Beberapa Pertanyaan Saat Memeriksakan Kehamilan

beberapa pertanyaan saat memeriksakan kehamilan

Memeriksakan kehamilan sangat penting dilakukan setiap ibu hamil untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Melalui pemeriksaan ini, ibu hamil dapat mengetahui perkembangan janinnya.

Menjalani kehamilan dengan menyenangkan adalah harapan setiap ibu hamil. Kehamilan yang sehat, adalah kehamilan yang jauh dari keluhan kehamilan dan janin dalam kandungan ibu pun berkembang sebagaimana mestinya. Hem, sebentar lagi akan ada tangisan bayi di tengah-tengah keluarga Anda.

Untuk mewujudkan kehamilan yang sehat, tentu ibu hamil pun juga harus menjalani kehamilan dengan sehat, yakni makan makanan dengan gizi seimbang, melakukan olahraga dengan teratur, cukup istirahat, dan yang tak kalah penting adalah rutin memeriksakan kehamilan.

Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan sedini mungkin, yakni sejak awal kehamilan. Segera ketika ibu melakukan tes kehamilan dengan melakukan tes urine dan diketahui positif, akan lebih baik untuk segera memeriksakan kehamilan. Anda bisa melakukan pemeriksaan kehamilan ke bidan terdekat maupun ke dokter kandungan di kota Anda. Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Hj. Saminem SKM, berjudul Kehamilan Normal: seri Asuhan Kebidanan disebutkan bahwa tujuan pemeriksaan kehamilan adalah mengetahui dan mencegah sedini mungkin kelainan yang dapat timbul, meningkatkan dan menjaga kondisi badan ibu dalam menghadapi kehamilan, persalinan, dan menyusui, serta  menanamkan kepada ibu tentang pentingnya penyuluhan yang diperlukan wanita hamil.

Saat melakukan pemeriksaan kehamilan baik ke bidan maupun ke dokter sebaiknya ibu juga aktif bertanya mengenai kehamilan yang tengah Anda jalani. Banyak para ibu yang terkadang merasa bingung dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan hanya karena tidak mau aktif bertanya dan meminta penjelasan sang dokter atau bidan. Anehnya lagi, ia lantas mengeluh, “Kok dokternya begini ya, kok nggak mau menjelaskan ya?” Bisa jadi, Anda yang sebenarnya tidak mau bertanya sehingga dokter pun merasa tak perlu banyak menjelaskan. Di sisi lain, ternyata banyak pula ibu hamil yang merasa bingung mengenai pertanyaan apa yang harus ditanyakan kepada dokter atau bidan saat memeriksakan kandungannya. Wah sayang lho, padahal dokter atau bidan akan menjawab pertanyaan Anda dan menjelaskan perkembangan calon buah hati Anda jika Anda mau bertanya saat periksa kandungan. Apalagi, jika periksa kehamilan dan cukup hanya diperiksa, terima resep, tanpa berkonsultasi dan bertanya perkembangan buah hati rasanya Anda membuang kesempatan. Kebingungan mengenai pertanyaan yang harus diajukan ternyata banyak dialami, oleh ibu hamil, terutama para ibu baru yang tengah hamil anak pertamanya. Bagi Anda yang tak tahu harus mengajukan pertanyaan apa saat memeriksakan kandungan, beberapa pertanyaan berikut ini bisa Anda ajukan.

Pertama, bertanyalah mengenai usia kehamilan Anda. Saat memeriksakan diri ke bidan atau dokter, Anda bisa memulai pertanyaan dengan bertanya usia kehamilan. Dokter atau bidan biasanya akan menentukan usia kehamilan Anda melalui dua cara, yakni dengan mendasarkan pada hari pertama haid terakhir dan juga pemeriksaan USG. Dengan mengetahui hari pertama haid terakhir, usia kehamilan ibu hamil bisa dihitung. Sedangkan pemeriksaan USG, bisa membantu penentuan usia kehamilan yang lebih akurat, terlebih bagi ibu hamil yang mungkin lupa kapan terakhir datang bulan. Banyak keuntungan yang bisa ibu hamil dapatkan setelah mengetahui usia kehamilannya, misalnya bisa memberikan nutrisi yang tepat sesuai perkembangan usia janinnya.

Kedua, tanyakan berbagai pemeriksaan yang harus dilakukan. Ibu hamil yang memasuki awal kehamilannya, biasanya disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah untuk menanggulangi gangguan kehamilan yang akan muncul seiring bertambahnya usia kehamilan. Pemeriksaan darah ini untuk mengetahui HB, trombosit, lekosit, dan hematokritnya. Pemeriksaan ini secara lebih lanjut ditujukan untuk mendeteksi adakah gangguan kesehatan pada ibu hamil, seperti anemia dan juga gangguan karena infeksi.

Ketiga, bertanyalah mengenai hasil USG dan kondisi kehamilan Anda apakah normal atau tidak. Dengan berpatokan pada hasil USG ibu bisa bertanya kepada dokter kandungan mengenai hal tersebut. Di awal kehamilan, dengan pemeriksaan USG akan terlihat kantung kehamilan yang akan terus berkembang dengan adanya janin di dalamnya. Jika ternyata kantung kehamilan tersebut tidak mengalami perkembangan dan juga tidak ada janin di dalamnya, maka kehamilan Anda mengalami kelainan, yang sering disebut telur kosong. Di usia kehamilan 6-7 minggu, dengan pemeriksaan denyut jantung janin, akan diketahui apabila terjadi kondisi abnormal pada kehamilan. Dengan pemeriksaan denyut jantung ini, jika terdapat kondisi janin meninggal di dalam kandungan bisa diketahui. Setelah mengetahui bahwa calon buah hati di dalam kandungan ibu baik-baik saja dan normal sesuai usia kehamilan, tentu ibu akan lega dan menjaganya dengan baik.

Keempat, tanyakan mengenai kesehatan Anda. Ibu hamil sebaiknya juga bertanya mengenai kondisi kesehatannya supaya kehamilannya tidak terganggu. Misalnya adakah kista yang diderita atau tidak dan juga penyakit lainnya. Selanjutnya, tanyakan dampaknya pada kehamilan dan cara tepat untuk mengatasinya. Termasuk berbagai pertimbangan dokter pada beberapa penyakit yang bisa membahayakan kehamilan.

Kelima, tanyakan suplemen yang harus dikonsumsi selama kehamilan. Untuk mendukung kehamilan Anda dan terhindar dari janin terlahir cacat bawaan, biasanya di trimester pertama kehamilan dokter akan menganjurkan ibu hamil untuk konsumsi suplemen asam folat.

Gunakan kesempatan untuk bertanya seputar kehamilan Anda saat periksa kehamilan sehingga Anda dapat menngetahui peerkembangan kehamilan Anda dan juga kesehatan Anda dan janin.

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :