Apa saja pemeriksaan yang harus dilakukan ibu hamil?

Pemeriksaan kehamilan adalah agenda penting yang harus dilakukan oleh ibu hamil baik secara rutin maupun tidak rutin. Sudah tahu pemeriksaan apa saja yang harus Anda lakukan?

Pernahkah ibu dan mama mengalami kebingungan tentang pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan selama menjalani masa kehamilan? Mungkin bagi ibu dan mama yang sedang menjalani proses hamil kedua atau seterusnya sudah tahu dan memiliki pengalaman yang cukup. Namun, bagaimana halnya dengan calon ibu dan mama yang sedang menjalani kehamilan pertamanya?

Pemeriksaan kehamilan adalah sesuatu yang penting bagi ibu hamil, sebab proses tumbuh dan kembangnya janin di dalam rahim ibu mempengaruhi seluruh sistem tubuh ibu. Sehingga sistem tersebut mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan janin di dalam rahim. Karenanya perubahan tersebut haruslah dipantau dan diawasi dengan melakukan pemeriksaan kehamilan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa menimpa ibu dan janin dalam kandungannya. Jika memang benar demikian, pemeriksaan apa sajakah yang sebaiknya harus dilakukan oleh ibu hamil? Berikut beberapa tips yang bermanfaat bagi ibu hamil:

Pemeriksaan Kehamilan Rutin

  • Berat Badan.
    Sebaiknya ibu hamil memeriksakan berat badannya setiap bulan, mulai dari usia kehamilan satu bulan hingga menjelang melahirkan, agar tumbuh kembang janin terpantau.
  • Tekanan Darah.
    Lakukanlah pemeriksaan tekanan darah setiap bulannya agar kesehatan ibu hamil terkontrol.
  • Denyut Jantung Janin.
    Biasanya denyut jantung janin diperiksa ketika usia kehamilan memasuki 7 sampai 9 bulan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengawasi perkembangan janin.
  • Kaki dan Tangan.
    Pemeriksaan kaki dan tangan dilakukan pada usia kehamilan 8 bulan. Tujuannya untuk melihat apakah ada penimbunan cairan pada bagian tubuh ibu tersebut.
  • Pemeriksaan Dalam.
    Pemeriksaan seperti ini dilakukan ketika usia kehamilan mencapai 8 bulan. Tujuannya adalah untuk melihat posisi janin, kapasitas panggul, dan leher rahim. Jika terdapat kelainan, maka akan diperiksa lebih dari dua kali.

 

Pemeriksaan Kehamilan Tidak Rutin

  • USG
    USG biasanya dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu :

    • Bulan ke 1: Untuk memastikan kebenaran kehamilan dengan melihat ada atau tidaknya embrio yang akan tumbuh di dalam rahim ibu.
    • Bulan ke 5: Untuk mengamati perkembangan organ fisik dan jenin kelamin janin dalam raham ibu.
    • Bulan ke 9: Untuk mendeteksi cairan ketuban dan proses melahirkan seperti apa yang akan dilakukan (normal atau operasi).
  • Laboratorium
    • Tes darah: Biasanya dilakukan pada usia kehamilan 1, 4, dan 7 bulan untuk melacak Rhesus, HB, hepatitis B, dan lain sebagainya.
    • Tes Urin: Dilakukan pada usia kehamilan bulan pertama untuk mendeteksi apakah terdapat gejala diabetes dan infeksi ginjal.
    • Alpha Feteoprotein: Dilakukan pada bulan ke 2 dan 3 untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan otak dan kromosom.
  • Tes Genetik
    • Biasanya pemeriksaan seperti ini dilakukan pada bulan ketiga dengan riwayat keluarga calon orang tua si janin ada yang memiliki kelainan genetik, atau apabila ibu hamil telah berusia 35 tahun ke atas.

Terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat luar biasa dalam membesarkan dan menjaga buah hatinya telah menginspirasi saya untuk menularkan semangat hebat sosok wanita tersebut dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat membantu para ibu dan mama dalam merawat dan memelihara buah hati tercinta.

Related Posts

Comments :