Lahirnya Si Kecil di dunia adalah masa yang mungkin sangat menyenangkan bagi Mam. Betapa tidak, masa penantian selama sembilan bulan seakan terbayarkan saat Si Kecil terlahir di dunia. Rasanya ingin mengulangi lagi momen ini di lain hari.
Saat ini mungkin Si Kecil sudah mulai besar. Mam dan Ayah pun sama-sama berencana memberikan adik untuk Si Kecil. Momen yang indah itu sepertinya akan terulang kembali. Namun, tak jarang orang yang paham menentukan saat yang tepat untuk hamil anak kedua. Seperti yang kita tahu, terlalu dekat jarak akan membuat kita kesulitan mengasuhnya. Jarak yang terlalu jauh juga berisiko terhadap kesehatan. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk hamil anak kedua? Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi waktu terbaik untuk kehamilan kedua.
Jarak Kelahiran yang Sesuai
Banyak ahli yang menyarankan untuk menanti setidaknya 18 bulan sebelum kembali hamil anak kedua. Waktu tersebut sangat baik bagi Mam dan Si Kecil. Ketika hamil pertama kali, Mam tentu banyak kehilangan nutrisi. Setelah lahir pun, Mam masih memberikan nutrisi berupa ASI kepada anak. Menariknya, para ahli juga menemukan bahwa kehamilan sebelum 18 bulan atau setelah lima tahun dari kelahiran pertama akan meningkatkan risiko kurangnya berat badan pada bayi serta kelahiran prematur. Selain itu, jarak yang terlalu pendek atau terlalu panjang antara kelahiran pertama dan kedua juga akan menyebabkan ikatan persaudaraan kedua anak yang kurang berkembang.
WHO atau Badan Kesehatan Dunia menyarankan jarak kelahiran setidaknya 24 bulan sebelum kelahiran selanjutnya. Riset yang dirilis di Iowa Medicaid Certificate Report menemukan bahwa jarak kelahiran terlalu pendek mampu meningkatkan risiko keguguran dan kelainan tekanan darah, termasuk juga anemia dan pendarahan saat hamil.
Usia Ibu Saat Hamil
Bila Mam masih berusia di bawah 30 tahun, Mam mungkin dapat merencanakan jarak kelahiran sesuai tahun kelahiran semau Mam. Namun bila Mam sudah mendekati 40 tahun, Mam mungkin mulai kurang subur dan kemungkinan pembuahan juga akan menurun sehingga mempengaruhi jarak kelahiran.
Sebuah studi yang dilakukan oleh US Centers for Disease Control and Prevention menemukan bahwa wanita di bawah usia 20 tahun memiliki keberhasilan kehamilan kedua paling dekat sejak 11-14 bulan setelah kehamilan pertama. Sedangkan wanita berusia 40 atau lebih harus menunggu 39 hingga 76 bulan.
Kondisi Keuangan
Apakah Mam benar-benar siap secara finansial akan kehadiran anak kedua? Faktor ini merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan waktu kelahiran anak kedua. Hal ini karena memiliki anak kedua berarti Mam membiayai dua anak dan membesarkan keduanya dengan baik.
Ini artinya Mam tidak boleh pilih kasih. Satu anak dapat, yang lain juga harus dapat. Begitu setidaknya. Belum lagi ketika Si Kecil dan adik masuk sekolah. Tentu biaya yang harus Mam penuhi tiap bulannya lebih besar lagi. Oleh karenanya, pastikan bahwa kemampuan finansial Mam dan Ayah benar-benar cukup agar pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil dan adik tidak terhambat.
Karir
Bila Mam termasuk wanita yang tidak terlalu suka kerja, kehamilan anak kedua mungkin tidak akan menjadi masalah bagi Mam. Namun bila sebaliknya, tentu hal ini akan sangat memengaruhi karir Mam di masa depan. Anak kedua Mam nantinya juga membutuhkan perhatian yang sama seperti ketika Si Kecil baru lahir dulu. Dengan begitu, perhatian Mam akan menjadi tiga, dari pekerjaan, Si Kecil, dan Adik. Maka dari itu, bila memang Mam tidak mampu memberikan perhatian serta quality time untuk kedua anak, sebaiknya bicarakan lagi rencana kehamilan ini bersama Ayah.
Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi waktu terbaik untuk kehamilan kedua. Meskipun ini adalah momen terbaik dan yang paling Mam nantikan, jangan sampai mengabaikan faktor-faktor di atas agar kehamilan kedua tidak menjadi masalah baru. Dari faktor-faktor di atas, apakah Mam benar-benar sudah yakin untuk menambah momongan? Pastikan Mam sudah berdiskusi dengan Ayah sebelum memutuskannya sendiri.







13 Oct 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar