9 Penyebab Keguguran Berulang

Anda pernah mengalami keguguran, Mam? Keguguran adalah kondisi berhentinya tumbuh dan kembang janin secara normal pada usia kehamilan di bawah 20 minggu. Namun, apa yang terjadi jika keguguran tersebut terjadi lebih dari satu kali? Kondisi tersebut dinamakan sebagai keguguran berulang. Tepatnya, kriteria keguguran berulang adalah jika tumbuh kembang janin berhenti pada trimester pertama sebanyak tiga kali berturut-turut.

Keguguran berulang bisa terjadi pada siapa pun, meski hanya terjadi pada 1% wanita. Untuk itu, perlu diketahui beberapa faktor penyebab terjadinya keguguran ini agar segera ditemukan solusinya. Berikut ini beberapa faktor penyebab terjadinya keguguran berulang yang perlu Anda ketahui ya, Mam.

  1. Tingkat penerimaan rahim tidak dapat dikendalikan dengan baik
    Sebuah studi baru menyatakan bahwa wanita yang mengalami keguguran berulang mengandung molekul IL-33 di dalam sel-sel rahim dalam jumlah sangat tinggi. Molekul tersebut menyebabkan tingkat pengendalian rahim agar dapat menerima dan mendukung sebuah embrio tidak dapat bekerja dengan baik sehingga cenderung menyebabkan keguguran.
  1. Peradangan pada lapisan rahim
    Peradangan pada lapisan rahim berisiko menghambat perkembangan embrio yang sehat.
  1. Kelainan zigot
    Zigot yang tidak normal akan kesulitan bertahan di dalam rahim sehingga terjadi keguguran. Karena itu, diperlukan pengobatan dan terapi, seperti perbaikan asupan gizi dan penambahan hormon progresteron.
  1. Kelainan endometrium
    Sebagai tempat berkembangnya calon bayi, endometrium harus senantiasa sehat. Jika endometrium kondisinya tidak normal akan menyebabkan keguguran janin. Kelainan endometrium ini dapat disebabkan oleh kelainan hormonal, gangguan nutrisi, kelainan imunologi, infeksi virus rubella, dll.
  1. Kelainan bentuk rahim
    Ada beberapa macam bentuk rahim yang tidak normal, seperti rahim arkuatus, septus, didelfis, dan didelfis bivagina. Dalam rahim-rahim tersebut, biasanya pembuahan menjadi tidak sempurna karena janin menempel pada lengkungan atau lancipan rahim sehingga janin akan mudah jatuh dan terjadi keguguran.
  1. Rahim lemah (inkompetentia serviks)
    Kondisi rahim yang lemah tidak mampu menahan beban sehingga mulut rahim membuka sendiri dan terjadi keguguran.
  1. Kelainan akibat penyakit
    Kelainan akibat penyakit seperti diabetes, anemia, mioma, infeksi saluran kencing, dll juga dapa menyebabkan keguguran.
  1. Kelainan darah
    Aktivitas pembekuan darah yang meningkat menyebabkan terjadinya sumbatan di pembuluh darah yang mengalirkan darah dari ibu ke janin. Sumbatan tersebut membuat janin tidak dapat berkembang dan akhirnya keguguran.
  1. Janin sebagai benda asing
    Jika daya tahan ibu mengenali janin sebagai benda asing di dalam rahim yang harus diserang maka secara otomatis janin akan mengalami keguguran.

Bagi Anda yang memiliki riwayat keguguran berulang, segeralah memeriksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter. Dari pemeriksaan tersebut akan ditemukan penyebab beserta solusinya agar Anda tidak mengalami kembali keguguran secara berulang. Dengan begitu, Anda dan pasangan dapat melakukan program hamil dengan sehat. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Related Posts

Comments :