Menikah adalah salah satu cara untuk mempersatukan dua keluarga. Menikah bukan hanya mendekatkan suami dengan istri atau sebaliknya, tapi juga mendekatkan diri dengan keluarga pasangan masing-masing. Satu hal yang wajib dilakukan untuk masing-masing pasangan adalah mempertahankan kerukunan keluarga besar.
Mam tentu sayang dengan Ibu Mertua sebagaimana Mam menyayangi ibu sendiri. Oleh karenanya, demi menjaga perasaan Ibu Mertua, Mam berusaha patuh dan memahami apa yang beliau inginkan. Sayangnya, masih banyak wanita yang tidak sadar betapa banyak perkataan yang seharusnya tidak boleh dikatakan pada Ibu Mertua. Sebagai menantu yang patuh, ada baiknya Mam mengetahui apa hal yang tidak boleh Mam katakan pada Ibu Mertua berikut ini.
“Saya tidak meminta pendapat Ibu”
Wow, kalimat ini merupakan kalimat yang paling menyakitkan, apalagi bila terlontar dari seorang menantu. Mungkin Mam merasa risih ketika Ibu Mertua berusaha melibatkan diri dalam setiap masalah yang Mam hadapi. Dan parahnya, Mam tidak setuju dengan saran yang diberikan oleh beliau. Dari sinilah kemudian kalimat itu terlontar dengan sendirinya.
Memang tidak ada salahnya menjadi orang yang jujur dan apa adanya. Tapi yang jelas, kalimat tersebut merupakan salah satu kalimat yang membuat Ibu Mertua tersinggung. Ibu Mertua tentu merasa peduli dan sayang terhadap Mam sehingga Mam wajib menganggap itu semua sebagai bentuk kasih sayangnya. Bila memang tidak setuju dengan satu hal, ungkapkan alasan yang kuat tentang hal tersebut sehingga Ibu Mertua akan paham dengan situasi Mam.
“Ibu tidak bisa mendidik anak Ibu”
Perkataan ini mungkin terjadi ketika Mam bertengkar dengan suami dan ibu mertua berusaha membela suami. Di luar benar atau salahnya, perkataan ini tentu akan menyakitkan hati seorang ibu. Bagaimana juga ibu mertua telah berusaha membesarkan anak mereka dan suami Mam adalah konsekuensi yang harus Mam tanggung saat menikah dengannya.
Melibatkan orang tua atau mertua dalam sebuah pertengkaran rumah tangga adalah hal yang salah. Masing-masing orang tua pasti membela anaknya dalam pertengkaran ini. Akibatnya, masalah yang timbul justru semakin panjang dan runyam. Mam tentu tidak ingin masalah ini berlarut-larut, bukan?
“Saya tidak habis pikir Ibu memilihnya”
Topik mengenai agama dan politik adalah topik yang sangat sensitif, bahkan dalam perbincangan antara mertua dan menantu. Setiap orang tentu memiliki pandangan lain terhadap seseorang. Inilah yang akhirnya merembet kepada ketidaksetujuan ide serta penerapannya di dalam kehidupan. Namun bagaimana juga, Mam tetap harus menghormati pilihan ibu mertua meskipun Mam kurang sepaham.
Akan lebih baik apabila pembicaraan mengenai politik dialihkan pada bentuk yang lain, misalnya prestasi Indonesia atau olahraga. Hal ini akan membantu Mam menemukan topik yang tepat untuk dikembangkan menjadi salah satu bahan pembicaraan antara mertua dan menantu. Hormatilah pendapat ibu mertua.
“Acara Hari Raya di keluarga kami lebih seru”
Ketika Mam mengatakan ini kepada ibu mertua, ini sama saja dengan menjelek-jelekkan keluarga ibu mertua. Hal inilah yang sering dilakukan oleh banyak wanita, yakni membanding-bandingkan keluarga. Sekali lagi, setiap keluarga memiliki karakter dan tradisi tersendiri. Oleh karenanya jangan biarkan kehormatan ibu mertua seakan diinjak-injak dengan membandingkan mereka dengan keluarga Mam sendiri.
“Maaf, kami sibuk, jadi kami tidak bisa datang ke rumah Ibu”
Meski Mam dan Ayah memang benar-benar sibuk, namun mengatakan hal ini sama juga dengan mengabaikan kehadiran ibu mertua. Bila ingin menolak ibu mertua, pastikan untuk memberikan alasan yang lebih menyenangkan sehingga beliau tidak akan merasa tersinggung karena dianggap tidak dibutuhkan lagi.
Menciptakan suasana yang kondusif dan rukun dalam kehidupan berkeluarga harus dimulai dari dalam diri. Untuk menciptakannya, berhubungan baik dengan ibu mertua adalah salah satu keharusan. Bila Mam cerdas menguasai keadaaan sehingga ibu mertua akan berbalik menyukai Mam, tentu hal ini akan jadi sesuatu yang menggembirakan. Kuncinya, kenalilah ibu mertua sebaik mungkin.
Sudah siap bertemu dan berbincang dengan Ibu Mertua?







