Mitos dan Fakta tentang Keguguran

Keguguran adalah hal yang paling ditakuti oleh para ibu muda yang sangat menanti-nanti kehadiran Si Kecil. Faktor penyebab keguguran juga ada banyak. Namun sayangnya, info-info yang beredar di masyarakat tentang penyebab keguguran tidak selalu benar. Tidak semua info tersebut didasarkan pada ilmu dan fakta kesehatan. Akibatnya, tak sedikit Mam yang menyalahkan diri sendiri ketika mengalami keguguran. Sebelum menyalahkan diri sediri, yuk, ketahui mitos dan fakta seputar keguguran yang perlu Mam tahu.

Mitos: Stres di awal usia kehamilan bisa menyebabkan keguguran

Fakta: Enam puluh persen penyebab keguguran di trimester awal kehamilan adalah karena adanya kelainan kromosom. Ketika terjadi pembuahan, sebanyak 23 kromosom yang dibawa oleh masing-masing sel telur dan sperma akan bertemu. 23 pasang kromosom tersebut membawa rantai DNA dari masing-masing pihak untuk kemudian dibentuk menjadi embrio. Jika proses penyatuan kromosom ini kurang sempurna maka embrio yang berkembang juga akan mengalami kelainan yang bisa mengakibatkan keguguran.

Mitos: Flek dan kram menunjukkan kehamilan berisiko mengalami keguguran

Fakta: Flek dan kram adalah gejala yang wajar yang dialami oleh setiap ibu hamil. Keduanya merupakan bentuk reaksi hormon dan tubuh terhadap kondisi rahim. Menurut kepala divisi obstetri dan ginekologi di Sutter Memorial Hospital, flek dan kram dialami oleh sekitar empat puluh persen ibu hamil. Meskipun begitu, jika kram dan flek ini disertai rasa nyeri pada pinggul, maka Mam perlu mengonsultasikannya ke dokter kandungan. Nyeri di bagian pinggul bisa menjadi pertanda kehamilan di luar rahim.

Mitos: Olahraga bisa menyebabkan keguguran

Fakta:  Olahraga tepat yang dilakukan semasa hamil justru dapat membuat kondisi Mam dan Si Kecil lebih sehat. Bahkan penelitian di Columbia University Mailman School of Public Health di New York menyatakan bahwa olahraga bisa menurunkan risiko keguguran hingga empat puluh persen. Pilihlah olahraga ringan yang dapat melatih otot di sekitar panggul agar lebih rileks dan untuk mencegah konstipasi. Misalkan pilates atau sekedar berjalan di pagi hari. Hindari olahraga keras seperti berlari, panjat tebing, atau berkuda. Tentunya hal ini membahayakan janin.

Mitos: Sakit yang dialami di trimester pertama kehamilan meningkatkan risiko kehamilan

Fakta: hal tersebut tentunya bergantung pada sakit apa yang Mam alami. Jika hanya sakit flu dan demam ringan, pada dasarnya tidak akan mengakibatkan efek serius terhadap kehamilan. Namun, jika suhu tubuh Mam melebihi 38 derajat Celcius, segeralah dibawa ke dokter karena suhu tubuh yang terlalu tinggi tidak baik untuk kondisi Si Kecil di dalam rahim. Jenis penyakit yang mungkin bisa menyebabkan keguguran adalah yang disebabkan oleh bakteri tertentu sehingga mengganggu sistem pencernaan. Hal ini sesuai yang diungkapkan oleh Jonathan Scher, M.D., asisten profesor obstetri dan ginekologi Mount Sinai Medical Center  New York. Sebaiknya hindari makanan mentah dan susu yang tidak dipasteurisasi.

Jadi, jangan begitu saja percaya terhadap mitos yang beredar di masyarakat. Sebaiknya carilah dulu informasi yang benar berdasarkan ilmu medis. Jika perlu, Mam bisa langsung mengonsultasikannya ke dokter.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :