Bayi Cegukan di Dalam Kandungan, Normalkah?

Sebagai calon orang tua, Mam tentunya berharap agar si kecil dalam kandungan mengalami perkembangan yang baik. Hal ini salah satunya bisa dilihat dari pergerakan si kecil yang terasa dari dalam perut Mam. Namun, tidak semua gerakan yang muncul merupakan tendangan dari si kecil, lho. Ada kemungkinan bawah si kecil juga sedang mengalami cegukan di dalam kandungan. Apakah kondisi ini normal?

Tanda bayi cegukan dalam kandungan

Saat si kecil cegukan di dalam kandungan, sensasi yang akan Mam rasakan memang mirip dengan ketika si kecil melakukan tendangan. Bedanya, pada tendangan bayi, biasanya Mam akan merasakan gerakan bayi yang terus berpindah-pindah di dalam kandungan. Namun, biasanya gerakan bayi akan ikut berhenti apabila Mam juga berhenti bergerak.

Sedangkan, apabila Mam sedang duduk diam tapi merasakan gerakan berdenyut yang berpusat di salah satu bagian perut, kemungkinan si kecil sedang cegukan di dalam kandungan. Idealnya, cegukan di dalam kandungan ini baru dialami oleh bayi saat usia kehamilan memasuki trimester kedua dan ketiga.

Penyebab bayi cegukan dalam kandungan

Tenang, Mam, tidak perlu khawatir apabila gerakan si kecil di dalam kandungan menunjukkan bahwa ia sedang cegukan. Hal ini cukup wajar terjadi, kok. Justru sebetulnya cegukan di dalam kandungan bisa membantu si kecil untuk menyiapkan fungsi paru-parunya saat ia lahir nanti.

Pasalnya, saat diafragma janin melakukan gerakan memompa, air ketuban hanya terhirup masuk ke paru-paru dan setelah itu keluar lagi. Cegukan inilah yang bisa membantu si kecil dalam menguatkan otot-otot pernapasannya, Mam.

Cegukan yang tidak normal

Meski begitu, Mam tetap perlu waspada apabila cegukan tersebut masih berlangsung hingga usia kehamilan mencapai lebih dari 32 minggu. Apalagi frekuensinya bisa sampai lima belas menit pada setiap cegukan.

Jika hal ini terjadi, ada kemungkinan terjadinya masalah pada tali pusar, yang menyebabkan aliran oksigen ke janin melambat atau bahkan berhenti. Gangguan pada tali pusar biasanya merupakan gejala terjadinya masalah pada kondisi kehamilan, bisa berupa kerusakan otak, keguguran, perubahan tekanan darah bayi , perubahan detak jantung bayi, atau penumpukan karbondioksida pada darah bayi.

Segera periksa ke dokter apabila Mam merasakan si kecil cegukan di dalam kandungan padahal usia kehamilan sudah lebih dari 32 minggu. Bahkan ada pula yang menyebutkan bahwa jika si kecil cegukan hingga empat kali sehari di usia kehamilan 28 minggu, Mam sudah perlu memeriksakan diri ke dokter.

 

Jadi, apakah si kecil yang cegukan di dalam kandungan merupakan sesuatu yang normal? Ya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Mam. Meski begitu, perlu diingat bahwa hal tersebut idealnya terjadi di trimester kedua hingga usia kehamilan 32 minggu. Apabila Mam merasakan adanya cegukan di dalam kandungan di luar waktu tersebut, sebaiknya konsultasilah ke dokter demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :