Kesalahan Ayah yang Sering Tidak Disadari

Manusia memang tidak bisa luput dari kesalahan, tetapi kalau kesalahan yang sama dilakukan secara berulang, orang lain pun bisa lelah menghadapinya ya, Mam? Hal tersebut bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Ayah. Mam mungkin masih bisa mentoleransi apabila Ayah melakukan kesalahan tertentu sekali atau dua kali, tapi kalau terus-terusan pun Mam bisa merasa kesal. Parahnya, Ayah sering kali tidak menyadari kesalahannya tersebut. Apa saja kesalahan Ayah tersebut, ya? 

Terlalu Dominan

Di dalam rumah tangga, Ayah berperan sebagai kepala keluarga. Ibarat kapal, Ayah lah yang menjadi nahkoda dan mengarahkan setirnya. Meski begitu, bukan berarti Ayah harus mendominasi hubungan. Sebagai seorang suami, Ayah harus memperlakukan Mam dengan posisi yang sejajar. Ayah harus melibatkan Mam dalam setiap pengambilan keputusan yang terkait dengan kepentingan keluarga. Pendapat dan masukan Mam memiliki nilai yang sama penting dengan Ayah.

Hanya Mengandalkan Kehadiran Fisik

Senangnya jika Ayah bisa pulang kerja lebih cepat dan menghabiskan waktu lebih lama bersama keluarga! Meski begitu, Mam perlu ingat bahwa kehadiran fisik saja tidaklah cukup. Ayah juga harus “hadir” secara emosional. Jangan sampai Mam dan Ayah duduk berdampingan namun justru sibuk dengan gadget masing-masing di genggaman. Ajak Ayah untuk melakukan me-time berdua, misalnya sesederhana menonton televisi sambil menikmati camilan atau makan malam di restoran. Selama Mam dan Ayah menikmatinya, hubungan pernikahan pasti akan terasa hangat.

Kurang Menghargai

Menghargai pasangan tidak harus dilakukan dengan cara yang mewah. Ucapan terima kasih dari Ayah pun sebenarnya sudah cukup menjadi bentuk penghargaan yang istimewa. Perbuatan memang lebih “berbicara” banyak daripada sekadar kata-kata, tetapi hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan bagi Ayah untuk tidak mengucapkan terima kasih kepada Mam, entah ketika Mam baru saja mengambilkan makan malam, membelikan snack kesukaan, dan lain sebagainya. Saling menghargai merupakan salah satu kunci dari hubungan pernikahan yang sehat dan bahagia.

Tidak Mendengarkan

Mam, mendengar tidak sama dengan mendengarkan, lho. Mendengarkan melibatkan perhatian lebih sehingga memunculkan rasa simpatik dari dalam diri. Terkadang, Mam butuh melampiaskan emosi atau sekadar bercerita tentang aktivitas sehari-hari. Siapa lagi yang akan Mam tuju jika bukan Ayah? Nah, Ayah harus memiliki kemampuan untuk mendengarkan dengan baik, bukan hanya sekadar mendengar. Jika Ayah terlihat tidak acuh karena terlalu seru melakukan pengerjaan lain, tidak ada salahnya bagi Mam untuk menegurnya dan mengungkapkan isi hati Mam secara baik-baik.

 

Apakah ada salah satu di antara kesalahan-kesalahan tersebut yang kerap dilakukan oleh Ayah, Mam? Jika iya, ini saat yang tepat bagi Mam untuk menegur Ayah agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sampaikan teguran dengan cara yang baik dan ketika mood Ayah sedang baik. Semoga Ayah tidak lagi melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang ya, Mam!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :