5 Alasan Minggu Terakhir Kehamilan yang Terasa Agak Sedikit Mengganggu

Memasuki trimester ke-3 atau minggu-minggu terakhir kehamilan, mungkin perasaan Mam sudah campur aduk, mulai dari senang, gugup, terharu, dan juga tidak sabar karena ingin segera bertemu si kecil. Tidak sedikit para ibu hamil yang mengakui bahwa pada trimester ke-3 merupakan masa terindah saat hamil karena interaksi antar ibu dan janin semakin meningkat.

Tapi tidak sedikit pula yang mengaku kalau minggu-minggu terakhir kehamilan merupakan masa-masa paling mengganggu dan melelahkan. Mungkin memang terasa lebih melelahkan dari sebelumnya, tapi ada beberapa alasan yang berharga mengapa hal tersebut terjadi.  Mam, tahukah Anda apa alasan mengapa minggu terakhir kehamilan terasa sedikit mengganggu? Berikut penjelasannya.

Otak Bayi Berkembang Lebih Besar

Mam, pada minggu ke 35 dan juga 39 kehamilan, otak si kecil akan berkembang dan berukuran dua kali lebih besar dari sebelumnya. Selama minggu terakhir kehamilan, bayi Anda akan membentuk jaringan dan juga jalur otaknya yang kelak memegang peran penting dalam pembelajaran, pergerakkan, dan juga koordinasi tubuhnya setelah ia lahir.

Perkembangan Paru-paru yang Lebih Baik

Antara minggu ke 24 dan 28, bayi Anda akan memproduksi sebuah zat yang disebut dengan surfactant  yang bisa mencegah kantung udara pada paru-paru tidak saling menempel ketika ia pertama kali menghirup udara pertama kali. Tetapi ketika memasuki usia kandungan minggu ke 37 hingga 38 bayi akan membutuhkan dua kali lebih banyak bantuan pernapasan melalui ventilasi atau dosis surfaktan dibandingkan dengan bayi yang lahir pada minggu ke 39 hingga 41.

Oleh karena itulah pada minggu-minggu ini bayi Anda pun akan mengembangkan kemampuan paru-paru miliknya menjadi lebih baik. Sedangkan untuk bayi yang lahir sebelum minggu ke 37 biasaya akan diberikan zat surfaktan melalui sebuah ventilator.

Pembentukan Hati yang Lebih Baik

Sama seperti paru-paru dan otak, perkembangan hati juga semakin bertambah hingga usia kehamilan 39 minggu. Salah satu peran terpenting hati adalah untuk menyaring zat yang disebut dengan bilirubin (pigmen dari sel darah merah) dan juga aliran darah bayi. Pada bayi yang lahir sebelum minggu ke-38 kemungkinan ia tidak bisa memproses bilirubin secepat bayi yang lahir premature, sehingga ia pun berisiko lebih tinggi terkena penyakit kuning setelah lahir.

Kehilangan bulu Halus tubuh dan Membuang Kotoran

Bulu halus yang melindungi bayi di dalam rahim ibu disebut dengan lanugo dan ini pun membantu pembentukan vernix (sebuah zat lilin) yang menjaga dan melindungi kulit bayi Anda dari air ketuban selama ia berada di dalam. Banyak bayi yang menumpahkan sebagian besar rambut ke dalam cairan amnion sesaat sebelum lahir. Dan ya, bayi Anda pun secara terus menerus menelan cairan tersebut yang mengandung empedu, produk limbah dan sel yang sudah ia tumpahkan.

Banyaknya cairan yang ditelan olehnya kelak akan berakhir di dalam ususnya,  lalu kemudian menjadi meconium atau kotoran pertamanya.

Bertambah Berat

Pada minggu ke-35, bayi Anda akan mengalami kenaikan sekitar 250 gram dalam seminggu. Lapisan lemak yang bertambah ini akan membantu bayi Anda tetap hangat setelah ia lahir. Dadanya pun akan semakin terbentuk dan juga menonjol, sedangkan untuk bayi laki-laki maka tertikelnya pun akan terus turun.

Nah, Mam, Itulah beberapa alasan mengapa kehamilan minggu terakhir terasa agak sedikit mengganggu. Hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, melainkan semua organ dalam tubuh bayi semakin berkembang dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mam, sudah mempersiapkan apa saja untuk kelahiran Anda?

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :