3 Kunci Cara Mendukung Kehamilan Istri Anda

Momen saat Anda mengetahui akan menjadi seorang ayah adalah saat yang paling emosional dalam hidup Anda. Bahagia, panik, hingga khawatir bisa jadi bercampur menjadi satu, sehingga Anda merasa kewalahan. Apapun yang Anda rasakan, baiknya diskusikan bersama pasangan Anda. Bagaimanapun, peristiwa besar ini adalah sesuatu yang terjadi pada Anda berdua, bukan pada diri Anda saja atau hanya pada pasangan Anda.

Khusus bagi para ayah dan papa, kami rangkumkan hal-hal apa yang bisa Anda lakukan selama 9 bulan mendatang.

Kunci 1: Pahami Perasaan-Perasaan Anda

Pada trisemester pertama, tak akan tampak banyak perbedaan pada pasangan Anda, sehingga bisa jadi sulit untuk percaya bahwa Anda berdua sedang menantikan seorang bayi. Pada periode ini, bila apa yang Anda rasakan tidak sama seperti yang dialami pasangan Anda, jangan khawatir. Hal ini dikarenakan Anda berdua menjalani pengalaman yang sangat berbeda. Misalnya, Anda tidak mengalami morning sickness, kan?

Hanya karena sepasang suami istri akan memiliki bayi, tidak dengan tiba-tiba mereka akan menjadi satu individu dengan perasaan yang sama. Kelak ketika Anda melihat bentuk tubuh pasangan mulai berubah dan setelah melihat bayi Anda melalui pemeriksaan ultrasonografi dan merasakan gerakan pertamanya, gambaran seputar memiliki seorang anak akan semakin nyata.

Saat ini, Anda mungkin merasa gembira dan bahagia bercampur dengan rasa takut dan khawatir tentang bagaimana hidup Anda akan berubah dan apakah Anda akan dapat mengatasi masalah keuangan yang akan mungkin timbul. Tak diragukan lagi, memiliki anak bisa menjadi beban keuangan tambahan, khususnya jika salah satu dari Anda berdua melepaskan pekerjaan untuk mengurus bayi. Mengenai hal ini, jangan terburu-buru membuat keputusan besar. Tetapi, sejalannya waktu Anda mungkin akan menemukan bahwa menghabiskan waktu bersama anak jauh lebih penting daripada mendapatkan lebih banyak uang atau memberikan harta benda.

Kunci 2: Membangun Keterlibatan

Ketika menjadi seorang calon ayah, Anda bisa saja merasa kurang dilibatkan. Pasangan lebih sering berkomunikasi dengan keluarga atau teman wanitanya yang telah memiliki pengalaman sama. Bahkan, terkadang para professional medis, seperti dokter kandungan atau bidan, seringkali langsung berdiskusi dengan pasangan Anda. Jangan berkecil hati dan langsung mundur.

Ajak sahabat atau teman sekantor Anda yang sudah terlebih dahulu melewati masa-masa seperti ini; awalnya, beberapa orang mungkin akan menggoda Anda, tapi yakinlah Anda akan menemukan ayah-ayah lain yang senang berbagi pengalamannya. Cari tahu sebanyak mungkin tentang kehamilan sehingga Anda dapat mengerti apa yang sedang terjadi pada tubuh pasangan. Selalu luangkan waktu untuk pergi bersama pasangan ketika melakukan pemeriksaan rutin. Hal ini juga akan membantu Anda mendapatkan perkembangan terbaru tentang bayi yang ada di dalam rahim pasangan Anda. Jangan malu untuk kelihatan ‘bodoh’, ajukan pertanyaan sebanyak yang Anda inginkan.

Kunci 3: Beri Dukungan

Tak perlu menyimpan semua perasaan atau pikiran Anda, bebaskan diri Anda untuk:

  • Berbicara terus terang kepada pasangan mengenai seks sehingga hal tersebut tidak menjadi masalah.
  • Terlibat dalam semua pengaturan dan rencana persalinan.
  • Mengikuti kelas menyusui dan seminar kehamilan yang dapat menambah pengetahuan bersama.
  • Hadir pada saat persalinan

Dukungan suami merupakan salah satu kunci suksesnya kehamilan dan persalinan. Terjadinya perubahan fisik dan mental yang dahsyat di tubuh wanita hamil maka dibutuhkan dukungan penuh cinta kasih dari pasangannya. Dampingi istri pada masa-masa kehamilan dan persalinan. Jangan sampai kehilangan kesempatan emas untuk menunjukkan dukungan kepada istri untuk mendapatkan buah hati yang sehat dan cerdas.

Sebelum menjadi Feature writer, saya bekerja di World Vision Indonesia dan ditempatkan di Nusa Tenggara Timur. Saya menikmati bekerja bersama dengan masyarakat terutama yang fokus di bidang kesehatan Ibu dan anak. Saya juga menyukai traveling ke daerah pendalaman. Passion saya ingin membantu mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat dan cerdas.

Related Posts

Comments :