Gangguan Kromosom Pada Ibu Hamil

Pernakah Anda mendengar istilah kelainan kromosom, Mam? Kelainan kromosom ini bisa dialami oleh janin yang ada di dalam kandungan. Kondisi ini ditandai dengan jumlah atau struktur kromosom pada janin yang tidak normal. Pada manusia dalam kondisi normal, jumlah kromosom ada 46, yaitu terdiri atas 22 pasang kromosom non-sex dan 1 pasang kromosom sex (kromosom X dan Y) yang menentukan jenis kelamin janin. Sedangkan, pada kromosom janin yang tidak normal, bisa berjumlah lebih sedikit atau lebih banyak dari 46 kromosom. Sebagai contoh, anak yang mengalami down syndrome memiliki 47 kromosom.

Kelainan kromosom ini mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin karena dapat menyebabkan beberapa hal buruk pada janin atau bayi yang dilahirkan, seperti:

  • Keguguran
  • Bayi meninggal setelah dilahirkan
  • Bayi mengalami kelainan mental, seperti down syndrome
  • Bayi mengalami kelainan jantung
  • Bayi mengalami kelainan darah (talasemia)
  • Bayi mengalami kelainan tulang belakang dan saraf tulang belakang (spina bifida)
  • Bayi mengalami kelainan saraf
  • Bayi mengalami cacat otak
  • Bayi mengalami abnormalitas fisik

Kelainan kromosom berisiko sangat besar dialami oleh janin dengan beberapa faktor berikut ini.

  1. Memiliki orang tua (ayah atau ibu) yang membawa kelainan kromosom.
  2. Berasal dari ibu yang mengalami keguguran berulang kali sehingga menyebabkan ketidakseimbangan susunan kromosom.
  3. Berasal dari suami istri yang mengalami infertilitas.
  4. Berasal dari ibu yang hamil di usia lebih dari 35 tahun.

Sedangkan, di bawah ini beberapa ciri orang yang berisiko mengalami kelainan kromosom sehingga kemungkinan dapat menurunkan sifat kelainan kromosom pada keturunannya.

  1. Memiliki kelainan bawaan, yaitu ayah atau ibu yang mengalami kelainan kromosom.
  2. Berperan sebagai pembawa mutasi gen, seperti penderita hemofilia, albino, dan lainnya.
  3. Wanita yang sering mengalami keguguran.
  4. Penderita penyakit tumor ganas dan leukimia (kanker darah).
  5. Wanita yang tidak pernah menstruasi.
  6. Pernah melahirkan anak dengan kelainan mental.
  7. Pernah melahirkan anak dengan jenis kelamin yang diragukan.
  8. Mengalami ketidaksuburan (infertilitas).

Kelainan kromosom bisa menimpa siapa saja. Namun, hal ini bisa diketahui dengan beberapa pemeriksaan laboratorium ataupun medis. Terlebih bagi Anda yang sedang hamil, bisa mendeteksi sejak dini kelainan kromosom pada janin dengan sejumlah pemeriksaan, seperti pemeriksaan melalui pengambilan sampel darah pada tali pusat janin, air ketuban, ataupun melalui USG. Dengan melakukan pemeriksaan awal tersebut, Anda bisa menjamin bahwa tidak ada masalah pada kehamilan ataupun janin yang berisiko mengalami kelainan kromosom. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Related Posts

Comments :