Saat ini mungkin pengeluaran keluarga sedang bertambah. Harga bahan pokok yang mulai naik menjadi masalah ketika uang belanja tambahan dari Ayah tidak kunjung Mam dapatkan. Hal ini membuat Mam harus sedikit lebih memutar otak untuk mendapat uang belanja lebih. Satu-satunya cara adalah dengan meluangkan sejumlah waktu untuk meminta pemasukan lain dari Ayah.
Namun, masalah uang adalah masalah yang paling sensitif dalam urusan rumah tangga. Tak jarang, hanya meminta uang tambahan saja dapat berujung pada pertengkaran rumah tangga. Oleh karenanya, banyak istri yang merasa ragu untuk meminta tambahan uang belanja dan akhirnya semakin pusing membatasi pengeluaran tiap bulannya.
Lalu, bagaimanakah cara yang tepat untuk meminta uang belanja tambahan dari Ayah?
Luangkan Waktu untuk Berbicara dengan Ayah
Hal pertama yang harus Mam lakukan adalah meluangkan waktu untuk berbicara dengan Ayah. Pastikan Mam tahu jadwal Ayah dan tentukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini. Mam tentu tahu kapan Ayah punya waktu yang luang. Ungkapkan keinginan Mam di saat tersebut.
Hindari mengungkapkan sesuatu yang sensitif ketika Ayah baru pulang kerja atau ketika akan tidur. Banyak istri yang melakukan kesalahan ini. Dua waktu tersebut adalah waktu di mana perasaan hati Ayah sangat tidak kondusif. Pulang kerja, tentu rasa lelah akan menghinggap di dalam tubuh Ayah. Rasa kantuk yang amat sangat tidak akan membantu Ayah untuk berpikir jernih. Ketika nonton TV atau sedang ngobrol santai adalah salah satu waktu yang tepat untuk mengatakan keinginan Mam.
Ungkapkan Tujuan Mam Meminta Uang Tambahan
Jangan pernah berbelit-belit dalam mengatakan maksud dan tujuan Mam ketika meminta uang belanja. Langsung saja katakan dan hindari menggunakan kode. Ayah tidak akan paham bila Mam tidak mengungkapkan yang sesungguhnya. Apapun uneg-uneg yang ada di pikiran Mam, ungkapkan saja. Tidak boleh ada yang tertambat di hati. Sebagai sepasang suami istri, keterbukaan adalah hal yang harus dipenuhi untuk menciptakan suasana rumah tangga yang kondusif.
Setelah mengungkapkan apa yang jadi keinginan Mam, katakan juga apa yang jadi alasan Mam meminta hal tersebut. Pria adalah manusia yang mengandalkan logika. Bila Mam tidak memberikan alasan yang jelas, bukan tidak mungkin Ayah akan menganggap bahwa Mam terlalu boros membelanjakan uang. Bicarakan bahwa memang bahan pokok sedang naik. Bila perlu, catat harga-harga belanjaan sebagai bukti bahwa memang kenaikan harga bahan pokok tidak dapat Mam hindari.
Jangan Ragu Tentukan Nominal yang Mam Inginkan
Tak ada salahnya untuk mengungkapkan nominal yang Mam inginkan. Bukan bermaksud untuk perhitungan, namun hal ini perlu untuk Mam ungkapkan. Hal ini juga akan membantu Ayah untuk memperhitungkan pengeluaran Ayah. Tentu Ayah punya hitungan tersendiri agar dapat mengatur pengeluarannya.
Ayah mungkin akan menawar nominal yang Mam minta. Wajar saja hal tersebut terjadi, karena memang permintaan Mam tidak ter-budget. Namun jangan marah apabila permintaan Mam hanya dikabulkan setengah dari yang Mam inginkan.
Dengarkan Apa Pendapat Ayah
Ada kemungkinan juga bahwa Ayah akan menolak keinginan Mam untuk minta uang bulanan tambahan. Gaji Ayah mungkin baru bisa memberikan Mam sebagian kecil uang bulanan yang Mam inginkan. Meski begitu, jangan lantas Mam merasa kecewa. Dengarkan apa pendapat Ayah ketika mengungkapkan apa yang jadi alasannya menolak keinginan Mam.
Tentu ada jawaban dari persoalan ini. Bila memang penghasilan Ayah kurang mencukupi, ini saatnya Mam membantu menambah penghasilan baru dengan membuka usaha sendiri. Jadi istri mandiri tentu akan sangat membantu Ayah.
Itulah beberapa tips yang tepat untuk meminta uang belanja bulanan kepada Ayah. Bila mengalami penolakan, Ayah pasti memiliki alasan di balik hal tersebut. Jangan biarkan hal tersebut membuat Mam jengkel dan marah. Jadikan ini semangat untuk membangun usaha baru agar mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kenapa harus meminta bila Mam mampu mendapatkan pemasukan sendiri?







