5 Kebiasaan Ibu Hamil Agar Melahirkan Bayi Cerdas, Mitos atau Fakta?

Siapa sih Mam di sini yang tidak ingin Si Kecil tumbuh menjadi anak yang pintar? Sebagai seorang ibu, pastinya Mam ingin Si Kecil tumbuh sehat dan cerdas. Ada yang mengatakan jika cerdas dimulai sejak bayi dilahirkan. Maka dari itu, beberapa cara di bawah ini bisa membantu Mam khususnya yang sedang hamil agar bisa memiliki anak yang terlahir cerdas.

  1. Asupan Makanan

Asupan makanan saat hamil menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh para ibu hamil. Ada beberapa jenis makanan untuk ibu hamil yang dipercaya bisa mencerdaskan janin sedari dalam kandungan. Jenis makanan yang mengandung omega 3 seperti seafood, ikan salmon, daging sapi, minyak ikan cod, susu sapi, dan sayuran dipercaya dapat memberikan nutrisi pada otak.

Jika otak janin mendapat asupan omega 3 yang cukup, maka saraf dan neuron bayi bisa berkembang dengan maksimal. Selain omega 3, makanan dengan protein yang tinggi dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan sel-sel serta hormone pada janin. Makanan berprotein tinggi yang bisa dicoba oleh ibu hamil adalah daging ayam, brokoli, gandum, dan udang. 

  1. Mengajak Janin Mengobrol

Beberapa ahli mengatakan bahwa bayi sudah bisa mendengar semenjak usia 16 minggu. Pada usia 27 minggu telinga dan otak bayi sudah mulai terkoneksi. Saat janin mendengar suara ibunya, maka denyut jantungnya akan bergerak aktif. Saat ritme jantungnya bergerak aktif inilah saat yang tepat bagi ibu untuk memberikan stimulasi kognitif. Stimulasi kognitif adalah saat dimana janin menyimpan kata-kata yang ia dengar.

Ada beberapa cara untuk mengajak janin mengobrol. Misalnya dengan pemilihan kata-kata positif yang diucapkan kepada janin. Hindari kata negatif seperti “jangan” nakal” dan “tidak bandel”. Lebih baik Mam menggunakan kata positif seperti “tumbuh pintar”, “jadi anak penurut”, dan “baik hati”.

  1. Dengarkan Musik Klasik

Kebiasaan memperdengarkan musik kepada bayi semenjak di dalam kandungan sudah banyak dipercaya bisa membuat bayi lebih cerdas. Musik klasik dipercaya lebih efektif untuk memberikan stimulasi afektif kepada janin. Musik klasik juga memiliki struktur nada dan tempo yang teratur sehingga mudah diterima oleh otak janin.

Ada dua cara yang bisa Mam lakukan untuk memperdengarkan musik kepada janin. Yang pertama dengan memainkan musik lewat speaker agar Mam dan Si Kecil bisa mendengarkan bersama. Atau yang kedua dengan cara meletakkan headset di dekat perut.

  1. Bacakan Cerita Dongeng

Membacakan dongeng kepada janin semenjak masih dalam kandungan dapat meningkatkan kecerdasan spiritual, intelektual, membangun kecerdasan emosi, kecerdasan berimajinasi, dan membentuk ketahanan mental. Dengan membacakan dongeng, janin juga bisa merasa lebih tenang karena sering mendengar suara ibunya. Mendongeng juga merupakan salah satu cara membangun komunikasi dan kepercayaan antara Mam dan Si Kecil.

  1. Mengelus Perut

Mengelus perut dapat menstimulasi fisik dan motoric janin semenjak ada di dalam kandungan. Bahkan bayi akan memberikan respons yang lebih intens saat diberikan sentuhan. Memberikan sentuhan di perut bisa dimulai semenjak usia kehamilan 8 minggu karena pada usia tersebut janin sudah bisa merasakan. Usapan di perut bisa menenangkan janin agar ia merasa nyaman dan tenteram. Selain itu, dengan memberikan usapan di perut akan membuat jaringan synaptogenesis pada otak janin semakin banyak. Jaringan ini mempengaruhi kecerdasan dan daya tangkap janin ketika sudah lahir.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :