Penggunaan Cairan Pembersih Vagina Pada Ibu Hamil

Ibu hamil kerap mengeluhkan kondisi vaginanya yang lembab, terasa gatal, hingga munculnya keputihan. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan pH vagina yang normal pada masa kehamilan. Untuk mengatasi keluhan ini, beberapa Ibu hamil membersihkan vagina dengan menggunakan obat atau cairan pembersih vagina. Namun, apakah itu tidak membahayakan janin di dalam kandungan karena cairan pembersih tersebut dibuat dari bahan kimia?

Sebaiknya, membersihkan vagina dengan menggunakan cairan pembersih berbahan kimia tidak disarankan karena dapat merusak folara baik yang ada di sekitar organ intim wanita. Hal ini tentu memengaruhi kondisi vagina sehingga menyebabkan risiko beberapa gangguan kesehatan Ibu hamil dan janin, seperti:

  • Infeksi saluran kandung kemih pada Ibu hamil.
  • Infeksi jamur dan peradangan pada vagina Ibu hamil.
  • Kanker serviks pada Ibu hamil.
  • Bayi lahir dengan berat rendah.

Letak liang vagina yang berdekatan dengan rahim menjadi kekhawatiran Ibu hamil saat menggunakan cairan pembersih vagina karena cairan kimia tersebut dapat masuk mengalir ke rahim. Hal inilah yang menjadi alasan beberapa Ibu hamil untuk memilih tidak menggunakan cairan pembersih vagina berbahan kimia.

Lalu, bagaimana caranya mengusir rasa gatal, lembab, serta keputihan pada vagina saat hamil? Jangan khawatir Mam, hal ini dapat diatasi dengan cara yang lebih aman, tanpa menggunakan bahan kimia. Berikut beberapa tips membersihkan vagina secara alami serta mengurangi masalah pada vagina Ibu hamil.

  1. Bersihkan vagina dengan membasuh menggunakan air bersih dari arah depan ke belakang.
  2. Bersihkan vagina dengan bahan herbal, seperti dari ramuan daun sirih, daun jarak pagar, buah majakani, dan lainnya.
  3. Olesi vagina dengan bahan campuran baking soda dan air untuk mengurangi rasa gatal.
  4. Kompres vagina dengan air dingin untuk mengatasi rasa gatal.

Selain dengan cara di atas, menjaga kebersihan vagina juga dapat dilakukan dengan:

  • mengonsumsi buah dan sayur.
  • minum air putih yang cukup.
  • rajin mengganti celana dalam.
  • keringkan vagina dengan handuk lembut atau tisu setelah mandi, buang air kecil, dan buang air besar.
  • pakailah celana dalam yang longgar dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat seperti katun.
  • tidak mandi busa untuk mencegah iritasi.
  • tidak mandi berendam dengan air hangat untuk menghindari jamur penyebab keputihan.
  • tidak memakai panty liner agar tidak lembab.
  • tidak menahan buang air kecil agar terhindar dari kuman yang hidup di air seni yang menetes di celana dalam.
  • tidak menggunakan bedak tabur.
  • tidak memakai celana dalam saat tidur malam agar sirkulasi udara ke vagina lancar sehingga terhindar dari lembab.

Permasalahan pada miss V sering dialami oleh Ibu hamil. Tips di atas dapat membantu Anda dalam mengatasinya. Jika keluhan pada vagina Anda tidak kunjung berkurang atau malah justru makin parah, segera periksakan ke dokter untuk diperoleh solusi secara medis ya, Mam. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Comments :