesan imut dan lucu bayi tidak hilang atau tertutupi model pakaian yang ia kenakan.

 

  1. Pemilihan kancing pakaian

Mam juga bisa memilih pakaian dengan pengait kancing jepret atau risleting yang aman dan tidak memiliki risiko tertelan. Jika menggunakan kancing kait akan mudah terlepas dan tertelan bayi. Pakaian dengan velcro juga tidak nyaman dikenakan oleh bayi karena mudah terbuka saat ia bergerak atau malah menimbulkan rasa gatal di kulit bayi. Pakaian dengan kancing di bagian depan pakaian akan lebih nyaman untuk bayi karena bayi sering menghabiskan waktunya untuk tidur. Jika kancing berada di belakang maka akan mengganjal punggung bayi. Untuk memudahkan mengganti popok, Mam bisa memilih pakaian dengan bukaan di bagian bawah perut bayi.

 

  1. Pilih ukuran yang lebih besar

Karena bayi lebih cepat dalam perkembangannya, ada baiknya jika membeli pakaian bayi satu nomor lebih besar dari usia sebenarnya. Biasanya pakaian bayi dilengkapi dengan label usia. Misalkan untuk newborn, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 18 bulan dan seterusnya. Mam bisa memilih pakaian yang lebis besar. Misalnya si kecil berusia 3 bulan, Mam bisa membeli untuk ukuran di atasnya misal untuk usia 5-6 bulan. Hal ini agar lebih praktis dan tidak perlu membeli pakaian setiap bulannya karena bayi cepat besar.

 

Bisa juga ukuran pakaian yang dijual tidak sesuai dengan ukuran anak. Bisa saja si kecil berusia 3 bulan namun memiliki bobot seperti usia 5 hingga 6 bulan. Untuk menyiasati hal ini Mam beli saja pakaian untuk usia di atas usia sebenarnya.

 

Nah, itu dia Mam teknik memilihkan pakaian yang cocok untuk bayi. Buat Mam yang baru pertama kali akan membeli pakaian bayi, semoga hal tersebut bisa membantu.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :