4 Jenis Kelainan Darah Pada Ibu Hamil

Darah sebagai cairan dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai sistem transportasi memiliki banyak manfaat penting dalam kehidupan. Selain menjadi alat transportasi oksigen, air, dan nutrisi ke seluruh tubuh, darah juga bermanfaat melindungi tubuh dari serangan kuman. Karena itu, setiap manusia membutuhkan jumlah darah yang cukup untuk menunjang kesehatan tubuhnya. Terlebih pada Ibu hamil, darah berfungsi mendistribusikan nutrisi dari Ibu ke janin sehingga dibutuhkan produksi darah yang cukup. Namun, dalam kenyataannya banyak Ibu hamil yang menderita kelainan darah. Berikut ini beberapa jenis kelainan darah yang bisa menimpa Ibu hamil.

1. Anemia
Anemia adalah penyakit kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Ibu hamil sangat rentan mengalami Anemia karena kekurangan zat besi. Anemia dengan tingkat berat dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.
Gejala:

  • Badan lemas, merasa lelah berlebihan.
  • Wajah pucat.
  • Kepala pusing.

Pencegahan:

  • Mengonsumsi makanan bernutrisi dan vitamin atau suplemen yang mengandung zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C.
  • Cukup istirahat.

Risiko:

  • Bayi lahir prematur dengan berat rendah.
  • Persalinan sesar.

2. Hemofilia
Hemofilia adalah penyakit keturunan yang ditandai dengan kondisi darah sulit membeku.
Gejala:

  • Sering mengalami perdarahan dan darah susah membeku.
  • Perdarahan yang dialami berupa perdarahan pada hidung, mulut, gigi, sendi, saluran pencernaan, saluran kemih, otot, dan otak.

Pencegahan:

  • Berhati-hati dalam beraktivitas agar tidak mengalami cedera atau luka yang mengakibatkan perdarahan.
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi dan yang berkhasiat mempercepat proses pembekuan darah, seperti sayuran hijau, susu, keju, tomat, dan lainnya.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga ringan.
  • Rajin merawat gigi dan mulut.

Risiko:

  • Perdarahan selama kehamilan dan pasca persalinan.
  • Kematian pada Ibu hamil dan janin.

3. Hipertensi
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang diakibatkan penyempitan pembuluh darah. Ibu hamil dengan tekanan darah di atas 140/90 mmHG maka dikatakan mengalami Hipertensi.
Gejala:

  • Sakit kepala.
  • Mudah lelah.
  • Mual dan muntah.
  • Sesak nafas.
  • Pandangan kabur. Ini terjadi pada pengidap hipertensi akut karena ada kerusakan pada mata, jantung, ginjal, dan otak.

Pencegahan:

  • Rajin mengonsumsi makanan bernutrisi, terutama mengonsumsi protein tinggi dan mengurangi asupan makanan yang mengandung hidrat arang dan garam. Selain itu, konsumsilah makanan yang mampu menurunkan tekanan darah, seperti mentimun, seledri, jeruk, dan lainnya.
  • Rutin berolahraga.
  • Hindari kelelahan dan stress.

Risiko:

  • Pre-eklampsia dan eklampsia pada Ibu hamil.
  • Bayi lahir prematur.
  • Bayi lahir dengan berat rendah.
  • Kematian pada Ibu hamil dan janin.
  • Timbul penyakit jantung dan stroke setelah kehamilan.
  • Pelepasan plasenta dini dari dinding rahim.
  • Kurangnya air ketuban.

4. Hipotensi
Hipotensi terjadi jika tekanan darah Anda berada di bawah biasanya atau terjadi penurunan tekanan sistolik 5-10 mmHg dan tekanan diastolik hingga 15 mmHg. Tekanan darah 90/60 atau kurang mengindikasikan Anda mengalami Hipotensi.
Gejala:

  • Sakit kepala.
  • Pandangan berputar-putar atau pusing (keliyengan).
  • Badan lemas.

Pencegahan:

  • Perbanyak minum air putih 8-10 gelas/hari.
  • Cukup istirahat dan hindari kelelahan.
  • Rajin berolahraga.
  • Rutin mengonsumsi makanan bergizi, terutama mengandung vitamin, protein, dan kalori.

Risiko:

  • Perdarahan pada Ibu hamil.
  • Nyeri kepala.
  • Gangguan penglihatan pada Ibu hamil.
  • Nyeri dada.
  • Sesak nafas.

Demikian beberapa jenis gangguan kelainan darah yang bisa saja dialami oleh Ibu hamil. Agar kehamilan Anda tetap sehat, rutinlah melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter ya, Mam. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Comments :