Kapan Bayi Itu Bisa Tersenyum?

Memiliki bayi adalah kebahagiaan bagi setiap orang tua. Apa lagi jika bayi ini adalah anak pertama. Mam yang memiliki bayi baru lahir, pasti akan selalu memperhatikannya bahkan setiap pergerakan baru yang dilakukannya. Salah satu pergerakan bayi yang membuat orang tua merasa senang adalah tersenyum. Jujur saja, ketika bayi Mam tersenyum, Mam pasti merasa sangat senang, bukan?

Kapan Bayi Mulai Tersenyum?

Tersenyum merupakan salah satu progres dalam perkembangan bayi. Kapan bayi mulai tersenyum, hal itu relatif. Seorang profesor psikolog asal University of Miami, dalam bukunya yang berjudul The Encyclopedia of Human Development mengungkapkan bahwa senyum memiliki beberapa tahap dalam perkembangan seorang bayi.

Menurutnya, bayi yang baru lahir pun sudah bisa tersenyum walaupun hal ini dilakukannya tanpa sadar. Biasanya, bayi yang baru lahir tersenyum ketika mereka sedang tidur pulas atau mengantuk. Bayi melakukan hal ini secara random tanpa alasan dan bisa jadi senyum tersebut terjadi akibat pergerakan bibir secara terus-menerus.

Bayi Tersenyum Karena Rangsangan Visual

Seiring berjalannya waktu, bayi pun akan mulai sering tersenyum. Ketika bayi sudah berusia satu bulan, ia sudah bisa melihat dan mengolah apa yang dilihatnya dan di sinilah senyuman itu muncul. Di usia ini, senyuman bayi bukanlah hal random yang terjadi karena pergerakan bibir saja, tetapi karena adanya rangsangan dari luar. Pada umumnya, bayi di usia ini akan tersenyum ketika melihat wajah.

Senyum yang seperti ini merupakan permulaan Si Kecil dalam memasuki interaksi sosialnya. Senyum yang ia pancarkan merupakan simbol bahwa ia turut secara aktif dan positif berpartisipasi dalam sebuah ikatan.

Dalam bukunya tersebut, Messinger menambahkan bahwa senyuman bayi tak hanya menunjukkan bahwa bayi tersebut sedang bahagia dan tertarik dengan sesuatu tertentu, tapi juga bisa membuat orang yang melihatnya merasa senang. Bukankah Mam senang jika Si Kecil tersenyum kepada Mam?

Senyum Bayi akan Berbeda Jika Ia Memasuki Usia 6 Bulan

Seperti disebutkan di atas, bahwa pada umumnya bayi tersenyum karena ia melihat wajah orang tua dan orang terdekatnya, maka menginjak usia empat hingga enam bulan ia tidak lagi hanya bergantung pada hal tersebut. Bayi di usia ini sudah bisa memegang mainan dan inilah yang menjadi sumber senyumnya. Bentuk atau gerakan mainan yang menarik baginya akan membuatnya tersenyum.

Di usia ini bayi juga sudah memiliki kemampuan untuk mengontrol senyumnya. Ia tidak senyum secara terus-menerus, tetapi ia akan berhenti  sejenak jika ia merasa hal itu memang perlu untuk dilakukan. Bukan hanya berupa gerakan bibir, bayi pun mulai bisa tertawa lebar hingga mengangkat pipinya.

Mungkin tidak semua orang tua mengamati perkembangan senyum bayinya. Sekarang Mam sudah tahu bahwa senyum bayi berbeda dari waktu ke waktu. Jika Mam penasaran, coba amati sendiri pada Si Kecil. Selamat mencoba!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :