Bolehkan Pijat Saat Hamil?

Mam, bagi seorang ibu hamil seiring perkembangan usia janin, ukurannya pun juga akan kian membesar. Hal ini tentunya akan berdampak pada tubuh Mam. Beban yang semakin berat akan membuat punggung mudah pegal dan badan mudah lelah. Oleh sebab itu, mungkin Mam akan berpikir untuk melakukan terapi pijat dengan harapan bisa mengurangi rasa sakit tersebut. Namun, mungkin tidak sedikit orang di sekitar Mam yang mengatakan bahwa pijat di saat hamil itu kurang baik. Nah, apakah hal ini benar demikian? Yuk, simak selengkapnya.

Hindari Memijat Bagian Perut

Oh ya Mam, pada saat hamil, mungkin Mam mengalami posisi perut yang sedikit turun dan ada orang yang menyarankan untuk melakukan pemijatan di area perut untuk membetulkan kembali posisi tersebut. Padahal, hal ini justru berbahaya lho jika dilakukan secara sembarangan. Pemijatan di area perut bisa berisiko menyebabkan terlepasnya plasenta sehingga kemungkinan terburuk hal ini bisa berdampak pada nyawa bayi di dalam sana.

Manfaat Pijat Saat Hamil

Seperti yang telah kita tahu, pemijatan pada umumnya bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan pegal-pegal di sekujur tubuh akibat aktivitas sehari-hari yang melelahkan. Begitu juga dengan ibu hamil. Membawa beban di perut membuat Mam lelah dan pegal. Salah satu penelitian menyebutkan bahwa pemijatan pada ibu hamil dapat meringankan nyeri pada punggung yang diakibatkan oleh ketegangan otot di sekitar perut.

Hal ini selain menurunkan ketegangan otot, juga mampu menyeimbangkan hormon, terutama hormon stres. Pada saat hamil, hormon ibu hamil menjadi kurang seimbang dan pada umumnya hormon stres akan lebih banyak diproduksi. Tak heran jika Mam sering merasa depresi atau cemas tanpa alasan ketika hamil. Dengan pemijatan khusus, hormon stres ini dapat ditekan. Karena mampu merilekskan otot dan menurunkan stres, maka pemijatan pada ibu hamil sangat membantu Mam untuk bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

Kapan Sebaiknya Pemijatan Dilakukan

Nah, untuk melakukan pijat pun, Mam juga harus memperhatikan usia bayi, lho! Sebaiknya suai bayi tidak terlalu awal atau mendekati masa persalinan. Sebaiknya Mam tidak melakukan pijat ketika Mam masih mengalami muntah atau mual. Hal ini biasanya terjadi di ketika janin berada di usia trimester pertama. Mam baru boleh melakukan pijt ketika janin mulai memasuki trimester kedua atau usianya sudah melewati 12 minggu.

Nah ternyata kebiasaan ini juga tak bisa dilakukan terus-menerus, lho. Ketika menginjak usia minggu ke 32 sebaiknya Mam mulai menghentikan kebiasaan pijat ini karena dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi janin yang sudah dewasa.

Lakukan di Tempat yang Terpercaya

Saat ini ada banyak tempat pemijatan khusus untuk ibu hamil. Orang-orang di sini sudah dilatih untuk membantu para ibu hamil mengatasi keluhan mereka dengan memijat dia area-area tertentu sehingga Mam pun akan bisa merasa nyaman. Di tempat tersebut pada umumnya menyediakan tempat tidur atau kursi khusus yang bisa mendukung proses pemijatan. Jadi, pemijatan ini tidak bisa dilakukan sembarangan ya, Mam.

Sebaiknya, sebelum melakukan pemijatan di waktu hamil, ada baiknya Mam mengonsultasikan hal tersebut terlebih dahulu kepada dokter atau ahli kandungan. Pemijatan saat hamil boleh-boleh saja dilakukan tetapi harus memperhatikan syarat-syarat tertentu dan sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah berpengalaman. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan usia kehamilan ya, Mam.

Baca juga :

Bila Tanda Positif Kehamilan Belum Juga Muncul…

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :