Bisakah Hidup Bahagia Tanpa Seks Sama Sekali?

Photo credit: Pexels

Bagi Mam yang sudah menikah, hubungan seksual dengan suami mungkin menjadi salah satu penyumbang kebahagiaan dalam hidup. Di samping itu, banyak pula pasangan yang menganggap bahwa seks bisa untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Tapi, ada juga lho, Mam pasangan di dunia ini

Mengapa seks dianggap sebagai sumber kebahagiaan?

Bagi pasangan yang sudah menikah, hubungan seksual bisa menyumbang rasa bahagia dalam hidup. Hal ini memang bukanlah sebuah asumsi belaka, namun bisa dijelaskan secara ilmiah. Alasan pertama mengapa seks bisa membuat orang bahagia adalah fakta dimana seks bisa mengurangi stres yang dialami oleh seseorang. Hubungan seks yang Mam lakukan dengan suami membantu otak melepaskan hormon endorfin dan oksitosin. Kedua hormon ini berperan dalam memberikan perasaan nyaman dan senang.

Alasan kedua bagaimana seks bisa menyumbang kebahagiaan adalah karena bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tentu jika Mam memiliki tubuh yang sehat dan jarang sakit, hal itu sangat membahagiakan. Penelitian dari Wilkes-Barre University Pennsylvania menunjukkan bahwa immunoglobulin A dalam tubuh seseorang meningkat karena mereka rutin melakukan hubungan seksual satu hingga dua kali seminggu. Immunoglobulin A ini adalah protein tubuh yang bertugas melawan virus dan mencegah infeksi.

Alasan yang ketiga, seks juga bisa menurunkan risiko kanker prostat bagi pria. Ejakulasi yang dialami pria selama melakukan hubungan seks bisa menghilangkan zat berbahaya dari prostat. Dengan hilangnya zat berbahaya ini, maka risiko pembentukan tumor hingga kanker bisa diminimalisasi.

Selain itu juga, banyak pasangan yang menjadikan seks sebagai cara memperbaiki hubungan saat sedang bertengkar. Dengan melakukan hubungan seksual, maka pertengkaran yang tadi diributkan bisa sedikit terlupa dan semua akan baik-baik saja setelah seks.

Bisakah hidup bahagia tanpa seks?

Seks bukanlah satu-satunya penentu kebahagian atau kunci keharmonisan rumah tangga pasangan suami istri. Ada beberapa orang yang tidak melakukan hubungan seks dalam hidupnya dengan apapun itu alasannya, namun mereka tetap bisa bahagia dan harmonis

Memang ada beberapa kondisi dimana orang tidak menginginkan adanya hubungan seks. Hal ini sangat bisa dimaklumi karena memang bukanlah kebutuhan primer dalam hidup seperti makan. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan kelainan yang dialami oleh seseorang. Seperti dikutip dari Psychology Today bahwa ada orang yang orientasi seksualnya aseksual yang berarti ia tidak tertarik melakukan hubungan seks terlepas dari jenis kelamin orang yang dihadapkan padanya.

Orang-orang aseksual tetap bisa menikah dan memiliki hubungan jangka panjang yang membahagiakan karena pasangannya memiliki pemahaman yang sama serta melakukan hal romantis dalam bentuk yang lain.

Namun, bagi yang memutuskan untuk tidak menikah, mereka tetap bisa menjalani kehidupan dengan bahagia dengan caranya sendiri. Misalnya saja dengan mengembangkan karier, menghabiskan banyak waktu dengan keluarga, banyak membangun relasi dan bersosialisasi, serta jalan-jalan untuk kesenangan pribadi. Mereka tetap bisa menikmati hidup meskipun memutuskan untuk tidak melakukan seks.

Lalu, apa kesimpulannya?

Jadi, bisa disimpulkan bahwa jangan memiliki anggapan bahwa seks menjadi sumber kebahagiaan utama dalam hidup. Dimana jika tidak melakukan, maka akan merasa tidak bahagia, tidak lengkap, dan merasa ada yang aneh. Toh sebelum menikah dan mengenal hubungan seksual, Mam tetap bisa hidup dengan bahagia dengan apa yang dimiliki.

Seks adalah bagian tambahan dalam hidup yang bisa menyumbang rasa bahagia. Tetapi, jika bagian hidup ini hilang, Mam akan tetap bisa menjalani hidup dengan bahagia karena sebelumnya Mam juga belum mengenal aktivitas ini.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :