Apa yang Harus Mam Ketahui Ketika Bayi Lahir Prematur?

Melahirkan bayi adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang wanita setelah sembilan bulan lamanya mengandung. Namun ada beberapa kasus, ada bayi yang harus dilahirkan sebelum usianya menginjak sembilan bulan. Kelahiran seperti ini disebut sebagai kelahiran prematur. Penyebabnya pun bervariasi. Bisa jadi disebabkan karena usia ibu yang mengandungnya terlalu tua atau terlalu muda, bisa juga disebabkan karena usia jarak kehamilan yang terlalu dekat. Jika Mam atau sanak saudara mengalami kelahiran prematur, yuk ketahui hal-hal berikut ini.

Bayi Prematur Relatif Memiliki Risiko Kesehatan Lebih Tinggi

Berbeda dengan bayi-bayi yang lahir secara normal, bayi prematur ini relatif memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan lebih tinggi. Selain itu, ukuran tubuh dan berat badan bayi juga lebih kecil daripada bayi yang lahir di usia 9 bulan. Memang hal ini tidak terjadi pada semua bayi yang prematur, karena beberapa dari mereka bahkan ada yang bisa langsung digendong oleh ibunya. Namun, bagi bayi prematur yang mengalami masalah pernapasan harus dirawat di ruang khusus bahkan sejak baru lahir. Bayi yang seperti ini memerlukan perawatan ekstra.

Selain masalah pernapasan karena fungsi paru-paru yang belum sepenuhnya sempurna, bayi yang lahir prematur juga tidak mampu menjaga suhu tubuh mereka sebaik bayi normal karena sistem penghangat tubuh belum berkembang sepenuhnya. Untuk mengatasi hal ini, Mam bisa melakukan kontak skin-to-skin.

Masalah dengan Pola Makan

Ketika Si Kecil tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup, maka kadar gula dalam darahnya akan menurun. Hal ini akan menyebabkan tubuhnya lemas. Dalam kasus yang lebih buruk, Si Kecil akan memerlukan asupan kalori tambahan untuk membuatnya tetap bisa tumbuh secara normal. Jika Si Kecil kesulitan dalam menyusu, maka Mam bisa memompa ASI dan meletakkannya ke botol bayi untuk memudahkan Si Kecil meminumnya.

Ketika Membawa bayi Pulang Ke Rumah

Karena harus mendapatkan perawatan khusus, bayi yang lahir secara prematur tidak bisa langsung dibawa pulang ke rumah namun harus menjalani perawatan selama beberapa waktu. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk memberikan perawatan intensif di rumah sakit pada bayi prematur selama kurang lebih 36 minggu. baru setelah itu orang tua bayi boleh membawanya pulang.

Setelah dibawa pulang pun bukan berarti perawatan intensif bayi selesai begitu saja. di rumah, Mam juga harus merawat lebih ekstra terkait kebutuhan khususnya. Tanyakan kepada dokter apa yang sebaiknya Mam lakukan untuk memulihkan kondisi Si Kecil. Misalnya bertanya mengenai asupan susu atau makanan yang tepat untuk Si Kecil atau bahan pakaian apa yang harus dipilih agar Si Kecil tetap nyaman dengan suhu tubuhnya, dan masih banyak lagi.

Pada awalnya hal ini mungkin akan terasa sulit tapi seiring berjalannya waktu, Mam akan terbiasa. Perkembangan Si Kecil bergantung pada perawatan yang Mam berikan untuknya. Jika Mam mampu memberikan perawatan yang terbaik maka ia pun dapat tumbuh dengan baik Kuncinya adalah Mam harus tetap bersabar sehingga mampu memberikan perawatan yang konsisten dengan kasih sayang.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :