Perbedaan yang Terjadi Saat Hamil Pertama dan Kedua

Pengalaman hamil pertama menyisakan kenangan tersendiri bagi masing-masing Mam. Ada yang merasa sangat senang dan antusias, tetapi mungkin ada juga yang meninggalkan trauma karena kondisi yang kurang menyenangkan. Tak jarang trauma dari kehamilan pertama membuat Mam was-was ketika mengalami kehamilan kedua, apakah akan mengalami hal yang sama atau tidak. Namun, tahukah Mam bahwa kehamilan pertama dan kedua itu berbeda? Apa saja perbedaanya? Berikut ini beberapa perbedaan mencolok dari kehamilan pertama dan kedua yang perlu Mam ketahui.

Lebih Sedikit Mencari Refrensi tentang Kehamilan

Mayoritas Mam pada saat hamil pertama akan mencari informasi ke sana-sini tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan dan janin, baik itu dari internet, buku, saran teman-teman, dan sanak-famili. Namun, hal ini akan sangat berbeda di kehamilan kedua karena Mam harus lebih fokus merawat Si Kecil sehingga hampir tidak ada waktu untuk melakukan ini. Selain itu, karena Mam sudah menjalani masa kehamilan sebelumya, maka tingkat rasa percaya diri Mam akan lebih besar kali ini sehingga Mam merasa tidak perlu seantusias dulu dalam mencari informasi.

Tingkat Kegembiraan yang Tidak Setinggi Kehamilan Pertama

Jika pada kehamilan pertama Mam sangat gembira dan tidak sabar menantikan kehadiran Si Kecil, maka tidak demikian di kehamilan kedua. Bukan berarti Mam kurang gembira terhadap kelahiran anak kedua, tetapi rasanya berbeda. Mungkin pada kehamilan pertama Mam belum pernah mengalami sebelumnya sehingga menjadi momen yang sangat spesial, sedangkan di kehamilan kedua Mam sudah tahu seperti apa rasanya melahirkan bayi pada kehamilan pertama.

Tidak Terlalu Takut Menghadapi Masalah

Pada umumnya, pada saat kehamilan pertama Mam akan menyiapkan segala sesuatunya sedemikian rupa dan mengusahakan segala upaya untuk memberikan semua kepada Si Kecil dan juga diiringi rasa cemas dan khawatir. Hal ini akan sedikit berkurang di kehamilan kedua. Alih-alih merasa khawatir dan cemas, Mam akan merasa lebih percaya diri karena sudah tahu apa yang harus dilakukan dengan belajar dari pengalaman pertama.

Lebih Sensitif Merasakan Gerakan Bayi

Di kehamilan pertama, Mam pada umumnya mulai merasakan gerakan janin ketika usia kehamilan di atas lima bulan. Namun, di kehamilan kedua ini, hal itu bisa lebih cepat. Saat usia kehamilan memasuki bulan keempat, Mam sudah bisa merasakan gerakan janin yang seakan-akan menendang. Selain itu, pengalaman pertama membuat Mam lebih peka merasakan gerakan Si Kecil.

Persipan Persalinan

Pada kehamilan pertama, Mam pasti menyiapkan segalanya dengan mempersiapkan diri semaksimal mungkin, bukan? Bagi Mam yang tidak mengalami masalah saat menghadapi persalinan bayi pertama, persiapan persalinan kedua tentu akan dilakukan dengan sangat semangat. Namun, bagi Mam yang mengalami proses persalinan kurang menyenangkan pada kehamilan pertama, biasanya ada rasa trauma tersendiri. Mam tidak perlu khawatir karena belajar dari persalinan sebelumnya, Mam bisa melakukan persiapan yang lebih matang dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencegah trauma datang kembali.

 

Bagaimana, Mam? Pengalaman melahirkan seorang bayi ke dunia memang menjadi idaman bagi setiap seorang ibu di dunia. Walaupun menimbulkan sedikit trauma bagi sebagian wanita, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan rasa gembira yang terpancar ketika Mam mendengar pecahan tangis Si Kecil di ruang operasi. Jadi, baik itu kehamilan pertama maupun kedua, ketiga, dan bahkan keempat tentu akan memberikan pengalaman yang berbeda-beda.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :