Kapan Sebaiknya Si Kecil Berhenti Minum ASI?

Mam, ada banyak ibu yang baru melahirkan memilih untuk memberikan susu formula kepada anaknya ketimbang air susu ibu (ASI) ekslusif. Alasannya pun beragam, ada yang karena harus bekerja di kantor dan terpisah dari bayi, ada yang berpikir jika susu formula memiliki nutrisi lebih baik dan lengkap ketimbang ASI, atau sekedar karena takut payudara akan menjadi kendur. Padahal, ASI adalah makanan yang paling tepat untuk dikonsumsi oleh bayi yang baru lahir.

Manfaat minum ASI

Mam, ASI itu mengandung zat antibodi yang bisa membantunya melawan penyakit-penyakit seperti: diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, asma, dan alergi. Selain antibodi, ASI juga mengandung DHA, AA, Omega 6, laktosa, zat besi, dan beberapa kandungan lainnya yang sangat baik untuk kesehatan anak.

Selain bermanfaat bagi anak, ASI juga baik untuk Mam sebagai seorang ibu. Menyusui bisa merangsang produksi hormon oksitoksin yang membuat Anda terasa rileks dan menghilangkan stress. Hubungan Anda dengan anak juga akan terbangun lebih kuat.

Oleh sebab itu, jika Anda adalah seorang pegawai yang harus segera bekerja tidak lama setelah melahirkan, saat ini tersedia berbagai macam pompa ASI yang memungkinkan Anda untuk menyimpan ASI dalam botol kemudian ditaruh dalam lemari es/freezer (kedua tempat ini dapat menjaga kandungan nutrisi yang ada dalam ASI). Mengenai susu formula, susu formula yang sangat mahal pun tidak bisa menggantikan nutrisi lengkap yang berada dalam ASI. Payudara menjadi kendur sebenarnya bukan dikarenakan proses menyusui, namun karena proses penurunan berat badan pascahamil dan proses penuaan. Maka, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak memberikan ASI bukan?

 

Waktu yang Tepat

Walaupun manfaat ASI begitu banyak, akan tiba masa dimana Si Kecil harus mulai belajar untuk tidak menyusu langsung dari payudara ibunya. Tidak ada patokan waktu kapan sebaiknya ibu mulai menyapih anaknya, semua itu tergantung pilihan dari masing-masing ibu. Hanya saja, sesuai Undang-undang Kesehatan pasal 128 UU No. 36 Tahun 2009 yang menyatakan ”Tiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis,” maka anak memiliki hak untuk mendapatkan ASI eksklusif sampai mereka berusia enam bulan pertama. Setelah itu mereka boleh mendapat nutrisi dari makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Sebagai ganti ASI, Anda dapat memberikan mereka makanan yang kaya akan vitamic C, zat besi, dan kalsium, seperti: keju, bubur sayur, atau sereal.

Mam, biasanya anak yang mulai menginjak usia satu tahun akan mulai belajar untuk bisa minum dari cangkir dan mencari cara lain selain harus menyusu dari payudara ibunya. Mengutip dari situs web Alodokter, sebagian ahli mendeskripsikan beberapa tanda bayi mulai dapat disapih, antara lain dia sudah dapat duduk dengan kepala tegak dalam waktu lama, koordinasi mata, mulut, dan tangannya mulai bekerja dengan baik sehingga dia dapat mengambil dan memasukkan makanan padat ke mulut. Meski tidak selalu dapat menjadi patokan, tapi tanda-tanda umum seperti: mengisap puting payudara beberapa kali kemudian berhenti menyusu, saat menyusu anak cenderung ingin turun dari pangkuan atau malah bermain dengan pakaian Anda, dapat menjadi ciri bayi kemungkinan sudah dapat disapih.

Yang perlu diperhatikan juga, saat Anda memutuskan untuk berhenti menyusui, payudara akan terasa bengkak dan nyeri. Untuk meredakannya, Anda bisa mengompres payudara dengan menggunakan es.

Mam, karena setiap orang tua memiliki waktu yang berbeda dalam menyapih anaknya, maka yang terpenting dalam menyapih bukan sekedar kapan waktu yang tepat, melainkan kenyamanan anak dan Anda sebagai orang tua.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :