Cari Tahu Cara Mengatasi Baby Blues

mengatasi baby blues

Mungkin Anda sering mendengar istilah baby blues di kalangan ibu-ibu yang baru saja melahirkan. Anda yang sedang menunggu masa-masa indah bersama bayi lucu, semoga tidak mengalami baby blues usai melahirkan nanti.

Sebentar lagi ibu akan melahirkan dan menyambut bayi Anda terlahir ke dunia. Hem… pasti indah dibayangkan dan membuat ayah dan ibu tak sabar. Setelah buah hati lahir, tak hanya kebahagiaan yang akan meliputi keluarga kecil Anda. Banyak kesibukan menanti, yakni mengurus buah hati, mulai dari menyusui, mengganti popoknya, menidurkannya, dan juga pekerjaan rumah tangga yang wajib Anda kerjakan.

Aktivitas Anda yang super sibuk pasca melahirkan ini kemudian menjadi penyebab baby blues syndrome. Bukan lagi menjadi rahasia umum, bahwa aktivitas yang Anda jalani pasca melahirkan sering membuat tubuh Anda kelelahan. Hal ini seringkali membuat para ibu merasa stress dan tertekan dengan aktivitas barunya dan menimbulkan apa yang disebut baby blues syndrome. Oleh karena itu, Anda yang belum melahirkan perlu mengetahuinya, sehingga bisa waspada dari sekarang.

Gejala-gejala yang muncul bagi ibu hamil yang menderita baby blues syndrome ini, misalnya sering sedih, sensitif, gelisah, lelah, bingung, hilangnya nafsu makan, bahkan sampai melakukan penolakan terhadap bayinya. Wah, kalau sampai hal ini terjadi, kasihan si kecil Mom. Buah hati yang selama 9 bulan 10 hari bersama Anda di dalam rahim malah Anda tolak. Bagaimana si kecil tak rewel kalau ibunya menolak bahkan tak mau menyusuinya. Padahal, Andalah yang harus menyusui, menjaga, dan merawatnya.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa 50% – 80 % ibu pasca melahirkan akan mengalami baby blues syndrome. Hal ini menunjukkan bahwa memang kebanyakan ibu hamil setelah melahirkan akan mengalami sindrom ini. Namun, bukan berarti sindrom baby blues ini tak bisa dihindari.

Anda yang kini tengah berdebar-debar menunggu buah hati harus punya cara supaya baby blues syndrome tak menyerang diri Anda. Masa-masa indah bersama buah hati di minggu-minggu pertama kelahirannya tentu menjadi hal yang sangat penting untuk ibu dan buah hatinya. Oleh karena itu, jangan sampai sindrom ini merusak kedekatan Anda dengan buah hati. Beberapa cara berikut ini bisa ditempuh untuk mengatasi baby blues syndrome. Yuk simak bagaimana cara mengatasinya!

  1. Mencari jasa asisten rumah tangga atau pun baby sitter
    Rasa lelah yang mendera karena kesibukan baru mengurus buah hati kerap menjadi penyebab sindrom baby blues ini datang melanda Anda. Kalau dulu Anda ibu muda yang tak disibukkan dengan mengurus bayi, kini banyak pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Tanggung jawab Anda sebagai ibu pun kini ada di tangan Anda. Meski kondisi fisik belum begitu pulih pasca melahirkan, Anda harus tetap menyusui bayi, mengganti popok saat dia buang air kecil atau air besar, menimang-nimangnya supaya ia tertidur pulas, bangun tengah malam ketika ia menangis karena kholik, dan sebagainya. Belum lagi urusan rumah tangga, seperti memasak untuk ayah, mencuci, bersih-bersih rumah. Anda bisa mencari jasa asisten rumah tangga atau baby sitter untuk mengatasi hal ini. Dengan begitu, tugas Anda pun semakin ringan dan tak didera rasa lelah. Waktu bermain bersama si kecil pun bisa berkualitas karena tak terlalu banyak pekerjaan yang  harus Anda selesaikan sendiri.
  2. Beri waktu untuk diri sendiri
    Memang, kini Anda telah memiliki bayi kecil yang harus dijaga sepanjang hari. Namun, Anda juga tak bisa mengabaikan diri Anda. Luangkan waktu untuk diri Anda, misalnya melakukan aktivitas favorit yang biasanya Anda lakukan, seperti ke salon, nonton film, berenang, jalan-jalan ke mal, atau hanya sekadar menonton televisi dan mendengarkan musik kegemaran Anda. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa bosan dengan kegiatan Anda mengurus bayi.
  3. Libatkan suami
    Dalam mengurus buah hati yang baru saja terlahir, Anda bisa bekerja sama dengan suami. Apalagi jika hal tersebut merupakan pengalaman pertama bagi Anda. Sebulan pertama pasca melahirkan, Anda masih beradaptasi untuk mengasuh dan  merawat bayi. Di sisi lain, Anda sedang dalam proses pemulihan tubuh pasca persalinan. Anda masih harus berhati-hati saat bergerak dan mengangkat sesuatu. Bersama ayah, Anda bisa melewati masa-masa adaptasi ini. Ajak ayah untuk sama-sama mengurus dan merawat bayi, misalnya memandikan, memakaikan baju, memasang popok, hingga membedong. Dengan begitu, beban Anda akan ringan dan Anda pun akan lebih bahagia melihat betapa ayah sangat memperhatikan Anda dan buah hati.
  4. Istirahat yang cukup
    Seringkali sindrom baby blues ini disebabkan karena Anda kelelahan dan kurang beristirahat. Meskipun kini Anda lebih sibuk dari sebelum melahirkan, tetap perhatikan istirahat. Istirahat yang cukup dapat membuat tubuh lebih relaks dan Anda pun akan lebih sehat. Sehingga tetap bisa menjaga buah hati dengan baik dan syndrome baby blues tidak akan mendera Anda.

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :