Muntah Darah saat Hamil, Apakah Normal?

Muntah darah, hamil, kehamilan, muntah darah saat hamil Photo Credit: Pexels

Morning sickness yang ditandai dengan mual hingga muntah merupakan kondisi yang umum dialami oleh ibu hamil. Penyebabnya ialah perubahan hormon selama masa kehamilan. Biasanya ibu hamil akan mengalami kondisi mual dan muntah sejak awal kehamilan hingga minggu keenam belas atau delapan belas. Kondisi ini berbeda-beda pada tiap Mam yang sedang hamil.

Namun, ada satu gejala morning sickness yang perlu Mam waspadai, yaitu muntah darah. Rasa mual yang cukup parah bisa menyebabkan luka pada saluran cerna atas hingga memicu perdarahan. Itulah mengapa Mam mengalami muntah darah saat hamil. Lalu, apakah kondisi ini berbahaya? Berikut pembahasannya!

Penyebab muntah darah pada ibu hamil

Selain karena tekanan rasa mual yang menyebabkan luka pada saluran cerna atas, ada hal lain yang menyebabkan mengapa Mam bisa muntah darah saat hamil. Ini dia penjelasannya.

  • Sindrom Mallory-Weiss

Sindrom ini merupakan penyebab muntah darah saat hamil yang dialami oleh Mam sebagai akibat dari robekan selaput lendir pada kerongkongan yang letaknya berbatasan pada lambung.

  • Asam lambung (GERD)

Mam yang memiliki asam lambung yang cukup parah bisa saja mengalami muntah darah. Jika Mam muntah darah dengan disertai nyeri pada ulu hati dan rasa perih di dada, maka itu bisa saja karena asam lambung yang kambuh. GERD bisa menyebabkan peradangan pada kerongkongan yang memicu muntah darah saat hamil.

  • Radang lambung

Berbeda dengan asam lambung, radang lambung disebabkan oleh infeksi bakteri dan pendarahan yang terjadi bukan di kerongkongan, melainkan di lambung. Peradangan yang parah bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang membuat muntah darah saat hamil.

  • Varises esofagus

Varises esofagus adalah kondisi pelebaran pembuluh darah di kerongkongan. Penyebabnya adalah terhalangnya aliran darah menuju hati, sehingga tekanan darah meningkat dan menyebabkan pelebaran hingga pecah.

Cara mengatasi muntah darah

Meskipun terkesan tidak ada hubungannya dengan janin yang Mam kandung, namun kondisi muntah darah harus segera dihentikan agar tidak membahayakan kesehatan Mam. Jika mengalami muntah darah, jangan keburu panik dulu. Ada beberapa cara yang bisa Mam lakukan untuk meredakannya.

  • Istirahat

Tenangkan diri Mam dan jangan panik. Panik hanya akan memicu Mam merasakan stres yang berdampak pada kondisi janin. Lebih baik Mam istirahat sejenak dengan duduk atau tiduran.

  • Minum air putih

Beberapa kasus muntah darah ibu hamil bisa karena dehidrasi sehingga organ vital dalam tubuh tertekan. Cobalah untuk mengurangi rasa mualnya dengan minum air putih. Mam bisa menambah konsumsi air putih selama hamil untuk memenuhi kebutuhan cairan ibu dan janin.

  • Mengonsumi biskuit tawar

Muntah darah yang disebabkan oleh masalah pada lambung, bisa jadi karena Mam sering membiarkan lambung dalam keadaan kosong. Untuk itulah, mengonsumsi biskuit tawar bisa membantu meredakan rasa mual yang Mam rasakan.

  • Minum jus buah

Agar tidak mengalami mual yang berlebihan hingga melukai saluran cerna atas, cobalah untuk minum jus buah. Rasa manis dari jus bisa mengurangi rasa mual. Selain itu, nutrisi pada buah bisa untuk menggantikan cairan yang hilang karena muntah.

 

Karena tidak bisa diketahui secara pasti apa penyebab muntah darah yang Mam alami, ada baiknya jika Mam melakukan konsultasi ke dokter. Apalagi jika muntah darah yang dialami lebih dari sekali dan baru dialami hanya pada saat hamil. Jangan pernah sepelekan kondisi muntah darah, terlebih karena ada janin yang sedang tumbuh dalam rahim Mam.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :