Untuk mengontrol kehamilan, salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengonsumsi pil KB. Ketika baru pertama kali mengonsumsi pil KB, mungkin Mam akan mengalami rasa tidak nyaman seperti mual dan nyeri di sekitar payudara. Tak hanya saat pertama menggunakan, ketika berhenti memakai pun Mam juga akan mengalami beberapa efek samping. Berikut enam efek samping yang mungkin akan Mam alami ketika berhenti mengonsumsi pil KB.
Muncul Jerawat
Jerawat bisa disebabkan karena ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Mengonsumsi pil KB mampu menyeimbangkan hormon sehingga mampu menekan pertumbuhan jerawat. Jadi, ketika Mam berhenti mengonsumsi pil ini, maka keseimbangan hormon pun juga akan terganggu sehingga jerawat kembali muncul.
Berat Badan Menurun
Pada umumnya wanita yang mengonsumsi pil KB akan mengalami kenaikan berat badan. Jadi, jangan heran jika ada tetangga Mam yang dulunya memiliki tubuh langsing tapi semenjak mengonsumsi pil KB ia jadi bertambah gemuk. Biasanya, berat badan akan kembali turun ketika berhenti mengonsumsi pil KB.
Kram di Bagian Saluran Reproduksi
Pil KB bekerja dengan cara mencegah proses ovulasi. Ketika Mam berhenti mengonsumsinya, ovarium akan kembali melepaskan sel telur dan akibatnya, Mam akan mengalami rasa nyeri di bagian tersebut. Namun seharusnya proses ini tidak berjalan terus-menerus karena Mam hanya belum terbiasa.
Siklus Menstruasi Tidak Menentu
Berhenti mengonsumsi pil KB juga akan membuat siklus menstruasi Mam tidak menentu. Jika sebelum mengonsumsi pil KB menstruasi sudah tidak teratur, maka kemungkinan mengembalikan ke siklus normal juga akan sulit. Biasanya Mam akan memerlukan waktu beberapa bulan untuk membuatnya kembali normal. Ditambah jika Mam dulu mengalami rasa kram saat menstruasi, maka setelah berhenti mengonsumsi pil KB hal tersebut kemungkinan akan terjadi lagi.
Hamil
Ini adalah efek yang paling sering terjadi. Tujuan dari mengonsumsi pil KB adalah mencegah Mam hamil. Jika berhenti mengonsumsi tentu saja kehamilan akan terjadi. Namun, berapa waktu lamanya hal tersebut tergantung pada masing-masing kondisi wanita. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 96 persen wanita yang pernah mengonsumsi pil KB hamil dalam waktu satu tahun, bahkan ada yang hanya memerlukan waktu enam bulan.
Terlindung dari Risiko Kanker
Mengonsumsi pil KB selama beberapa tahun bisa memberikan dampak yang baik. Semakin lama Mam mengonsumsinya maka akan semakin sedikit risiko Mam terkena kanker ovarium dan endometrium. Begitu Mam berhenti mengonsumsi pil ini, hal tersebut tidak serta merta membuat Mam berisiko mengalami kanker, karena perlindungan masih tetap akan berjalan.
Kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Oleh sebab itu, efek samping yang dialami ketika berhenti mengonsumsi pil KB pun juga tidak sama. Ada yang mengalami jerawat, ada yang tidak. Ada yang cepat hamil dan ada yang harus menunggu lebih lama. Walau bagaimanapun juga, tubuh memerlukan adaptasi untuk kembali ke kondisi semula. Semoga bermanfaat!







