Seks Sehat Seharian?

Hubungan seksual sering disebut-sebut sebagai salah satu faktor kelanggengan dan keharmonisan rumah tangga. Tentu ini bukanlah satu-satunya faktor yang menjamin rumah tangga bahagia, karena masih banyak faktor lainnya. Nah, frekuensi seks pasangan suami istri juga pastinya berbeda bagi setiap pasangan dan dipengaruhi oleh berbagai hal. Seberapa sering harusnya kamu dan pasangan berhubungan seks? Berikut informasinya!

Frekuensi seks sehat

Sebuah studi menganjurkan agar seks dilakukan 2-3 kali dalam seminggu. Karena, apabila dilakukan terlalu sering akan mengganggu kualitas sperma dan beban kerja prostat akan berlebih. Sperma sendiri diproduksi setiap 3 kali sehari, sehingga apabila dilakukan setiap hari maka cairan sperma yang diproduksi akan kurang optimal.

Namun, setiap pasangan sebenarnya memiliki frekuensi yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya usia. Pasangan berusia 18-29 tahun biasanya melakukan seks setidaknya 84 kali dalam setahun atau dua kali dalam seminggu. Semakin tua usia, frekuensi seks semakin menurun pula. Pasangan yang berusia 40-an misalnya, memiliki frekuensi hubungan seks 63 kali dalam setahun atau sekitar sekali dalam seminggu.

Sementara untuk pasangan berusia 70 tahun, frekuensi hubungan seks hanya 10 kali setahun. Tentu saja prediksi ini bukanlah patokan keharmonisan dan mungkin frekuensi hubungan seks-mu lebih kecil atau bahkan lebih besar. Semakin menurunnya frekuensi hubungan seksual yang dilakukan pasangan akibat faktor usia menurut ahli juga tidak menyebabkan seks tidak lagi dapat dinikmati.

Bagaimana jika berhubungan seks dibawah rata-rata frekuensi?

Semua bergantung pada masing-masing pasangan. Faktanya, banyak pasangan yang melakukan hubungan seks kurang dari 10 kali setahun merasa baik-baik saja karena tidak menjadikan seks sebagai prioritas utama. Frekuensi ini bisa jadi masalah apabila pasangan masih berusia muda namun tidak tertarik secara seksual karena beberapa hal.

Misalnya akibat kebencian yang masih ada akibat masalah tertentu, kurangnya keintiman secara emosional, berkurangnya ketertarikan fisik, perbedaan minat seksual, dan sebagainya. Kurangnya minat seksual mungkin saja hasil dari kondisi psikologis seperti depresi, kecemasan, obat-obatan, atau kecanduan alkohol, dan sebagainya. Jika ada masalah yang memengaruhi frekuensi berhubungan seksual, sebaiknya segera lakukan konseling pasangan untuk mengatasinya.

Tips meningkatkan frekuensi seks

  1. Mungkin cara ini terdengar tidak romantis, namun jika kamu dan pasangan menyisihkan waktu dan berkomitmen melakukannya pada waktu yang ditentukan, hal itu dapat jadi momen yang dinantikan. Kamu juga bisa merencanakan mandi santai dan pijat bersama sebagai pemanasan.
  2. Coba cara baru. Menganjurkan cara baru berhubungan seksual yang selama ini mungkin kamu inginkan bisa mendorong hubungan seksual yang lancar dan nyaman. Terbukalah pada pasangan untuk kembali mendapatkan gairah seksual.
  3. Lakukan di lokasi yang baru. Mungkin kamu bosan dengan suasana rumah, atau bahkan memilih banyak halangan seperti anak kecil yang membuatmu khawatir. Coba saja pergi ke luar seperti memesan kamar hotel untuk menciptakan momen lebih romantis dan spesial

Pastikan frekuensi seks-mu bersama pasangan terasa nyaman dan membahagiakan, ya. Semoga bermanfaat!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :