Cara Mengatasi Suami yang Emosional

Tiap manusia pasti memiliki sisi emosionalnya masing-masing, begitu juga dengan Ayah. Apabila mungkin wanita cenderung meluapkan emosi melalui tangisan, umumnya kaum pria jadi lebih mudah marah. Pemicunya pun bermacam-macam, bisa karena ada masalah kerjaan atau mungkin merasa belum dapat memenuhi kebutuhan keluarga secara maksimal.

Ketika Ayah mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa ia sedang mengalami momen emosional, jangan sampai Mam juga ikut emosi, ya. Sebaiknya lakukan saja cara-cara di bawah ini untuk menghadapinya.

Hindari Berteriak

Saat seseorang sedang emosi, ada banyak pilihan cara yang bisa ia lakukan untuk melampiaskannya. Nah, apabila nada bicara suami cenderung berteriak, usahakan untuk tidak membalasnya dengan berteriak juga ya, Mam. Hal ini hanya akan memperparah situasi. Jika dibalas dengan berteriak, bisa-bisa baik emosi Mam dan Ayah semakin memuncak dan berisiko melakukan hal-hal yang Mam dan Ayah sesali nanti. Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan untuk menjaga pikiran Mam tetap jernih. Coba ajak Ayah untuk membicarakan masalah dari hati ke hati.

Beri Waktu Sendiri

Jika suami masih enggan untuk menceritakan tentang masalahnya, jangan paksakan. Ini adalah saat bagi Mam untuk memberikan waktu kepada Ayah agar ia dapat menyendiri. Tenang, bukan berarti Mam tidak perhatian kepada Ayah, kok. Namun, dengan memberi waktu untuk menyendiri, Ayah bisa mencoba untuk menjernihkan pikiran atau bahkan memikirkan solusi atas masalah yang sedang ia hadapi. Di sisi lain, Mam juga bisa memanfaatkan momen ini untuk ikut merilekskan pikiran agar tidak ikut terbawa emosi.

Coba Tenangkan Suami

Setelah menghabiskan waktu sendiri, biasanya kondisi emosi seseorang akan jauh lebih baik dan tenang. Inilah saat yang tepat bagi Mam untuk kembali mendekati Ayah. Apabila perlu, Mam bisa membawakan makanan atau minuman kesukaannya. Coba tanyakan bagaimana perasaannya sekarang. Sambil melakukan hal tersebut, Mam bisa mengusap-usap punggung Ayah atau memijit kakinya. Dengan begitu, perasaan Ayah bisa semakin tenang dan mood-nya kembali membaik.

Dengarkan Keluhannya

Dengan emosi yang sudah jauh lebih tenang dan mood membaik, idealnya Ayah sudah siap untuk menceritakan masalah yang membuatnya emosi. Kini saatnya Mam menjadi pendengar yang baik bagi Ayah. Biarkan Ayah bercerita hingga selesai, jangan menginterupsinya. Jika dari cerita tersebut diketahui ternyata Ayah yang berbuat salah, tahan diri Mam untuk tidak mengguruinya apalagi memojokkannya. Jangan sampai emosi Ayah kembali meninggi karena Mam memberikan reaksi yang kurang sesuai dengan kondisi.

Beri Pendapat Jika Diminta

Yang Ayah butuhkan saat ini adalah teman untuk berbagi cerita dan keluh kesah, Mam. Mam mungkin memiliki niat baik untuk membantu Ayah menyelesaikan masalah apa pun yang sedang dihadapinya saat ini. Namun, sebaiknya Mam tidak memberikan pendapat atau masukan jika Ayah memang tidak memintanya. Jika tetap dilakukan, bisa-bisa Ayah merasa sedang digurui dan hal tersebut bisa memengaruhi kondisi emosinya yang sudah membaik.

Jika pada suatu titik Mam merasa tersinggung atau sakit hati terhadap sikap Ayah saat emosi, jangan segan untuk memberitahukannya. Tentunya tunggu hingga kondisi Ayah mulai tenang, ya. Dengan begitu, Ayah pun bisa introspeksi diri agar menghadapi segala sesuatunya dengan tenang.

 

Baca Juga: 

Bijak Menggunakan Gadget Untuk Ibu

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :