Bayi Mam Lahir Sudah Mempunyai Rambut? Tenang Itu Bukan Sesuatu yang Mengkhawatirkan

 

Mam, Si Kecil yang sudah memiliki rambut tebal dari lahir seringkali membuat orang tua khawatir karena mengira anaknya mengalami kelainan. Begitu pula yang terjadi pada Athena Tsavliris. Dikutip dari situs web Today’s Parent, Tsavliris awalnya merasa sangat kaget ketika putri cantik yang baru dilahirkannya memiliki rambut hitam yang lembut di atas kepalaya, bulu mata yang tebal, serta rambut halus yang menyelimuti seluruh perut, pantat, dan bisep mungilnya.

Jika pengalaman Mam sama seperti Tsavliris, sebenarnya Mam tidak perlu khawatir sama sekali. Dalam istilah medis, rambut tebal dan halus tersebut dinamakan lanugo. Lanugo diproduksi oleh folikel rambut janin selama trimester kedua dan berfungsi untuk membuat bayi tetap hangat di dalam rahim. Pada minggu ke-32 sampai ke-36, Si Kecil mulai kehilangan lanugo di utero, tempat dimana Ia menumpahkan cairan ketuban. Namun dalam kasus tertentu (khususnya bayi-bayi yang lahir prematur), Si Kecil tetap lahir dengan lanugo mereka, yang kemudian nantinya akan digantikan oleh rambut vellus yang bertekstur lebih halus dan sulit dilihat.

Beverly Kupfert, seorang pediatri, mengatakan bahwa rambut adalah area umum yang menjadi perhatian bagi para orang tua baru. Beberapa dari mereka khawatir karena bayi yang baru dilahirkannya memiliki terlalu banyak rambut, sementara lainnya khawatir karena Si Kecil memiliki sedikit rambut. Mam, pada dasarnya, pertumbuhan rambut Si Kecil memang  memiliki pola yang berbeda-beda. Bukan karena Si Kecil masih plontos saat usianya sudah 18 bulan, berarti Ia tidak akan memiliki rambut cantik kelak saat dewasa. Atau, bukan karena Si Kecil memiliki rambut galing di tahun-tahun pertamanya, berati Ia akan selamanya memiliki rambut seperti itu. Hair changes all the time. Salah satu contoh nyatanya adalah apa yang dialami oleh Sophie Goldman. Di ulang tahun pertamanya, kepala Sophie masih gundul. Setahun berselang, rambutnya mulai tumbuh lurus dan pendek. Sekarang, Sophie memiliki rambut ikal bewarna coklat seperti ibunya, Bianca Goldman.

Rambut yang tiba-tiba rontok juga sangat umum dialami oleh Si Kecil. Jika bayi Mam mengalami kondisi seperti ini, tetaplah tenang dan jangan resah. Si Kecil bukan sedang mengalami gejala dari suatu penyakit. Rontoknya semua rambut yang dimiliki Si Kecil sejak lahir adalah sesuatu yang sangat normal, lagipula rambut tersebut akan segera tumbuh kembali. Hal ini disebabkan oleh dua kemungkinan alasan:

Pertama, Si Kecil telah mencapai akhir siklus pertumbuhan pada saat bersamaan. Karena pertumbuhan rambut baru Si Kecil terbilang sangat cepat, maka rambut-rambut baru tersebut akan memaksa rambut lama untuk segera “pergi”. Maka dari itu, terjadilah kerontokan masal. Untungnya, setelah sekitar tahun pertama kehidupan, rambut di kepala seseorang mengalami siklus pertumbuhan yang berbeda-beda sehingga kita tidak perlu lagi mengalami rontok rambut sekaligus.

Kedua, hormone yang “memberitahu” rambut seseorang mengenai kapan dan bagaimana mereka harus tumbuh mengalami penurunan setelah mereka lahir. Kondisi serupa akan terjadi pada ibu-ibu melahirkan. Mereka juga akam kehilangan banyak rambut setelah tidak rontok secara normal pada masa kehamilan.

Nah, jadi Mam jangan terlalu khawatir jika Si Kecil sudah memiliki rambut yang tebal sejak lahir, memiliki sedikit sekali rambut, atau mengalami kerontokan total ya! Semuanya akan baik-baik saja kok.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :