5 Hal yang Harus Mam Lakukan pada Kehamilan Trimester Pertama

Pada saat usia kehamilan memasuki trimester pertama, biasanya Mam akan mengalami gejala-gejala yang kurang membuat Mam nyaman. Adanya perubahan hormon kewanitaan dan hormon kehamilan berimbas pada kondisi yang membuat Mam mengalami morning sickness, lelah, perubahan mood yang tak menentu, dan gejala kehamilan lainnya. Di usia ini pun, bisa dibilang janin dalam kondisi yang rentan karena sedang dalam proses perkembangan pertama. Bagi Mam yang baru pertama kali hamil, tak perlu bingung apa yang harus dilakukan ketika janin menginjak usia trimester pertama.

Check Up ke Dokter

Segera cek ke dokter kandungan. Dokter kandungan akan mencatat riwayat medis Mam dan melakukan serangkaian tes fisik untuk memastikan kondisi janin dan Mam baik-baik saja. Selain itu, dokter kandungan atau bidan akan bertanya banyak hal kepada Mam dan Mam juga tak perlu sungkan bertanya apa saja tentang kehamilan. Dokter kandungan ini yang akan menjadi teman curhat Mam selama masa kehamilan, jadi pastikan untuk memilih yang benar-benar bisa membuat Mam nyaman.

Menyiapkan Dana

Walaupun usia kehamilan masih muda, tak ada salahnya Mam mulai menyisihkan dana per bulan untuk biaya persalinan kelak karena persalinan memerlukan biaya yang tidak sedikit, apalagi jika Mam harus melakukan operasi tertentu. Sebelum persalinan pun, Mam memerlukan dana rutin per bulan untuk memeriksakan kandungan secara berkala, bukan? Untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi juga, Mam harus lebih ulet dalam menghitung ulang budget bulanan, ya!

Memperhatikan Asupan Makanan

Kurangi kebiasaan minum kopi, bila perlu hentikan sama sekali. Kondisi janin yang masih kecil dan rentan membuat Mam harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan karena tak hanya untuk Mam sendiri, makanan yang Mam konsumsi juga akan disalurkan ke janin. Perbanyak memakan makanan padat yang kaya nutrisi seperti buah alpukat, yogurt, pisang, cracker, dan roti gandum serta sayuran lainnya yang mengandung serat untuk meminimalisir terjadinya konstipasi.

Olahraga

Selama hamil pun olahraga juga perlu untuk dilakukan, tetapi Mam harus tetap memperhatikan jenis olahraga yang tidak membahayakan janin. Lakukan selama kurang lebih tiga puluh menit selama dua hari sekali. Olahraga ringan yang bisa dilakukan selama hamil adalah senam aerobik, tetapi dengan tempo yang tidak terlalu cepat, berenang, dan indoor cycling. Olahraga pada saat hamil dapat mengurangi rasa pegal-pegal pada punggung dan juga konstipasi. Selain itu, olahraga dapat membuat mood lebih baik, mengingat ibu hamil cenderung mengalami perubahan mood yang tidak menentu akibat perubahan hormon estrogen.

Konsumsi Vitamin

Beegitu Mam tahu sudah berbadan dua, sebaiknya segera mulai konsumsi vitamin prenatal untuk membantu perkembangan janin. Mengonsumsi vitamin prenatal di awal kehamilan terbukti mampu menurunkan risiko bayi mengalami cacat tabung saraf. Untuk mendapatkan manfaat vitamin secara langsung, bisa dengan memperbanyak asupan sayur dan buah-buahan. Namun, ingat, ada beberapa buah yang tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak ketika hamil, jadi lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan Mam.

 

Pada saat kehamilan awal, biasanya gejala yang diakibatkan oleh perubahan hormon menimbulkan beberapa kondisi yang kurang menyenangkan, seperti mual, mood yang sensitif, beser, pegal, yang kesemuanya ini bisa membuat depresi. Sebisa mungkin hindari diri dari depresi karena tidak baik untuk kesehatan janin. Pasalnya, trimester pertama kehamilan merupakan masa rawan janin mengalami keguguran. Karenanya, lakukan hal-hal yang dapat mendukung perkembangan dan kesehatan janin.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :