Cara Mewarnai Rambut Sendiri di Rumah

Mayoritas orang Indonesia terlahir dengan rambut berwarna hitam. Jika merasa bosan dengan warna tersebut, Mam bisa mengubah penampilan rambut dengan cara mengecatnya. Jika budget yang ada kurang cukup untuk melakukan pewarnaan rambut di salon, Mam bisa kok mewarnai rambut sendiri di rumah. Namun, pastikan Mam memperhatikan beberapa hal penting berikut ini, ya.

Selalu Perhatikan Panduan pada Kemasan

Hal pertama yang perlu Mam lakukan untuk mengecat rambut sendiri adalah memilih warna yang sesuai dengan rona kulit. Untuk ini, Mam bisa mengecek panduan yang terdapat pada kemasan produk. Jadi, jika warna alami rambut Mam tidak disebutkan, kemungkinan warna cat rambut tersebut kurang cocok untuk Mam. Biasanya, warna cat rambut yang cocok untuk wanita Asia adalah merah tembaga, mahogany tua, merah kecokelatan, merah keunguan, cokelat keunguan, atau burgundy.

Jika Belum Pernah Cat Rambut, Pilih Warna Lebih Terang

Apakah sebelum ini Mam sudah pernah mewarnai rambut? Jika belum, sebaiknya pilih warna cat yang lebih terang dari hasil yang diinginkan ya, Mam. Kira-kira sekitar 2-3 level lebih terang. Jika sebelumnya Mam sudah pernah mengecat rambut dengan warna gelap, kali ini pilihlah warna yang sama dengan rambut karena jika Mam memilih warna yang lebih terang, maka warna tersebut akan sulit keluar. Namun, jika sebelumnya Mam sudah pernah mengecat rambut dengan warna terang, sekarang Mam bebas memilih warna rambut apa saja.

Lakukan Uji Kepekaan Kulit

Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas kulit yang berbeda. Produk A mungkin cocok digunakan salah satu teman Mam, tetapi belum tentu akan cocok dengan Mam. Karenanya, Mam perlu melakukan uji kepekaan kulit sebelum mewarnai rambut. Caranya, lepaskan anting dari telinga, lalu oleskan sedikit krim pewarna yang belum tercampur dengan cotton bud di bagian belakang telinga. Setelah itu, biarkan mengering selama sekitar 48 jam.

Nah, jika setelah jangka waktu tersebut Mam menemukan ada reaksi yang kurang wajar, misalnya seperti kemerahan, gatal, atau bengkak di sekitar area pengujian, sebaiknya jangan gunakan produk tersebut dan segera cari produk pewarna lambut yang lain.

Cuci Rambut pada Malam Sebelumnya

Sebelum memulai proses pewarnaan, pastikan rambut Mam kering, ya. Akan lebih baik jika Mam sudah mencuci rambut pada malam sebelumnya. Masalahnya, Mam, rambut yang basah atau berminyak tidak akan mampu mengeluarkan warna cat rambut secara optimal. Saat keramas pun, pastikan Mam menggunakan sampo yang mengandung kertain untuk melindungi rambut dari kerusakan atau efek korosif dari zat aktif pada cat pewarna rambut,

Mulai Mengecat Rambut dari Bagian Belakang

Apabila rambut Mam cukup panjang, jepitlah menjadi 4-6 bagian untuk memudahkan proses pewarnaan. Dengan begitu, hasilnya pun bisa merata sampai ke bagian dalam rambut. Lalu, mulailah mengoleskan cat pewarna rambut mulai dari bagian belakang. Biasanya, noda cat akan mengenai beberapa area kulit, misalnya seperti dahi. Untuk menghapus noda tersebut, Mam bisa berjaga-jaga menyiapkan kapas dan baby oil.

Setelah proses pewarnaan selesai, diamkan rambut selama kurang lebih tiga puluh menit ya, Mam. Jika sudah, tuangkan sedikit air hangat pada rambut, pijat perlahan, dan bilas hingga bersih. Semoga hasilnya bisa sesuai keinginan Mam, ya!

Baca juga : 

Bolehkah Ibu Hamil Sering Melakukan USG?

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :