Kenapa Mam Sulit Hamil (Lagi)?

Data menunjukkan bahwa saat ini susah hamil bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan di kalangan perempuan, karena memang kesusahan untuk mendapatkan anak sudah semakin umum dirasakan oleh para perempuan. Memangnya, apa saja penyebab susah hamil ini?

Faktor Ayah

Menurut dokter spesialis William Schoolcraft, penemu dari Colorado Center for Reproductive Medicine, salah satu penyebab utama susah hamil adalah faktor laki-laki.  Banyak faktor dari Ayah yang bisa membuat Mam susah hamil, mulai dari slow swimmer hingga abnormalitas struktur yang bisa menghambat laju sperma.

30 hingga 40 persen dari penyebab infertilitas berasal dari laki-laki, so, jangan terburu stres sendiri dulu ya, Mam!

Endometriosis

Tiga hingga lima juta perempuan Amerika dalam masa yang produktif mengalami endometriosis, sebuah penyakit kronis dari sistem reproduksi di mana sel-sel yang berasal enometrium (salah satu bagian uterus) tumbuh di tempat yang tak seharusnya mereka tumbuh, yakni di luar uterine cavity.

Beberapa gejala utama yang bisa terlihat dari endometriosis adalah sakit yang luar biasa saat sedang menstruasi, rasa sakit berlebih saat intercourse, dan kram perut tingkat sedang hingga parah sepanjang masa menstruasi.

Terlalu gemuk atau terlalu kurus

Tidak hanya obesitas saja yang bisa membuat Mam susah hamil, tetapi juga terlalu kurus. Kondis berat badan yang tidak normal bisa mengganggu fungsi hormonal. Para ilmuwan juga mengatakan bahwa berolahraga terlalu sering atau berat dapat memberikan dampak negatif kepada fertilitas bagi seorang perempuan. Bila olahraga tersebut tak terhindarkan, Mam bisa mengonsumsi suplemen dan nutrisi yang tepat untuk menjaga fungsi hormon.

Stres

Penyebab yang paling umum dari susah hamil adalah stres. Tidak hanya berpengaruh pada kesuburan, stres juga bisa memberikan banyak dampak negatif lainnya bagi badan dan mental Mam. Tetapi Mam perlu tahu bahwa stres dengan skala kecil tidak akan memberikan efek para padah kesuburan. Stres tingkat akut baru bisa berdampak pada kesusahan hamil.

Jadi, Mam tidak perlu takut ketika sedikit merasakan stres, selama stres tersebut tidak membuat Mam depresi atau berkepanjangan, Mam tidak perlu panik.

Umur

Tidak bisa dipungkiri bahwa umur juga menjadi faktor yang cukup berpengaruh dari mudah atau tidaknya kehamilan terjadi. Perempuan lahir dengan sel telur dalam jumlah tertentu, biasanya 1 atau 2 juta per perempuan, dan Mam kehilangan sel telur tersebut setiap bulan, baik dari kualitas maupun kuantitas.

Tahu tidak? Pada masa pubertas, Mam hanya memiliki 300 ribu sel telur! Jadi pada umur 51 –di mana Mam biasanya mulai merasakan menopause–, Mam sudah tidak memiliki sel telur untuk dibuahi lagi.

Ternyata ada begitu banyak faktor yang menyebabkan susah hamil ya Mam? Konsultasikan dengan benar dengan dokter yang tepat untuk menangani hal ini sebelum judging terlalu cepat ya!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :