4 Alasan Kenapa Menghindari Gula Ini Baik untuk Diet Kehamilan Mam

Ibu hamil memang dituntut untuk benar-benar memperhatikan kesehatan dirinya demi perkembangan janin yang sedang dikandungnya. Dalam kondisi hamil, calon ibu juga harus memperhatikan asupan nutrisi yang akan disantap, mengingat kini ia harus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk dua orang sekaligus.

Tidak heran kalau nanti ketika Mam sedang mengandung akan ada banyak orang yang rajin mengingatkan untuk menjaga makanan Anda. Salah satu jenis makanan yang wajib Anda kurang saat hamil adalah makanan manis. Mengapa? Berikut penjelasannya.

Konsumsi Gula Berlebih bisa Menyebabkan Obesitas pada Bayi

Jangankan ketika hamil, jauh sebelum Mam hamil juga sudah banyak ahli kesehatan yang mengusulkan untuk mengurangi konsumsi gula karena bisa menyebabkan obesitas. Dalam masa kehamilan, usulan ini semakin dipertegas karena bisa membahayakan bayi Anda. Pada penelitian yang dilakukan di 1.078 ibu dan anaknya, peneliti menemukan kalau ibu yang meminum minuman manis selama masa kehamilan memiliki anak yang obesitas di sekitar usia 7 tahun.

Penelitian ini diterbitkan di dalam jurnal Peidatrics menemukan pula setiap tambahan sajian gula yang dikonsumsi ibu hamil dalam satu hari bisa dikaitkan dengan tambahan massa lemak 0,15 kg/meter persegi.

Gula Bisa Dikaitkan dengan Alergi pada Anak-Anak

Pada tahun 2017 lainnya dari Queen Mary University of London menemukan pula kalau asupan gula ibu hamil dikaitkan dengan peningkatan risiko anak-anak mereka untuk meningkatkan risiko asma dan juga alergi. Para peneliti juga melihat sebanyak 9.000 ibu dan melakukan tes alergi untuk tungau debu, kucing, dan rumput pada anak-anak mereka ketika mereka berusia 7 tahun. Penelitian ini juga menguji untuk penyakit asma, dalam penelitian ini menunjukkan kalau ada hubungan yang kuat antara asupan gula yang tinggi pada ibu hamil dan anak-anak dengan alergi dan asma.

Kelebihan Fruktosa Bisa Mempengaruhi Pertumbuhan Plasenta dan Janin

Washington University School of Medicine di St. Louis mempelajari efek dari diet tingkat fruktosa tinggi selama masa kehamilan pada tikus dan juga manusia. Hal tersebut karena fruktosa berbeda dengan glukosa dan fruktosa juga memiliki efek kesehatan yang berbeda pula.

Dalam riset ini, para peneliti menemukan tikus yang mengkonsumsi makanan dengan fruktosa tinggi bisa meningkatkan kadar asam urat dan trigliserida sehingga janin yang lebih kecil dan plasenta yang lebih besar. Kondisi ini harus diperhatikan karena bisa menjadi penyebab dari masalah metabolik untuk bayi di kemudian hari. Lalu ketika penelitian ini diujikan pada manusia, mereka menemukan hasil yang sama.

Bayi Berisiko Terkena Diabetes Ketika Besar Nanti

Jika selama kehamilan, Mam terlalu banyak mengkonsumsi yang manis-manis, maka bayi yang Anda kandung pun bisa ikut tertular dan menjadi gemar memakan makanan manis. Ketika sudah lahir pun kebiasaan ini tidak akan hilang dan menyebabkan anak Anda lebih menyukai makanan yang manis dan nafsunya sulit untuk dikontrol. Dampak jangka panjangnya ialah si kecil bisa terkena diabetes dan risiko penyakit serius lainnya semakin bertambah.

Nah, Mam, itulah beberapa alasan mengapa diet gula menjadi penting untuk seorang ibu hamil. Terlalu banyak makan yang manis juga bisa menyebabkan naiknya berat badan tak terkendali dan lebih sulit untuk diturunkan kembali. Mam, kalau ketika hamil dan merasa ingin ngemil makanan manis, usahakan agar ditahan dengan menyiasatinya dengan memakan buah-buahan.

Baca juga : 

Sudah Tepatkah Kandungan Kosmetik Anda?

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :