Empat Tanda Keluarga Mam Sedang Dilanda Stress

Mam, stress memang seperti sudah menjadi bagian dalam kehidupan sebagai orang tua. Apalagi, jika harus berurusan dengan sikap Si Kecil yang sulit diatur dalam hal makan atau pergi tidur. Namun, dua dari tiga orangtua tidak menyadari bahwa stress yang dialami oleh mereka dapat ditularkan kepada anak-anak. Sebuah survei online yang diakukan oleh American Psychological Association (APA) yang dipimpin oleh Harris Interactive pada Agustus 2010, menunjukkan bahwa hanya 14% anak-anak yang merasa tidak terganggu ketika orangtua mereka mengalami stress. Sama seperti survei yang APA juga temukan bahwa orangtua yang obesitas akan mempunyai anak yang obesitas pula, begitupun dengan orangtua yang stress sedikit banyak akan membuat anak-anaknya juga merasa stress.

Mam mungkin sulit untuk langsung menghilangkan stress tersebut, tetapi paling tidak Mam bisa meminimalisirnya. Yuk cari tahu empat tanda yang menunjukan jika keluarga Mam sedang dilanda stress dan saran tentang apa yang bisa Mam sebaiknya lakukan:

  1. Tidak ada yang bisa tidur

Ketika level stress Mam tinggi, jam tidur adalah korban pertamanya. Itu berarti, selamat datang insomnia! Kurangnya waktu tidur Mam akan membuat Mam semakin mudah tersinggung, cemas, dan merasa lebih stress tiap hari kesehari. Jika karena kebiasaan buruk ini hubungan Mam dan keluarga menjadi tidak baik, Tanya Altmann, MD, seorang dokter anak di Calabasas yang juga seorang juru bicara untuk American Academy of Pediatrics, dan penulis What to Feed Your Baby menyarankan untuk memajukan waktu tidur Si Kecil satu setengah jam lebih awal. Begitu pula dengan Anda.

  1. Terlalu banyak omelan

Penyebab kedua yang membuat suasana rumah menjadi tidak nyaman adalah karena terlalu banyak omelan yang keluar dari mulut Mam. Seringkali, semakin tinggi level stress Mam akan membuat Mam semakin sering berteriak dan suasana rumah menjadi ribut. Untuk itu, cobalah untuk memelankan dan melembutkan suara dan nada biacara Mam. Mam juga sebaiknya lebih sering untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Dr. Altmann menyarankan untuk mencoba memeluk anak-anak, menarik napas dalam-dalam, dan katakana “Yuk kita ulangi dari awal lagi.”

  1. Waktu makan yang tidak menyenangkan

Mary Alvord, Ph.D., seorang psikolog di Rockville, menjelaskan bahwa ketika Mam atau Sang Ayah sedang stress dan menjadi cranky, wajar jika Si Kecil berusaha untuk melewatkan waktu makan bersama demi menghindari berbicara dengan Anda berdua. Untuk membuat waktu makan menjadi menyenangkan kembali, cobalah untuk menulis segala sesuatu yang positif mengenai keluarga kalian, lalu kumpulkan dalam sebuah wadah. Bila jam makan tiba, ambil salah satu kertas dan bacakan hal apa yang tertulis dalam kertas tersebut. Misal yang keluar adalah “pertandingan futsal Kakak”, maka bahaslah hal tersebut selama jam makan dan bukan yang lain-lain.

  1. Kesehatan yang menurun

Tidak peduli berapa usia seseorang, stress kronis bisa membahayakan kondisi kesehatan, tidak terkecuali bagi anak-anak. Anak paling kecil mungkin mengeluh tentang sakit perut dan mimpi buruk, yang berusia remaja sering mendapat sakit kepala, sementara orang dewasa biasanya merasakan stres di leher, bahu, dan punggung. Untuk mengatasinya, pastikan keluarga Mam rutin mencuci tangan, berolahraga, dan makan makanan sehat. Bermain board game, menonton film, atau berjalan-jalan komplek sekeluarga juga bisa membantu meredakan stress Anda lho, Mam.

Mam, meredakan stress ternyata bisa dimulai dari cara-cara sederhana. Yuk segera atasi! Jangan sampai stress yang Mam rasakan merusak damai sejahtera seluruh keluarga ya.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :