3 Posisi Sex yang Harus Mam Hindari Saat Mengandung

Ketika Mam megandung, menjadi sangat lumrah apabila Mam menghabiskan seluruh energi yang Mam miliki untuk fokus pada proses tumbuh-kembang Si Kecil. Padahal, menjaga kesehatan dan keharmonisan hubungan antara Mam dan sang suami juga tetap penting untuk dilakukan, salah satunya dengan tetap melakukan hubungan seks.

Jika Mam cenderung menghindari seks ketika mengandung karena takut akan mencederai bayi, maka sebenarnya Mam tidak sendirian. Banyak juga ibu hamil yang merasa demikian. Padahal sebenarnya, seperti dikutip dari situs web Baby Center, pasangan yang bercinta saat sang istri sedang hamil tidak akan membuat Si Kecil dalam kandungan sakit.

Ibu hamil telah dilengkapi dengan kantung ketuban (amniotic sac) dan otot rahim yang kuat yang berguna untuk melindungi bayi. Lagipula saat Mam dan suami bersenggama, penis tidak akan melampaui vagina, membuat Si Kecil dalam kandungan tidak akan merasa sakit. Selain itu, terdapat pula lendir tebal yang mengunci leher rahim yang membantu agar ibu hamil terhindar dari infeksi.

Secara umum, posisi sex paling aman untuk dilakukan ketika Mam sedang mengandung adalah doggy style, spooning, atau woman on top. Namun yang tidak kalah penting, ada juga beberapa posisi yang sebaiknya Mam hindari. Posisi tersebut berbeda-beda sesuai dengan berapa usia kehamilan Mam, berikut penjelasan detailnya:

  1. Trisemester pertama

Periode waktu trisemester pertama adalah periode yang tepat untuk berhubungan seksual, bahkan bisa dibilang semua posisi masih boleh dilakukan jika usia kehamilan Mam masih dalam trisemester pertama. Selain untuk merehatkan pikiran dan tubuh akibat mual dan pusing di minggu-minggu awal kehamilan, perut Mam yang belum terlalu membuncit, hormon yang berangsur meningkat, payudara serta seluruh bagian tubuh yang terasa lebih sensitif akan membuat hubungan seksual terasa lebih menyenangkan. Walaupun demikian, hindarilah posisi sex yang terlalu kuat atau kasar. Hindari juga anal sex karena akan meningkatkan kemungkinan infeksi yang ditularkan dari rectum ke vagina (apalagi jika anal sex diikuti oleh vagina sex).

  1. Trisemester kedua

Jika Mam sudah mengandung selama 13-27 minggu, itu berarti Mam telah memasuki periode trisemster kedua. Pada periode ini, Mam tidak akan merasa mual atau pusing seperti di minggu-minggu awal kehamilan, membuat Mam lebih antusias untuk berhubungan sex meskipunn perut sudah mulai membuncit. Apalagi, Mam akan merasakan SI Kecil yang masih dalam kandungan ketika Mam mengalami orgasme. Hanya saja, usahakan untuk menghindari posisi dimana Mam harus berada di punggung (missionary position). Posisi ini akan membuat pembuluh darah utama Anda terperat, mengakibatkan aliran darah ke plasenta menjadi lebih lambat.

  1. Trisemester ketiga

Masih sama seperti saat trisemester kedua, posisi yang harus dihindari saat usia kehamilan Mam masuk ke periode trisemester ketiga adalah missionary position. Selain itu, hindari juga posisi yang mengharuskan Anda melakukan penetrasi yang dalam. Selain itu, mengingat trisemester ketiga adalah masa dimana perut Mam sudah sangat besar dan seringkali terjadi beberapa kondisi seperti: kebocoran cairan amnion, pendarahan, nyeri punggung, dan kram, maka lebih baik Mam tidak melakukan hubungan seksual empat minggu sebelum perkiraan hari dimana Anda akan melahirkan.

Selain menghindari ketiga posisi sex diatas saat mengandung, sang ayah juga sebaiknya menggunakan kondom. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari terhindar dari risiko penyakit menular seksual yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi pada Mam dan Si Kecil yang belum lahir. Atau jika Mam mengalami kondisi seperti: persalinan prematur pada kehamilan Mam sebelumnya, air ketuban pecah, menderita inkompetensi serviks (cervical incompetence), atau mengalami plasenta previa, maka sebaiknya Mam tidak berhubungan sex terlebih dahulu.

 

Baca juga:

Resep Camilan Dan Kudapan Nikmat Masak Dalam Sekejap

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :