Begini Efek 6 Detik Pelukan ke Suami

Jika bertanya soal “kapan terakhir Anda memeluk pasangan Anda?” pada sepasang muda-mudi yang baru saja menikah, maka mereka akan menjawabnya dengan cepat tanpa harus berpikir panjang. Erat kemungkinan jika suami-istri baru tersebut baru berpelukan sesaat sebelum mereka tidur, atau mungkin juga di pagi hari saat mereka baru membuka mata. Namun, lain kondisi jika pertanyaan yang sama ditanyakan kepada pasangan suami-istri yang notabenenya telah menikah belasan, bahkan puluhan tahun. Akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengingat-ingat sehingga pertanyaan “Kapan terakhir Anda memeluk pasangan Anda?” bisa dijawab dengan baik.

Pasangan suami-istri yang sudah lama menikah memang cenderung melupakan momen-momen romantis mereka, apalagi untuk sekedar berpelukan satu sama lain. Walaupun sebuah tindakan yang sederhana, berpelukan adalah salah satu cara efektif untuk membuat seseorang merasa lebih baik. Bahkan dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Kompas online, berpelukan terbukti dapat menurunkan stress dan beberapa manfaat kesehatan lainnya, seperti: meningkatkan kesehatan tubuh, menghilangkan rasa nyeri, dan menurunkan tekanan darah.

Menariknya, beberapa studi menjelaskan bahwa pelukan akan berdampak efektif ketika terjadi lebih dari 6 detik. Jadi, jika selama ini pelukan Mam ke suami hanya berupa pelukan terburu-buru, maka sebenarnya Mam tidak sedang memberikan manfaat apapun ke dalam pelukan tersebut. Oleh sebab itu, peluklah suami Anda selama lebih dari 6 detik, dan empat efek ini akan didapat:

  1. Meningkatkan kebahagiaan

Saat memeluk seseorang, hormon oksitosin yang bertanggung jawab dalam mempererat hubungan seseorang akan dilepaskan ke dalam aliran darah. Pelepasan oksitosin inilah yang bisa meningkatkan tingkat kebahagiaan seseorang. Namun, pelukan yang singkat tidak akan menstimulasi tubuh untuk memroduksi oksitosin. Hanya pelukan yang berlangsung selama lebih dari 6 detiklah yang bisa merangsang oksitosin dan hormon-hormon baik lainnya, seperti serotonin misalnya.

  1. Mengurangi stress

Masih karena pelepasan oksitosin yang meningkatkan kebahagiaan seseorang, maka hal tersebut juga secara tidak langsung berdampak pada menurunya rasa stress seseorang. Selain itu, berpelukan selama lebih dari 6 detik juga akan merangsang hormon dopamine yang bisa meningkatkan libido, membuat seseorang yang telah lelah seharian bekerja menjadi lebih rileks setelah dipeluk.

  1. Menjauhkan dari segala penyakit

Dikutip dari situs web theAsianparent, semakin lama waktu berpelukan Anda, maka semakin berkualitas juga pelukan terebut. Memeluk seseorang lebih dari 10 detik dan menurunkan risiko penyakit yang ditimbulkan akibat stress, seperti tekanan darah dan denyut jantung, dan meningkatkan sistem kekebalan imun tubuh.

  1. Memperat hubungan

Hormon oksitosin yang dilepaskan saat berpelukan adalah hormon yang sama diproduksi saat Mam memberikan ASI kepada Si Kecil. Oleh sebab itu, sebagaimana hubungan ibu dan anak terbangun saat sang ibu memberikan ASI kepada anaknya karena adanya produksi hormon oksitosin, maka begitu pulalah hubungan yang terbangun antar dua orang yang saling berpelukan.

Karena manfaat-manfaat di atas, maka dekati orang-orang kesayangan Mam, dan peluklah mereka sedikitnya selama 6 detik. Tidak hanya kepada suami, Mam juga bisa memeluk anak-anak Mam dan rasakan kehangatan tubuh mereka di lengan Mam. Sambil memeluk Si Kecil, sesekali tenggelamkan hidung Mam dalam rambut mereka. Perilaku sederhana ini bisa membuang mood jelek Anda secara seketika. Jika sentuhan secara fisik bukanlah kebiasan keluarga Mam, maka inilah saatnya untuk menjadikannya bagian dari rutinitas Anda dan keluarga!

 

Baca juga : 

4 Metode Melatih Anak Belajar Membaca

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :