7 Manfaat Bicara dengan Si Kecil dalam Kandungan

Hamil adalah waktu yang paling menyenangkan. Ketika hamil tua, mungkin Mam suka untuk mempersiapkan kelahiran bayi dengan berbelanja pakaian hingga mempersiapkan kamar bayi lengkap dengan mainannya. Mungkin kebanyakan Mam lupa untuk berbicara dengan Si Kecil ketika masih berada dalam kandungan. Para ahli mengemukakan bahwa berbicara dengan bayi yang masih dalam kandungan mampu memberikan sejumlah dampak yang baik bagi perkembangan bayi. Berikut ini beberapa manfaat bicara dengan Si Kecil dalam kandungan yang wajib Mam ketahui. 

Membantu Menstimulasi Indera Pendengaran

Indera pendengaran bayi terbentuk sejak usia kehamilan 14 minggu, dua minggu sebelum trimester kedua. Saat inilah dimana dokter kandungan dan para ahli menganjurkan Mam untuk berkomunikasi dengan bayi dalam kandungan. Pasalnya, dengan berbicara pada bayi dalam kandungan mampu memberikan stimulasi kepada indera pendengaran serta membangun koneksi jaringan syaraf ke otak khususnya jaringan syaraf pendengaran. Tak hanya berbicara, memperdengarkan lagu atau menyanyikan lagu nina bobo juga memberikan dampak yang sama. 

Membantu Perkembangan Kemampuan Berbicara

Berbicara dengan bayi dalam kandungan juga mampu membantu bayi terbiasa untuk mendengar kata-kata baru sehingga bayi akan belajar berbicara dan mempelajari suatu bahasa dengan lebih baik dan cepat. Uniknya, ketika Si Kecil telah lahir dan Mam masih melakukan hal yang sama, otak bayi akan mengingat dan mengumpulkan kata-kata yang telah Mam ucapkan hingga dialek yang Mam gunakan. Tidak heran jika Si Kecil nanti mampu berbicara lebih cepat dari anak-anak seusianya.

Membangun Rasa Keamanan

Mam mungkin sudah yakin bahwa Mam melakukan hal yang tepat selama hamil untuk menjamin kesehatan bayi dalam kandungan, termasuk makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, hingga senam hamil. Meski rahim merupakan tempat yang aman bagi bayi, rahim juga tempat yang sangat sepi. Ketika Mam berkomunikasi dengan bayi di dalam kandungan, dia akan merasa lebih aman dan nyaman. Menurut ahli, bayi dalam kandungan cenderung merasa aman dan nyaman di dalam perut sang ibu apabila mendengar suara ibunya.

Membangun Keahlian Menjadi Orang Tua

Tidak ada orang yang akan mengajarkan Mam bagaimana menjadi orang tua. Keahlian menjadi orang tua hanya dapat Mam pelajari ketika Mam telah menjadi orang tua. Meski demikian, berbicara dengan bayi dalam kandungan juga memberikan dampak positif terhadap keahlian menjadi orang tua. Secara tidak sadar, insting Mam sebagai orang tua akan terbentuk. Berbicara dengan bayi dalam kandungan juga dapat Mam jadikan sarana introspeksi diri apakah Mam bisa menjadi orang tua yang baik atau tidak. Dengan demikian, insting menjadi orang tua yang baik dapat terbangun dengan sempurna.

Memudahkan untuk Mengetahui Kesehatan Bayi

Berbicara dengan bayi dalam kandungan juga dapat membantu Mam mengetahui bagaimana keadaan bayi. Ketika bayi stress atau sedang tidur, Mam akan dengan mudah mengetahui hal tersebut melalui respon yang dilakukan sang bayi ketika Mam ajak bicara. Sentuhan-sentuhan lembut ke perut juga akan memberikan rasa rileks ketika bayi sedang dalam kondisi stress.

Membantu Memahami Tanggung Jawab Individu

Kehamilan bukan hanya tugas dan kewajiban seorang ibu saja, sang ayah juga wajib memperhatikan keadaan bayi dalam kandungan. Mungkin sebagian ayah merasa takut dengan proses persalinan atau bagaimana menjadi orang tua yang tepat. Untuk menghindarinya, Mam perlu untuk mengajak Ayah berbicara dengan bayi dalam kandungan sehingga bukan Mam saja yang membangun ikatan orang tua-anak, tetapi juga Ayah sebagai pasangan Mam. Selain itu, peran Mam dan Ayah sebagai orang tua juga akan tercipta dengan sendirinya. 

Melancarkan Proses Kehamilan

Mungkin bagi Mam tidak ada hubungannya antara berbicara kepada bayi dalam kandungan dengan kelancaran proses persalinan. Nyatanya, berbicara kepada bayi justu memberikan rasa rileks di masa-masa mendekati kelahiran. Untuk itu, setidaknya Mam meluangkan sekitar 25 menit sehari untuk berbicara dengan bayi meski hanya sekedar berbagi perasaan. Hal ini akan memberikan Mam rasa tenang di antara kecemasan ketika akan melahirkan.

 

Bagaimana, Mam? Apa Mam telah yakin bahwa berbicara dengan bayi dalam kandungan memberikan dampak yang baik bagi Mam dan Si Kecil? Mungkin bagi banyak orang, Mam seperti orang sedikit kurang waras karena berbicara dengan perut sendiri. Namun, bersabarlah dan ingat manfaat yang akan Mam peroleh.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :