Berdarah Ketika Hamil? Berbahayakah?

Segala jenis pendarahan menjadi mengerikan ketika terjadi pada saat sedang mengandung atau hamil, dan bahkan perasaan serupa juga dirasakan oleh wanita yang sudah berpengalaman menjadi seorang ibu. Meskipun kejadian seperti ini hanya terjadi pada hampir satu dari tiga ibu hamil, munculnya bercak darah ketika hamil ini sering tidak menimbulkan ancaman bagi sang Ibu ataupun bayi. Namun, jika terjadi pendarahan, meskipun sedikit hal tersebut bisa jadi sebuah pertanda akibat dari berbagai komplikasi  seperti keguguran, kehamilan ektopik, plasenta previa ataupun lainnya tidak boleh diabaikan. Berikut beberapa alasan pendarahan yang kemungkinan dialami selama masa kehamilan yang perlu diperhatikan.

Pada 20 Minggu Pertama

Mengutip halaman parents.com, para dokter memperkirakan bahwa 25% hingga 40% dari wanita hamil akan mengalami sedikit pendarahan pada vaginanya selama trisemester pertama kehamilan mereka dan lebih sering daripada sebelumnya adalah suatu proses yang normal, kata Dr. Stephenson-Famy. Menurut American Pregnancy Association, terdapat beberapa penyebab adanya bercak darah atau pendarahan pada awal kehamilan, termasuk:

  • Pendarahan implantasi, yakni pendarahan yang terjadi pada sekitar 4 minggu dalam kehamilan Anda karena sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding Rahim Anda.
  • Perubahan hormone
  • Hubungan seksual
  • Infeksi
  • Pemeriksaan bagain dalam tubuh Anda yang dilakukan oleh dokter kandungan atau bidan

Terkadang pendarahan selama trisemester pertama pada kehamilan dapat menjadi sebuah pertanda dari suatu kondisi yang lebih serius seperti:

  • Pendarahan subkorionik, adalah pendarahan yangt erjadi di sekitar plasenta. Meskipun kemungkinan untuk melanjutkan kehamilan setelah mengalami pendarahan ini, diagnosis dan pengobatan yang tepat tentu sangat penting untuk dilakukan. “Kebanyakkan pendarahan subkorionik ini dapat teratasi, namun tidak berarti seorang wanita tersebut memiliki peningkatan risiko kehamilan prematur setelah pendarahan tersebut.” Kata Dr. Stephenson-Famy.
  • Keguguran (baik terancam atau mendekati kegururan) adalah risiko terbesar yang kemungkinan terjadi pada 20 minggu pertama. Seringkali keguguran ini ditandai dengan tanda adanya bercak atau pendarahan yang terjadi pada saat itu dan disertai dengan gejala lain seperti kram atau sakit perut.
  • Kehamilan Ektopik, kehamilan ini terjadi bila sel telur yang dibuahi menempati tempat lain dan bukan di Rahim, paling sering kasus ini terjadi perkembangan janin dalam tuba falopi. Kehamilan init idak dapat berjalan dengan normal dan dapat mengancam nyawa sang ibu bila dibiarkan.
  • Hamil Anggur atau kehamilan molar, kondisi ini terjadi karena adanya jaringan yang bukan janin namun tumbuh di dalam Rahim Anda. Jaringan tersebut umumnya berupa sel tumor atau kanker yang tumbuh dan mirip dengan buah anggur.

Pada 20 Minggu Akhir

Meskipun risiko keguguran paling sering terjadi pada awal trisemester (20 minggu pertama kehamilan), pendarahan yang terjadi pada saat memasuki trisemester kedua juga perlu diperhatikan dengan serius. Pendarahan tersebut kemungkinan terjadi karena:

  • Hubungan seksual
  • Pemeriksaaan dinding rahum yang rutin
  • Plasenta previa, kondisi dimana placenta menutupi seluruh ataupun sebagian leher rahim Anda.
  • Placenta abruption, adalah suatu kondisi serius di mana sebagian besar atau seluruh plasenta terlepas dari uterus sebelum bayi lahir. Kondisi ini sangat membahayakan untuk bayi Anda karena dapat menghalangi asupan nutrisi dan oksigen pada bayi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan pendarahan yang hebat sehingga dapat membahayakan bayi Anda dan juga diri Anda.
  • Preterm Labor, adalah persalinan yang terjadi di bawah umur kehamilan 37 minggu dengan perkiraan massa janin kurang dari 2500 gr. Dikenal pula sebagai persalinan prematur, kondisi ini akan semakin parah apabila tindak lebih lanjut tidak dilakukan untuk keselamatan bayi dan juga ibu yang mengandung.

Mam, itulah beberapa kemungkinan yang menyebabkan Anda mengalami pendarahan ketika Anda sedang mengandung. Jika Anda mengalaminya, pastikan untuk segera menghubungi dokter kandungan atau bidan untuk tindak lebih lanjut. Semoga bermanfaat, Mam!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :