Pertolongan Pertama Bila Ibu Hamil Mengalami Flek

Flek (spotting) atau keluar bercak darah dari kemaluan wanita menjadi salah satu hal yang ditakuti oleh Ibu hamil. Meski sering dianggap wajar, sebaiknya Anda jangan menganggapnya sepele ya, Mam. Ibu hamil bisa mengalami flek kapan saja, bisa pada trimester pertama, kedua, dan ketiga. Pada masing-masing trimester tersebut, biasanya flek menandakan beberapa gangguan kehamilan.

Flek pada trimester pertama, dapat menandakan adanya hal serius pada kehamilan Anda, seperti:

  • Kehamilan ektopik, yaitu menempelnya sel telur yang telah dibuahi di luar rahim.
  • Kehamilan anggur atau kehamilan mola, yaitu tidak terbentuknya plasenta janin secara sempurna.
  • Kelainan leher rahim, yaitu bisa berupa kanker rahim atau polip.
  • Blighted ovum, yaitu gagalnya embrio berkembang secara sempurna .
  • Keguguran janin (abortus), biasanya keluarnya darah disertai dengan rasa nyeri pada perut.

Flek pada trimester kedua dan ketiga, dapat menjadi tanda dari beberapa gangguan kehamilan berikut:

  • Infeksi pada leher rahim atau kemaluan Ibu hamil.
  • Luka pada leher rahim.
  • Kelainan plasenta atau mioma (plasenta previa).
  • Partus prematur, yaitu kontraksi rahim yang disebabkan pelebaran rahim pada usia kehamilan 20-37 minggu.
  • Ablasio plasenta, yaitu lepasnya plasenta dari perlekatannya.
  • Keguguran.

Mengetahui bahaya flek pada kehamilan di atas, sebaiknya perlengkapi pengetahuan Anda dengan informasi mengenai pertolongan pertama yang dibutuhkan jika Anda mengalami flek.

  1. Gunakan pembalut
    Untuk mengetahui jumlah darah yang keluar, Anda perlu memakai pembalut. Perhatikan kebersihan pembalut yang Anda pakai ya, Mam.
  1. Istirahat total (bedrest)
    Jika Anda mengalami flek, segera hentikan segala aktivias Anda dan beristirahatlah total dengan tenang. Dengan beristirahat, akan memberikan kesempatan plasenta untuk melindungi rahim dan mengurangi risiko keguguran. Saat beristirahat, usahakan untuk berbaring dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki. Posisi ini bertujuan untuk menghambat kaluarnya darah (flek).
  1. Menambah asupan cairan
    Minum air putih dan jenis cairan sehat lainnya sangat Anda butuhkan saat mengalami flek. Cairan di dalam tubuh ini akan mengurangi kontraksi yang terjadi di dalam rahim yang menjadi salah satu penyebab timbulnya flek.
  1. Mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat
    Asam folat bermanfaat melindungi rahim sehingga dapat mengurangi risiko flek. Anda dapat mengonsumsi makanan dengan sumber alami asam folat, seperti alpukat, brokoli, jeruk, dan lainnya. Selain mengonsumsi asam folat, Anda juga wajib mengonsumsi makanan bernutrisi untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan janin.
  1. Hindari aktivitas yang dapat memperburuk flek
    Selain menghindari aktivitas yang menyebabkan kelelahan berlebihan, sebaiknya Anda juga tidak melakukan beberapa hal yang dapat memperburuk flek, seperti memakai high heels, melakukan hubungan seksual, mengonsumsi alkohol atau jenis makanan lainnya yang dapat mengganggu rahim.

Pertolongan pertama di atas hanya bersifat sementara. Jika volume flek makin bertambah, segera periksakan ke dokter dengan melakukan pemeriksaan USG dan laboratorium. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kehamilan Anda. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Comments :