Tidak ada yang suka dengan perceraian. Hal tersebut mungkin sangat berat bagi Mam, apalagi bagi Si Kecil. Sulit untuk menjelaskan perihal perceraian pada Si Kecil. Mungkin dia mulai bertanya-tanya ada apa gerangan. Di rumah biasanya ada Mam dan Ayah, saat ini dia hanya berdua dengan Mam. Hal ini akan memicu pertanyaan.
Menjelaskan tentang perceraian pada Si Kecil mungkin tidak akan mudah bagi Mam. Butuh kekuatan dan ketabahan hati. Namun bila tidak diungkapkan, Mam pasti akan merasa bersalah dan dipenuhi banyak pertanyaan dari Si Kecil. Bila Mam sudah benar-benar kuat menghadapinya dan Si Kecil mulai memberondong Mam dengan banyak pertanyaan, ini saatnya Mam untuk bicara. Lalu, bagaimana cara menjelaskan perceraian pada Si Kecil?
Bersama Lebih Baik
Keteguhan hati adalah hal yang paling penting dalam menjelaskan perceraian pada Si Kecil. Bila keteguhan hati Mam belum sepenuhnya kuat namun Si Kecil sudah kerap bertanya tentang keberadaan sang Ayah, maka katakanlah berdua. Mungkin hubungan Mam dan Ayah saat ini sudah sangat merenggang bahkan telah berpisah rumah. Namun yakinkan Ayah untuk sekali saja bertemu dan menjelaskan hal ini ke Si Kecil.
Membicarakan hal ini berdua akan membantu Si Kecil untuk memahami bahwa perpisahan ini adalah keputusan Mam dan Ayah. Ini juga kesempatan yang tepat bagi Mam untuk menanyakan ingin ikut siapa Si Kecil, Ayah atau Mam.
Tentukan Waktu yang Tepat
Menentukan saat yang tepat untuk mengatakan masalah perceraian pada Si Kecil juga penting. Jangan biarkan hal buruk ini merusak kenangannya akan sesuatu yang bagus. Selain itu, jiwa anak-anak yang masih labil juga dapat dengan mudah terguncang ketika mendapatkan kabar yang tidak menyenangkan.
Hindari mengatakan masalah ini saat Si Kecil sedang merasa senang. Banyak orang yang justru salah kaprah dengan mengajaknya jalan-jalan kemudian menceritakan perihal perceraian kepadanya. Hal ini akan membuat Si Kecil merasa kecewa dan akhirnya malah merusak suasana. Bukan tidak mungkin Si Kecil akan membenci Mam atau Ayah. Maka dari itu, kondisikan Si Kecil dalam keadaan yang stabil. Bila perlu, konsultasikan kepada psikiater anak agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.
Yakinkan Bahwa Bukan Mereka Penyebab Mam Bercerai
Ada kemungkinan bahwa Si Kecil akan menyalahkan diri mereka saat terjadi perceraian. Saat ini mungkin Mam akan merasa sangat sedih, apalagi ketika mereka mengucapkan “Ayah pergi karena adek nakal ya? Adek janji nggak akan nakal lagi, Ma?”. Hal ini mungkin membuat Mam semakin tidak kuat untuk mengatakannya. Namun kuatkan lagi hati Mam.
Yakinkan bahwa memang bukan Si Kecil penyebabnya. Caranya, sayangi dia seperti halnya Mam dan Ayah menyayanginya sebelum perceraian terjadi. Berikan dia pemahaman bahwa memang saat ini Mam dan Ayah tidak dapat bersama-sama lagi.
Apakah Pernikahan Ini Benar-benar Berakhir?
Pertanyaan ini adalah hal yang harus Mam pertanyakan lagi dan lagi. Mungkin saat ini Mam sedang emosi dan marah sehingga mengatakan hal yang tidak Mam inginkan. Pertanyakan kembali apakah Mam benar-benar ingin berpisah dengan Ayah.
Bila sudah kuat, maka uruslah semua hal tentang perceraian di persidangan. Namun, jangan ungkapkan perceraian ini sebelum hakim mengetuk palu tanda perceraian ini sah secara hukum dan agama.
Jangan Tunjukkan Emosi Berlebihan
Mam adalah cerminan Si Kecil. Ketika Mam memasang muka sedih, tentu Si Kecil juga akan merasa sedih. Maka dari itu, hindari menunjukkan emosi berlebih dengan menunjukkan raut muka yang bercucuran air mata atau bahkan marah sejadi-jadinya. Mam akan membuat Si Kecil merasa bersalah dan merasa takut.
Meski hati masih rapuh, namun jangan tunjukkan kerapuhan tersebut. Pasang wajah yang tegar agar Si Kecil merasa bahwa Mam baik-baik saja. Dengan demikian, Si Kecil tidak akan terlalu merasa bersalah dan sedih.
Itulah beberapa langkah tepat dalam mengungkapkan masalah perceraian pada anak. Jangan pernah membuat suasana hati Si Kecil memburuk secara drastis hanya karena Mam salah langkah dalam menjelaskan perceraian Mam. Tularkan ketegaran Mam dalam menghadapi perceraian pada Si Kecil agar dia tidak patah semangat dan jiwanya terguncang.







