Kapan Sebaiknya Mam Harus Egois Dalam Sebuah Hubungan?

Mam, egoisme memang terkadang menjadi salah satu pemicu dari retaknya suatu hubungan. Bagaimana tidak? Dari pengertiannya saja egois berarti keinginan untuk mementingkan diri sendiri. Secara umum sifat ini juga termasuk ke dalam sifat buruk manusia sama seperti rasa iri, dendam, amarah, dan juga benci. Mam, hubungan yang sehat adalah suatu hubungan yang dijalankan berdasarkan sifat saling memberi dan juga menerima.

Namun, apa jadinya kalau yang Anda dapatkan dalam hubungan hanyalah lebih banyak memberi daripada menerima? Dalam kondisi hubungan seperti ini mungkin menyelipkan sifat egois ke dalamnya bukan lagi menjadi suatu hal buruk. Mam, berikut waktu yang tepat kapan sebaiknya Anda perlu egois dalam menjalani suatu hubungan.

Kemandirian Anda

Pada awal-awal hubungan, mungkin Anda akan merasa kesulitan memberikan waktu untuk diri Anda sendiri dan juga kehidupan yang Anda miliki sebelum bertemu dengan pasangan Anda. Namun, agar bisa menjalani suatu hubungan yang langgeng, pasti perasaan ingin selalu bersama pasangan Anda menjadi lebih berkurang.

Anda akan cenderung lebih ingin menghabiskan waktu Anda lebih banyak dengan teman-teman, menikmati me time sepuasnya, lengkap dengan buku ataupun berendam di air hangat untuk mendapatkan posisi terbaik diri Anda dalam menjalankan hubungan. Hal ini memang terlihat egois, tetapi tidak ada salahnya dilakukan karena memang demi kebaikan diri Anda sendiri.

Kebahagiaan Anda

Jika suatu saat hubungan Anda membatasi diri Anda dari hal-hal yang bisa membuat diri Anda bahagia, sudah waktunya bagi Anda meninggalkan hubungan tersebut. Suatu hubungan memang seharusnya bisa meningkatkan kebahagiaan Anda bukan malah menjauhkan Anda dari kebahagiaan tersebut.

Saling berbagi kebahagiaan dengan seseorang yang kita sayangi memang penting, tapi bukan berarti Anda tidak boleh membatasi kebahagiaan Anda pada pasangan Anda saja. Terkadang Anda juga harus tetap memiliki kebebasan untuk menjelajahi dan merasakan kebahagiaan di luar hubungan Anda juga.

Impian dan juga Ambisi Anda

Hampir mirip dengan kebahagiaan, pastikan pula pasangan Anda tidak membatasi atau bahkan menghalangi diri Anda untuk mengejar impian serta menjalankan ambisi Anda. Dalam menjalani suatu hubungan, Anda tentu tidak ingin dihalang-halangi untuk mengejar impian Anda, benar? Oleh karena itulah, tidak ada salahnya kalau bersifat egois ketika pasangan Anda mulai menghalangi dan membatasi impian Anda. Selama impian dan ambisi itu positif, Anda memiliki hak untuk bersifat egois dan tetap mengejarnya hingga dapat.

Hak Anda untuk Didengar

Pendapat Anda merupakan kekuatan Anda. Melalui suara atau pendapat Anda bisa membagikan apa saja yang Anda pikirkan ke dunia, menyuarakan apa yang Anda percaya, dan juga berjuang untuk diri sendiri. Dalam menjalankan suatu hubungan, pastikan dalam hubungan tersebut tumbuh rasa aman dan percaya yang besar ketika ingin berpendapat. Sudah menjadi hak Anda untuk merasa aman dalam mengutarakan dan menyuarakan pikiran dan apa yang Anda percaya kapanpun, termasuk ke dalam hubungan Anda.

Mam, itulah penjelasan mengenai kapan seharusnya sifat egois bisa dilakukan dalam suatu hubungan. Sifat egois boleh saja termasuk ke dalam sifat yang buruk, tetapi ketika hak kita sudah dilanggar oleh orang lain sudah saatnya Anda menggunakan sifat tersebut demi menyelamatkan diri Anda sendiri. Ketika dalam menjalani hubungan dan merasa terlalu banyak yang berubah diri Anda, ingatlah kalau Anda juga pantas untuk dicinta apa adanya oleh orang lain dan juga diri Anda sendiri setiap harinya.

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :