Ini Tanda-Tanda Keluarga Mulai Stress

Stress bisa dialami oleh siapapun, termasuk keluarga. Saat keluarga mengalami stress, banyak hal buruk yang bisa terjadi. Keluarga yang awalnya selalu tersenyum dan bahagia tiba-tiba berhenti berkomunikasi.

Tentu hal ini tak bisa Mam dan keluarga biarkan begitu saja. Karena keluarga adalah tempat di mana Mam menghabiskan banyak waktu bersama dan Si Kecil tumbuh dan belajar. Untuk mengantisipasi serta mengatasi dampak buruk dari stress tersebut berikut tanda-tanda keluarga mulai mengalami stress yang harus Mam ketahui.

Susah Tidur

Pada tingkatan tertentu, stress sangat mungkin memicu insomnia (gangguan tidur). Jika keluarga Mam tengah mengalami stress, maka besar kemungkinan memejamkan mata saja menjadi perkara yang sulit. Hal ini juga akan membuat Mam dan keluarga menjadi semakin rewel, cemas dan stress pastinya.

Untuk mengatasinya, Tanya Altmann (dokter anak asal California) menyarankan untuk menjadwalkan tidur anak setengah jam lebih awal. Bukan hanya anak, Mam dan pasangan juga perlu untuk tidur setengah jam lebih awal agar mengurangi potensi insomnia.

Komunikasi Yang Buruk

Hal paling umum ketika mengalami stress adalah kondisi emosional yang tidak menentu. Hal ini dapat mendorong Mam untuk lebih sering berteriak terhadap pasangan dan anggota keluarga lainnya. Pada prosesnya, komunikasi antara Mam dan anggota keluarga bisa jadi semakin memburuk.

Untuk mengatasinya, Mam bisa mencoba untuk menurunkan volume suara menjadi lebih lembut untuk mendapatkan suasana yang lebih ringan. Cobalah mengambil tindakan seperti berpelukan dengan anggota keluarga untuk meredakan ketegangan yang ada.

Tidak Ikut Makan Malam dan Menyendiri

Ketika seorang anak tengah mengalami stress, biasanya ia akan melewatkan makan malam bersama untuk menghindari komunikasi dengan Mam dan anggota keluarga lainnya. Selain melewatkan makan malam bersama, ia biasanya juga lebih suka menyendiri seperti mengunci diri di kamar.

Yang perlu Mam dan pasangan lakukan adalah mengajak sang buah hati bicara dan mencoba mengomunikasikan apa yang sebenarnya ia rasakan. Berikan perhatian dan mulai memberikan contoh perilaku yang baik untuk ia contoh.

Kualitas Kekebalan Tubuh Menurun

Ketika stress melanda, sangat mungkin tubuh menjadi lebih rentan sakit. Hal itu diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat stress yang terlalu berat. Anak-anak Mam mungkin sering mengalami sakit perut atau mimpi buruk. Mam dan pasangan sendiri mungkin sering sakit kepada bahkan melewatkan deadline pekerjaan di kantor.

Hal-hal tersebut harus segera diatasi. Cobalah untuk lebih menjaga kebersihan diri seperti lebih sering mencuci tangan, olahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Mam dan keluarga juga perlu meluangkan waktu untuk menarik nafas dalam-dalam dan mendapatkan kejernihan pikiran kembali untuk menekan stress yang tengah dialami.

Itulah beberapa tanda bahwa keluarga Mam tengah mengalami stress dan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Apakah Mam tertarik untuk mencoba dan mengembalikan kebahagiaan dan keceriaan keluarga seperti sedia kala?

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :