Apa yang Harus Mam Perhatikan di Kehamilan Trimester Terakhir?

Trisemester terakhir adalah waktu dimana Mam mempersiapkan kelahiran Si Kecil. Segera ambil dompet Mam (atau suami), dan ajaklah berbelanja segala perlengkapan Si Kecil, mulai dari pakaian, dekorasi kamar, hingga printilan peralatan bayi lainnya. Selain itu, Mam juga harus mempersiapakan kondisi fisik Mam supaya fit ketika melahirkan. Sambil menunggu hari H untuk bertemu dengan Si Kecil, berikut beberapa hal yang harus Mam perhatikan di kehamilan trimester terakhir:

  1. Rasakan setiap gerakan Si Kecil dalam rahim Mam

Karena Si Kecil terus bertumbuh tiap harinya, maka sangat mungkin bagi Mam untuk merasakan perubahan gerakan yang terjadi saat Ia bertambah besar. Setiap bayi memiliki pola tidur dan bangun yang berbeda, dan hanya Mam yang mengerti pola mana yang normal. Selama waktunya persalinan nanti, Mam harus merasa Si Kecil terus bergerak. Jika Mam merasa ada sesuatu yang berubah, jangan sungkan untuk memberitahu bidan atau dokter secara langsung.

  1. Mengetahui kondisi yang mungkin dialami saat hamil

Preeklamsia misalnya, sebuah kondisi kehamilan dimana plasenta tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini bisa terjadi sejak 20 minggu kehamilan, tetapi biasanya berkembang pada trimester ketiga. Kadang preeklamsia berkembang tanpa menunjukkan gejala apapun, namun secara umum gejala preeklamsia meliputi tekanan darah tinggi, berkurangnya volume urine, sakit kepala parah, gangguan penglihatan, mual dan muntah, atau rasa nyeri pada perut bagian atas. Jika Mam merasakan gejala-gejala seperti ini, jangan diabaikan dan segeralah cek ke dokter atau bidan.

  1. Menjaga pola makan yang sehat

Pola makan yang baik adalah elemen utama dalam menjaga kesehatan Mam dan Si Kecil dalam kandungan. Cobalah untuk mengonsumsi makanan kaya akan zat besi yang berguna dalam pembentukan sel darah merah, seperti: daging tanpa lemak, sayuran hijau, atau sereal. Mam juga sebaiknya meminum segelas jus jeruk yang membantu tubuh Mam dalam menyerap zaat besi.

  1. Lakukan beberapa peregangan

Mempelajari beberapa teknik peregangan saat trimester ketiga baik untuk menyiapkan tubuh Mam saat persalinan, juga baik untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri saat proses kehamilan. Bahkan, melakukan peregangan dengan porsi yang tepat dapat menghindari Mam dari ketidaknyamanan saat kehamilan, seperti keram kaki.

  1. Memijat perut

Seiring pertumbuhan Si Kecil dalam perut, Mam pasti tidak sabar untuk bertemu dengan Si Kecil yang belum lahir tersebut. Oleh sebab itu, pijatlah perut Mam dengan lembut dan berhati-hati bersama suami. Cara ini dapat mendekatkan psikologis antara orangtua dengan anak. Mam juga mungkin akan merasakan sedikit tendangan sebagai respon Si Kecil menanggapi pijatan Mam tersebut.

  1. Mulailah berbicara dengan Si Kecil

Di trimester terakhir, Si Kecil sudah dapat mendengar suara. Maka, mengajaknya berbicara adalah salah satu cara untuk memulai proses ikatan antara ibu dan anak. Jika Mam belum terbiasa berbicara langsung dengan Si Kecil, Mam bisa cari cara lain dengan membacakannya buku cerita atau menyanyikannya sebuah lagu.

  1. Cobalah mendapatkan istirahat yang lebih nyenyak

Jika Mam merasa kesulitan tidur saat malam hari, cobalah untuk membeli bantal dengan kualitas terbaik untuk membantu Mam mendapatkan istirahat yang lebih nyenyak. Menyelipkan satu diantara kedua lutut Mama tau di bawah perut sebelum tidur bisa membantu menenangkan diri. Pada umumnya, ibu mengandung menginjak trimester ketiga tidak dianjurkan untuk tidur telentang karena bisa mengurangi aliran darah ke rahim dan janin. Para ahli menganjurkan untuk tidur menghadap samping.

Karena sebentar lagi Mam akan bertemu dengan Si Kecil, yuk persiapkan segala sesuatunya dengan matang dan sempurna. Baik dari sisi Mam dan pasangan sebagai calon orangtua, sisi Si Kecil yang akan lahir ke dunia, juga yang dari sisi Mam, suami, dan Si Kecil yang akan menjadi keluarga.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :