4 Masalah Kulit yang Terjadi Saat Hamil

Pada saat hamil, akan ada banyak perubahan yang terjadi pada diri Mam, terutama perubahan fisik. Salah satu perubahan fisik selain perut membesar, yang paling menonjol adalah kondisi kulit. Tak perlu khawatir, Mam, karena itu semua adalah imbas dari perubahan hormon yang merupakan proses alami. Berikut empat masalah kulit yang umum dialami oleh wanita pada saat hamil.

Flek Hitam pada Wajah

Mam yang sedang hamil pasti menyadari perubahan yang terjadi pada wajah dengan munculnya flek hitam. Flek hitam ini timbul karena meningkatnya hormon progesteron sehingga mendorong terjadinya pigmentasi pada kulit. Melanin atau bintik hitam pada wajah akan semakin parah jika Mam banyak terpapar sinar matahari karena sinar matahari juga menyebabkan pembentukan melanin. Karena penyebabnya adalah hormon, maka hal ini tidak bisa dicegah, tetapi Mam bisa menjaganya agar tidak semakin parah. Caranya, oleskan tabir surya di seluruh area wajah sebelum keluar rumah di siang hari. Ingat, jangan sembarangan membeli tabir surya. Mintalah saran terlebih dahulu ke dokter karena bahan-bahan kosmetik tertentu dapat menjadi bahaya jika digunakan saat hamil.

Area Kulit yang Menggelap

Kulit yang menggelap tak hanya terjadi di wajah, tetapi bagian tubuh lainnya. Perubahan hormon juga akan mengubah warna puting payudara menjadi lebih gelap, ketiak, paha, dan juga sekitar area kemaluan. Bahkan, kondisi ini bisa memunculkan tahi lalat baru bagi Mam yang sedang hamil. Ini disebut hiperpigmentasi.

Jerawat

Peningkatan hormon estrogen dapat memicu kelenjar sebum pada wajah untuk memproduksi minyak lebih banyak. Sebum adalah minyak wajah yang jika bercampur dengan debu dan kotoran bisa menyebabkan jerawat. Jika Mam sudah berjerawat sebelumnya, maka kondisi ini bisa lebih parah. Untuk mengatasinya, Mam bisa mengonsultasikannya ke dokter kulit. Dokter kulit akan memberi Mam obat jerawat yang aman untuk ibu hamil. Selain itu, Mam juga harus lebih rajin menjaga kebersihan muka agar terhindar dari minyak berlebih dan bakteri. Cuci muka sehari dua kali, jangan sampai lebih dari itu karena justru akan membuat kulit Mam kering.

Stretchmark

Tekanan tak hanya terjadi pada perut, tetapi juga payudara, lengan, dan paha. Jaringan kulit yang tertekan akan rusak sehingga memunculkan guratan-guratan halus berwarna putih sampai merah muda. Guratan ini tentunya menurunkan rasa percaya diri. Stretchmark akan semakin terlihat jika Mam memiliki kulit yang kering. Untuk mencegahnya, saat usia kehamilan muda, rawatlah kelembapan kulit secara rajin. Stretchmark tetap akan muncul, tetapi bisa diminalisir jika kulit Mam lembap.

 

Semua kondisi di atas pada umumnya akan sembuh dengan sendirinya setelah Mam melahirkan. Tentu semua butuh waktu, mungkin memerlukan beberapa bulan setelah melahirkan hingga semua masalah-masalah kulit di atas hilang. Kecuali stretchmark, Mam perlu perawatan khusus karena penyebab utamanya bukan hormon. Stretchmark dapat membekas hingga bertahun-tahun dan tidak bisa hilang dengan sendirinya.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :