Thalasemia Pada Ibu Hamil

Ada banyak jenis kasus kelainan darah, seperti anemia, leukimia, hipertensi, hipotensi, hemofilia, dan Thalasemia. Telinga Anda mungkin sudah akrab dengan jenis gangguan kesehatan seperti anemia, leukimia (kanker darah), dan jenis penyakit kelainan darah yang lain, tapi belum tentu dengan jenis penyakit Thalasemia. Seperti anemia dan leukimia, Thalasemia juga menjadi salah satu jenis penyakit kelainan darah. Thalasemia disebabkan kurangnya jumlah sel darah merah (hemoglobin) yang diakibatkan oleh gangguan pembentukan sel darah karena kerusakan gen dalam tubuh.

Penderita Thalasemia biasanya ditunjukkan dengan tanda atau gejala berikut ini:

  • mudah pingsan
  • mudah lelah
  • mudah emosi
  • anemia
  • muka pucat
  • badan lemas
  • nafas pendek
  • mengalami pembesaran hati dan limfa sehingga menyebabkan perut busung atau buncit
  • kulit berwarna kuning, keabu-abuan, bahkan menghitam
  • pembentukan tulang muka yang tidak normal

Berdasarkan tingkat keparahan, Thalasemia dibedakan menjadi dua, yaitu Thalasemia mayor dan minor. Penderita Thalasemia minor biasanya tidak menunjukkan gejala dan tidak membutuhkan tranfusi darah. Sebaliknya, penderita Thalasemia mayor membutuhkan transfusi darah secara rutin.

Thalasemia ini bersifat genetis atau keturunan. Jadi, Ibu hamil dengan mengidap Thalasemia akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan kepada janin yang dikandungnya, seperti:

  • janin mengalami anemia berat
  • janin menderita penyakit jantung
  • tubuh janin mengalami penimbunan cairan
  • bayi yang dilahirkan akan mengalami hambatan pertumbuhan

Untuk itu, agar janin tetap sehat maka biasanya dokter akan menyarankan janin melakukan transfusi sejak masih ada di dalam kandungan dan dilanjutkan setelah dilahirkan. Bagi Anda yang mengidap Thalasemia perlu melakukan beberapa hal yang dapat melindungi kehamilan, yaitu:

  1. Rutin kontrol kesehatan Ibu dan janin
    Ibu hamil dengan Thalasemia harus melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter kandungan untuk memantau sulpai oksigen ke janin. Selain kontrol kehamilan, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan dengan dokter penyakit dalam untuk melakukan transfusi darah jika Anda mengalami Thalasemia mayor.
  1. Rajin mengonsumsi makanan bernutrisi
    Ibu hamil wajib mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Bagi Ibu hamil pengidap Thalasemia perlu mengonsultasikan jenis makanan yang perlu dikonsumsi dan dihindari agar tidak memperburuk kesehatan Anda.
  1. Melakukan serangkaian tes
    Ibu hamil dengan Thalasemia perlu dipantau kesehatan melalui serangkain tes, seperti tes penapisan (screening) untuk memastikan janin mewarisi Thalasemia atau tidak, konsultasi genetik, dan diagnosis prenatal.
  1. Atur emosi
    Ibu hamil penderita Thalasemia diharapkan dapat menghindari stres dan depresi karena dapat memicu kerja jantung, hati, dan sistem hormon dan tidak memperburuk kesehatan Anda.

Nah, meski Anda sedang hamil dan mengidap Thalasemia, jangan khawatir karena Anda tetap bisa melahirkan dengan lancar. Tips di atas dapat membantu menjaga kondisi Anda. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Comments :