Cara Mengatasi Gejala Sering Buang Angin Pada Ibu Hamil

Ibu hamil kerapkali tidak berdaya menahan buang angin yang sering muncul secara tiba-tiba, sehingga terkadang menjadi hal memalukan di tempat umum. Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menghindarinya?

Menjalani proses kehamilan selama kurang lebih sembilan bulan menimbulkan beberapa gejala aneh yang terkadang memalukan bagi sebagian besar ibu hamil. Salah satu di antaranya adalah sering buang gas atau “kentut”. Terjadinya perubahan hormon ketika hamil menyebabkan proses pencernaan dalam tubuh melambat. Alhasil, itulah penyebab yang membuat ibu hamil jadi lebih sering buang angin.
Efek samping kehamilan seperti ini merupakan hal yang menyehatkan bagi tubuh. Namun bagaimana halnya bila wanita hamil sedang berada di tempat umum, seperti kantor, mall, dan rumah sakit? Tak jarang mereka harus menahan malu buang gas dengan tidak sengaja di dekat banyak orang akibat ketidakberdayaan untuk mengontrol kuatnya tekanan gas yang ingin segera dikeluarkan dari dalam perut dan hmmm sering terjadi secara tiba-tiba.
Di awal kehamilan, beberapa jenis hormon, seperti relaksin dan progesteron bekerja dalam jumlah besar, sehingga menyebabkan terjadinya relaksasi otot-otot dalam tubuh, termasuk di saluran pencernaan. Hal ini membuat makanan yang dialirkan untuk bayi bergerak lebih lambat, akibatnya menimbulkan gas dalam tubuh dan perasaan mulas selama masa kehamilan. Di samping itu, melebarnya uterus (rahim) ikut menambah tekanan pada rektum (poros usus) yang semakin mendorong keluarnya gas atau angin secara mendadak. Nah, jika kondisinya demikian, apa yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk menghindarinya? Berikut beberapa tips yang telah dirangkum dari www.whattoexpect.com dan onhealth.blogspot.com:

  1. Memilih makanan yang lebih kecil yang tidak membebani sistem pencernaan.
    Misalnya makan sebanyak enam kali sehari dalam porsi yang lebih kecil daripada
    tiga kali sehari dalam porsi besar
  2. Menjaga pola makan yang benar dan minum air yang cukup untuk menghindari
    konstipasi (sulit buang air besar) yang berdampak pada produksi gas dalam tubuh.
  3. Makan secara lebih pelan, karena apabila makan terlalu cepat membuat banyak
    udara masuk ke dalam tubuh.
  4. Menghindari konsumsi makanan yang banyak mengandung gas, seperti kol,
    kacang-kacangan, gorengan, bawang, dan makanan lainnya saat akan melakukan
    aktivitas di tempat umum.
  5. Mencatat semua makanan yang pernah dikonsumsi untuk melihat bagaimana
    tubuh meresponnya, sehingga apabila perut merasa kembung setelah
    mengonsumsimakanan tersebut, maka itu berarti tubuh mungkin kesulitan untuk
    memproses makanan tersebut.
  6. Dr Patricia Raymond, MD, ahli gastroentrology di Virginia, USA menyarankan untuk
    makan obat antacid yang tidak mengandung aspirin (di labelnya terdapat kata
    salicylate atau acetylsalicylic acid) karena berbahaya untuk bayi.

Terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat luar biasa dalam membesarkan dan menjaga buah hatinya telah menginspirasi saya untuk menularkan semangat hebat sosok wanita tersebut dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat membantu para ibu dan mama dalam merawat dan memelihara buah hati tercinta.

Related Posts

Comments :