5 Manfaat Quality Time dalam Pernikahan

Photo credit: Pexels

Quality time dalam pernikahan itu penting. Mam yang sudah lama menikah hingga sudah punya buah hati, masih pernahkah menyisihkan waktu berdua saja bersama dengan pasangan? Atau sudah sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Ayah pergi ke kantor sementara Mam disibukkan dengan pekerjaan kantor sekaligus rumah tangga, sehingga tidak ada kesempatan untuk berdua bersama? Jika hal ini benar-benar terjadi, maka sudah saatnya Mam menjadwalkan waktu berdua bersama dengan suami karena ada beberapa manfaatnya seperti berikut ini!

Membangun kedekatan emosional

Banyaknya tahun yang sudah dilewati dalam pernikahan tidak menjamin bahwa hubungan emosional Mam dan pasangan bisa tetap kompak. Seringnya, karena kesibukan masing-masing, mengurus dan memperhatikan satu sama lain hanya dianggap sebagai sebuah kewajiban belaka tanpa adanya rasa yang terlibat. Sehingga, Mam akan merasa bahwa hubungan pernikahan menjadi hambar.

Adanya rasa terikat satu sama lain dalam hubungan emosional yang kuat bisa membuat Mam dan suami bisa memahami satu sama lain. Sehingga bisa meminimalisasi pertengkaran. Coba Mam dan suami luangkan beberapa saat untuk berdua saja. Tanpa adanya keterlibatan Si Kecil. Coba untuk menghabiskan waktu dengan mengobrol santai tentang hal yang ringan.

Nostalgia masa pacaran

Jalan berdua dengan suami pergi ke bioskop, makan malam, atau sekadar mengunjungi suatu tempat, sudah menjadi aktivitas quality time dalam pernikahan yang bisa Mam lakukan. Terkadang, setelah menikah, terlebih dengan kelahiran Si Kecil, prioritas Mam dan suami bukanlah diri sendiri atau satu sama lain lagi, melainkan anak. Hal ini memang wajar terjadi. Tapi, sekali-kali boleh kok Mam menjadwalkan waktu untuk pergi berdua saja dengan suami dan menikmati saat-saat ketika masih pacaran dulu.

Relaksasi

Menghabiskan waktu berdua saja dengan pasangan dengan melakukan hal-hal sederhana seperti menonton TV, berbelanja, atau sekadar tidur-tiduran santai bisa menjadi sarana relaksasi bagi Mam dan Ayah. Mengapa demikian? Setelah setiap hari dari pagi ke pagi lagi Mam dan Ayah sama-sama sibuk bekerja serta mengurus rumah, pasti butuh waktu santai dimana bisa sejenak melepas tanggung jawab yang harus diselesaikan. Manfaatkan waktu santai ini bersama dengan suami.

Tidak perlu hal-hal yang mewah, cukup dengan ngobrol hal-hal yang ringan, maka pikiran Mam dan suami bisa lebih rileks. Hindari pembicaraan tentang pekerjaan, urusan rumah tangga, atau anak. Jangan merasa berdosa karena seolah-olah meninggalkan Si Kecil, karena Mam dan Ayah bagaimanapun kondisinya tetap butuh waktu untuk menenangkan pikiran.

Menghindarkan dari pikiran untuk selingkuh

Tak jarang kesibukan memakan waktu Mam dan Ayah sehingga jarang bisa menghabiskan waktu berdua saja. Entah itu Mam atau Ayah, pasti pernah merasa bahwa pasangan terlalu sibuk dan tidak pernah ada waktu untuk satu sama lain. Jika kondisi ini semakin parah, bukan tidak mungkin hubungan Mam dan Ayah merenggang sehingga menimbulkan niat untuk selingkuh. Untuk menghindarinya, carilah waktu untuk quality time sehingga Mam dan suami bisa saling memberikan perhatian untuk satu sama lain.

Bisa saling mengerti satu sama lain

Menjalankan aktivitas sehari-hari pasti sangat melelahkan. Mungkin Mam juga butuh seseorang sebagai tempat bercerita dan berkeluh kesah. Untuk itulah, daripada rasa lelah Mam disalurkan menjadi emosi kepada anak ataupun pasangan, lebih baik menyempatkan waktu untuk dihabiskan berdua saja. Dengan begitu, Mam dan suami bisa saling mencurahkan keluh kesah sehingga timbul pemahaman untuk satu sama lain.

Yuk, Mam mulai menjadwalkan waktu untuk dihabiskan berdua dengan suami agar hubungan pernikahan tetap romantis.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :