Mam, Waspadai Kelainan Posisi Rahim Ini!

Rahim merupakan organ reproduksi wanita yang memiliki fungsi utama sebagai penerima hasil pembuahan sperma atas sel telur (ovum) yang kemudian mengembangkannya menjadi embrio (janin). Dangan fungsi yang demikian krusial, rahim menjadi organ vital bagi wanita, karenanya penting bagi Mam untuk mengetahui kelainan-kelainan pada rahim.

Tahukah Mam, kelainan pada rahim banyak jenisnya? Pada beberapa kasus ditemui kelainan pada bentuk rahim, kasus lainnya menunjukkan kelainan pertumbuhan rahim, dan ada kalanya posisi rahimlah yang menjadi masalah. Nah, di sini akan dibahas kelainan pada posisi rahim:

Prolapsus uteri

Mam mungkin sering mendengar istilah turun berok atau turun peranakan. Prolapsus uteri merupakan bahasa medis untuk istilah tersebut. Dalam situasi ini, rahim melorot hingga menonjol pada vagina. Penyebabnya adalah mengendurnya otot di sekitar rahim.  Gejala awalnya ditunjukkan dengan adanya rasa mengganjal di sekitar perut. Penanganannya melalui tindakan operasi, tidak disarankan untuk diurut karena dapat memperparah kondisi rahim. Pada kondisi yang sudah parah, penderita akan merasa amat kesakitan, sehingga pergerakannya akan terbatas.

Inversio Uteri

Pada kondisi ini, rahim menjadi terbalik ke bawah. Penyebabnya adalah kesalahan penarikan tali pusat pada saat proses persalinan. Jika tali pusat ditarik sebelum terjadi kontraksi, letak rahim akan terbalik.  Posisi rahim seperti ini akan menyebabkan pendarahan yang banyak dan rasa nyeri yang teramat sangat. Bahkan, jika mendapat penanganan yang salah, inversion uteri dapat menyebabkan kematian. Ada tiga jenis inversio uteri berdasarkan tingkat keparahannya:

  • Ringan: kondisi dimana fundus uteri terbalik dan menuju rongga rahim (kavum uteri), tetapi belum sampai keluar
  • Sedang: fundus uteri terbalik dan telah masuk rongga rahim, masuk menuju vagina
  • Berat: fundus uteri terbalik dan ada di dalam vagina, sebagian telah keluar vagina

Jalan satu-satunya untuk memperbaiki inversio uteri adalah dengan operasi segera, di saat gejalanya telah terdeteksi. Gunanya adalah untuk mengembalikan rahim pada posisi semula sehingga tidak menghalangi pembuahan melalui vagina. Namun, pada kondisi yang telah kronis, rahim harus diangkat.

Hiper-retrofleksi

Variasi letak rahim ini menyebabkan rahim terdesak ke belakang. Hal in dapat disebabkan tiga kondisi, yakni gerak tak stabil, pelekatan, atau dorongan.

  • Gerak tak stabil, umumnya terjadi pada wanita yang kerap melahirkan, hingga jaringan ikatnya menjadi melar dan kendur.
  • Pelekatan, dipicu oleh munculnya infeksi pada jaringan sekitar rahim yang kemudian menjadi jaringan parut saat sembuh, membuat rahim tertarik dan melekat.
  • Dorongan, kondisi ini disebabkan oleh adanya tumor yang mendesak rahim ke belakang.

Posisi rahim yang terdesak ke belakang akan menyebabkan mulut rahim menekan saluran kencing. Situasi ini akan lantas membuat penderita kesulitan buang air kecil, merasakan nyeri saat buang air besar atau saat berhubungan badan. Di samping itu, posisi rahim yang terdesak ke belakang akan menyebabkan sperma susah masuk ke dalam rongga rahim, yang kemudian menyebabkan penderita susah hamil. Untuk penanganannya harus melalui tindakan operasi, terutama jika disebabkan pelekatan.

Hiper-antefleksi

Kelainan rahim hiper-antefleksi merupakan jenis kelainan posisi rahim yang paling mudah terlihat dari luar. Gejalanya tampak pada saat kehamilan. Jika Mam pernah mendengar tentang perut gantung, hiper-antefleksi merupakan medical term untuk keadaan tersebut. Penyebabnya adalah otot-otot rahim yang telah kendur, sehingga kulit meregang ke bawah mengikuti gravitasi. Ini akan membuat perut hamil tampak menggantung. Hiper-antefleksi tidak akan mempengaruhi metode persalinan Mam nantinya, asalkan posisi janin dan rongga panggul cukup untuk dilewati janin.

Nah, itu tadi jenis-jenis kelainan posisi rahim. Semoga membantu Mam mengenali kondisi rahim Mam lebih baik lagi.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :