Morning Sickness Saat Hamil

Wanita hamil di trimester pertama sering mengalami mual-mual dan muntah. Saat bangun tidur, bau makanan tertentu, maupun sehabis makan seringkali serangan mual ini datang. Dalam kehamilan, gejala mual-mual ini disebut morning sickness.

Saat dinyatakan positif hamil dan menjalani kehamilan di trimester pertama, banyak ibu hamil mengalami mual dan muntah. Gejala mual dan muntah ini bahkan dialami oleh hampir tiga perempat wanita yang dinyatakan hamil di trimester pertamanya. Gejala mual dan muntah yang terkadang menyiksa ini dinamakan morning sickness.

Penamaan morning sickness untuk gejala mual-mual yang terkadang diikuti muntah pada wanita hamil ini sebenarnya kurang tepat, karena gejala ini tak selalu terjadi di pagi hari saja. Bisa saja siang atau sore hari, wanita hamil sering merasa tiba-tiba mual-mual. Memang, pada beberapa ibu hamil, mual-mual yang terkadang disertai muntah akan terjadi cukup parah di pagi hari lalu sedikit mereda di siang hingga sore hari. Mungkin karena itulah, dinamakan morning sickness. Bahasa medis dari morning sickness ini adalah nausea and vomiting of pregnancy yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti mual dan muntah selama kehamilan.

Gejala mual-mual yang diikuti muntah ini bisa terjadi tidak sama pada setiap ibu hamil. Ada yang terjadi di minggu keempat kehamilan, minggu keenam, bahkan ada pula yang mengalaminya di minggu kedelapan. Mayoritas ibu hamil mengalami morning sickness ini ketika usia kehamilannya lebih dari 6 minggu. Ibu hamil yang mengalami morning sickness biasanya akan mengalaminya di trimester I, lalu mereda seiring usia kehamilannya bertambah, yakni di akhir trimester I. Meskipun begitu, ada pula ibu hamil yang merasakan gejala mual dan muntah hingga trimester II kehamilan. Sebaliknya, ada pula yang tidak merasakan morning sickness sama sekali.

Banyak ibu hamil yang mengeluh atas morning sickness yang dialami, namun sebagian dari mereka menikmatinya karena menjadikannya bagian dari kejutan kehamilan. Terkadang, morning sickness ini hingga membuat ibu hamil tak sanggup beraktivitas dan bahkan bedrest. Meskipun menyiksa, kalau akhirnya membahagiakan karena dikaruniai buah hati yang lucu tak pernah menjadikan ibu hamil takut untuk menjalani morning sickness bukan? Mereka merasa umum hal tersebut terjadi karena menjadi bagian dari proses yang harus dialami selama kehamilannya.

Lalu mengapa sebenarnya morning sickness dialami oleh kebanyakan ibu hamil? Sebenarnya tidak ada yang tahu, mengapa gejala mual dan muntah ini terjadi pada wanita hamil di awal-awal masa kehamilannya. Bisa jadi, gejala tersebut dialami ibu hamil karena terjadi berbagai perubahan fisik di dalam tubuh perempuan yang tengah mengandung. Meskipun demikian, beberapa hal berikut ini dipercaya sebagai penyebab umum, morning sickness yang kerap dialami ibu hamil.

    1. Peningkatan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) di masa kehamilan
      Sebenarnya, belum ada kepastian mengenai bagaimana hormon HCG membuat terjadinya gejala mual dan muntah pada ibu hamil. Hanya saja, ketika ibu hamil mengalami mual dan muntah-muntah, diketahui bahwa hormon HCG di dalam dirinya pun mengalami peningkatan. Selain itu, beberapa hormon lain seperti estrogen juga diduga berpengaruh dalam timbulnya gejala morning sickness ini.
    2. Hormon progesteron
      Sistem pencernaan ibu hamil sering kali bermasalah saat kehamilan. Hal ini karena terjadi peningkatan hormon progesteron yang akan memperlambat metabolisme, salah satunya sistem pencernaan. Dalam hal ini, proses mencerna makanan yang dipengaruhi hormon progesteron membutuhkan waktu yang lebih lama lagi dan berujung pada rasa mual yang sering mendera ibu hamil.
    3. Meningkatkan indra penciuman dan sensitivitas pada bau yang tajam
      Wanita yang sedang hamil biasanya sensitif dengan bau-bauan meskipun jaraknya cukup jauh darinya. Hal ini bisa menjadi penyebab ia mual dan muntah. Dulu sebelum hamil bau parfum tidak membuatnya mual, kini saat hamil bisa membuatnya mual hingga muntah-muntah. Tak hanya itu, bau-bauan lain seperti bau durian atau bau makanan juga bisa memunculkan gejala ini. Hal ini diduga karena pengaruh meningkatnya hormon estrogen pada wanita hamil.
    4. Makanan
      Makanan yang berasa pedas dan berminyak kerap menimbulkan gejala mual dan muntah pada wanita hamil. Sistem pencernaan ibu hamil mengalami perubahan dari biasanya akibat hormon yang meningkat saat kehamilan. Oleh karena itu, menahan konsumsi makanan pedas dan berminyak bisa menghindarkan dari mual dan muntah. Makanan pedas dan berminyak seperti balado telur dan terong, rendang, petis, dan lain-lain sebaiknya dihindari dulu supaya tidak memicu mual.

Beberapa hal juga bisa memberikan pengaruh terhadap terjadinya morning sickness pada ibu hamil, yakni kehamilan kembar, memiliki riwayat morning sickness di kehamilan sebelumnya, dan memiliki penyakit migrain. Bahkan, dalam sebuah penelitian juga ditemukan bahwa wanita hamil yang mengalami gejala mual dan muntah, didapati bahwa 50%-nya mengandung anak perempuan.

Meskipun Anda kini tengah hamil dan mengalami morning sickness, sebaiknya tak perlu terlalu khawatir. Gejala mual dan muntah yang Anda alami tidak akan memberi pengaruh langsung terhadap bayi yang tengah Anda kandung. Namun, tetap perhatikan asupan nutrisi yang Anda konsumsi meskipun nafsu makan berkurang saat morning sickness sering menyerang. Selamat menjalani kehamilan dengan bahagia ya Mam!

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :